• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

26/09/2026
in Info
Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

Foto: ChanelMuslim.com/Diana

72
SHARES
555
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa menjadi guru bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi juga mengemban misi profetik atau misi kenabian. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mengubah peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari keliru menjadi benar, serta dari tidak beradab menjadi beradab.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam acara nspiring Educators 2026 bertema “Menjaga Masa Depan, Untuk Pertiwi” yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) di Jakarta Concert Hall, iNews Tower Lantai 14, Kawasan MNC Center, Jakarta Pusat.

Acara tersebut menjadi momentum apresiasi dan perayaan perjalanan transformasi para guru dan dosen yang mengikuti Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP). Kegiatan ini mempertemukan ribuan pendidik, pemimpin pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk merayakan kontribusi mereka dalam menjaga masa depan Indonesia melalui pendidikan.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa tugas guru memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan pengetahuan.

“Menjadi guru itu adalah menjadi pengemban misi kenabian, pengemban misi profetik. Karena Bapak-Ibu lah yang mengajarkan anak-anak, dari tidak tahu menjadi tahu, dari keliru menjadi benar, dari biadab menjadi beradab. Itulah misi profetik,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca juga: Salman Subakat Ungkap Profesi Pendidik Tak Pernah Pensiun, Terus Menjaga Masa Depan Indonesia

Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

Ia juga mengajak para guru untuk menerima setiap peserta didik dengan penuh penghargaan, tanpa membedakan latar belakang mereka. Menurutnya, setiap murid yang hadir di hadapan seorang guru merupakan bagian dari amanah yang harus diterima dan dibimbing dengan kesabaran.

“Setiap murid yang datang, siapapun dia, harus diterima sebagai utusan-utusan Tuhan yang datang membukakan pintu-pintu surga bagi Bapak-Ibu sekalian,” tuturnya.

Abdul Mu’ti selanjutnya mengingatkan bahwa seorang guru tidak harus selalu memberikan nasihat secara langsung untuk dapat menginspirasi peserta didiknya. Keteladanan juga dapat dibangun melalui figur-figur inspiratif yang diperkenalkan kepada para siswa.

“Teaching is inspiring. Menginspirasi itu tidak harus menggurui. Mengajar itu menginspirasi. Menginspirasi tidak harus dari kita, tapi bisa dari figur-figur yang kita hadirkan sebagai orang yang menginspirasi,” katanya.

Karena itu, ia mendorong para guru untuk menjadi figur yang mampu memberikan inspirasi kepada peserta didik. Guru tidak harus selalu menjadikan dirinya sendiri sebagai satu-satunya contoh, tetapi dapat menghadirkan berbagai tokoh atau model yang mampu membuka perspektif dan membawa perubahan dalam cara berpikir siswa.

“Jadilah figur yang inspiratif, tidak harus banyak menggurui, tidak harus mencontohkan diri sendiri, tapi bisa mencontohkan orang lain sebagai model yang bisa membawa perubahan pemikiran,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan ungkapan yang selama ini melekat pada profesi guru, yakni digugu dan ditiru. Menurutnya, makna tersebut juga menunjukkan bahwa guru harus menjadi sosok yang memberikan inspirasi.

“Mendidik itu memuliakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga menyinggung berbagai tantangan pendidikan yang muncul di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Salah satunya adalah fenomena learning loss serta istilah schooling without learning yang menggambarkan kondisi ketika proses bersekolah tidak selalu diikuti dengan pembelajaran yang bermakna.

Ia juga menyinggung berbagai fenomena yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan penggunaan kecerdasan artifisial atau AI, termasuk doomscrolling dan burnout society.

Menurut Abdul Mu’ti, berbagai persoalan tersebut perlu direspons dengan langkah perbaikan yang nyata. Ia menekankan bahwa masalah pendidikan tidak seharusnya dibiarkan tanpa solusi.

“Kalau kita sudah tahu masalahnya, lalu apa yang harus kita lakukan? Ya perbaiki. Perbaiki masalah itu, jangan membiarkan masalah tanpa masalah, apalagi menjadikan masalah sebagai sumber mendapatkan ma’isyah, artinya hidupnya dari membuat masalah,” ujarnya.

Abdul Mu’ti kemudian menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban. Menurutnya, upaya memperbaiki pendidikan harus dimulai dari ruang yang paling dekat dengan proses pembelajaran, yakni kelas.

“Kalau orang yang membangun peradaban, bangunlah pendidikan. Dan kalau ada yang membangun pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” katanya.

Atas dasar itu, Abdul Mu’ti menjadikan pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai salah satu pendekatan yang didorong untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia.

“Di situlah kenapa kemudian saya menjadikan deep learning sebagai solusi,” tutur Abdul Mu’ti.

Inspiring Educators 2026 mengusung tema “Menjaga Masa Depan, Untuk Pertiwi” dan menjadi ruang apresiasi bagi para guru serta dosen yang terus melakukan transformasi dalam dunia pendidikan.

Selain Abdul Mu’ti, kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–16.00 WIB tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi, di antaranya Salman Subakat, Komisaris ParagonCorp; Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI periode 2011–2014; Dika Riyanti, guru inspiratif asal Mentawai sekaligus alumni WIT; serta Imam Santoso, dosen inspiratif.

Melalui kegiatan ini, kontribusi para pendidik kembali mendapat perhatian sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi tantangan masa depan. Pesan Abdul Mu’ti menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga proses membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, beradab, dan mampu memberikan perubahan positif bagi lingkungannya. [Din]

Tags: Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

9 Tanda Firasat Jodoh Sudah Dekat

Next Post

Buang Sial dalam Islam

Next Post
Cara Agar Tidak Diperbudak oleh Uang

Buang Sial dalam Islam

Kamu Pilih Jus Alami atau Jus dalam Kemasan

Kamu Pilih Jus Alami atau Jus dalam Kemasan

Manfaat Jus Cranberry untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Manfaat Jus Cranberry untuk Menjaga Kesehatan Kulit

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9711 shares
    Share 3884 Tweet 2428
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1489 shares
    Share 596 Tweet 372
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2545 shares
    Share 1018 Tweet 636
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4393 shares
    Share 1757 Tweet 1098
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11901 shares
    Share 4760 Tweet 2975
  • Wisata Satwa: Hiburan Manusia atau Bentuk Eksploitasi Hewan?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2626 shares
    Share 1050 Tweet 657
  • Hobi Berbagi Gunting Kuku dengan Keluarga? Dokter Kulit Ungkap Risiko di Baliknya!

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Produk Skincare Kedaluwarsa Sebelum Habis, Apakah Masih Aman Digunakan?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain? Berikut 5 Cara Berdamai dengan Rasa Kecewa

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga