KETIKA menghadapi persoalan hidup, seorang muslim diajarkan untuk tidak hanya mengandalkan usaha, tetapi juga memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salah satu ibadah sunnah yang sering dilakukan ketika memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu adalah shalat hajat.
Shalat hajat merupakan shalat sunnah yang dikerjakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam urusan dunia maupun akhirat. Mulai dari memohon kelancaran rezeki, kesembuhan, keberhasilan dalam pendidikan, hingga memohon petunjuk dalam mengambil keputusan, semuanya dapat disampaikan kepada Allah melalui doa setelah shalat hajat.
Baca Juga: Keutamaan Shalat Dhuha
Bacaan Lengkap Shalat Hajat: Niat, Tata Cara, dan Doa yang Dianjurkan
Niat Shalat Hajat
Niat cukup diucapkan di dalam hati. Namun, sebagian ulama memperbolehkan melafalkannya untuk membantu menghadirkan kekhusyukan.
Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Shalat Hajat
Pelaksanaan shalat hajat sama seperti shalat sunnah pada umumnya yang terdiri dari dua rakaat.
Urutannya sebagai berikut:
- Niat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah (jika dikerjakan).
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Mengulang bacaan seperti rakaat pertama.
- Duduk tasyahud akhir.
- Salam.
Tidak ada ketentuan khusus mengenai surah yang harus dibaca setelah Al-Fatihah. Seorang muslim dapat membaca surah apa saja yang dihafalnya.
Bacaan Doa Setelah Shalat Hajat
Setelah salam, dianjurkan memuji Allah, membaca istigfar, bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, kemudian berdoa sesuai kebutuhan.
Salah satu doa yang diriwayatkan dalam hadis adalah:
Laa ilaaha illallaahul Haliimul Kariim. Subhaanallaahi Rabbil ‘Arsyil ‘Azhiim. Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima maghfiratika wal ghaniimata min kulli birrin was salaamata min kulli itsmin. Laa tada’ li dzanban illaa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaitahaa yaa Arhamar Raahimiin.
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu sebab-sebab datangnya rahmat-Mu, keteguhan ampunan-Mu, memperoleh setiap kebaikan, keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan satu dosa pun padaku kecuali Engkau ampuni, jangan Engkau biarkan satu kesusahan pun kecuali Engkau lepaskan, dan jangan Engkau biarkan satu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.”
Setelah membaca doa tersebut, seseorang dipersilakan menyampaikan hajatnya masing-masing menggunakan bahasa Arab maupun bahasa yang dipahami. Allah Maha Mengetahui isi hati setiap hamba-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Hajat
Shalat hajat dapat dikerjakan kapan saja selain pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat. Namun, banyak ulama menganjurkan melaksanakannya pada sepertiga malam terakhir. Waktu tersebut merupakan salah satu saat yang paling utama untuk berdoa karena Allah membuka pintu rahmat dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang memohon dengan penuh keikhlasan.
Jangan Lupakan Ikhtiar
Shalat hajat bukan berarti seseorang hanya berdoa tanpa berusaha. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Setelah memohon kepada Allah, seorang muslim tetap harus berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan.
Yang terpenting, jangan terburu-buru merasa doa tidak dikabulkan. Allah memiliki cara terbaik dalam mengabulkan doa hamba-Nya. Ada yang dikabulkan segera, ada yang ditunda karena mengandung hikmah, dan ada pula yang diganti dengan kebaikan lain yang lebih besar.
Melalui shalat hajat, seorang muslim belajar menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa pertolongan-Nya selalu datang pada waktu yang paling tepat. [DW]





