• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 22 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Ciri Cinta Sejati Ingin Mengerjakan Sendiri

25/03/2021
in Suami Istri, Unggulan
Ciri Cinta Sejati Ingin Mengerjakan Sendiri

Ilustrasi, foto: Dreamstime.com

97
SHARES
744
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ciri cinta sejati, ingin mengerjakan sendiri. Jobdesc rumah tangga seperti terbentuk alami. Suami tugas di luar rumah, istri di dalam. Tapi adakalanya, dinamikanya bisa lebih rumit dari itu.

Secara normal dan turun temurun ada kesepakatan tidak tertulis dalam jobdes suami istri. Suami bertugas mencari nafkah, dan istri mengurus urusan dalam rumah.

Seperti mengurus anak, memasak, kerapian rumah, dan sejenisnya.

Namun, dinamika yang terjadi kadang tidak semulus yang dibayangkan. Seperti, suami yang terpaksa banting stir mencari nafkah dari rumah.

Atau sebaliknya, istri yang justru aktif keluar rumah mencari nafkah.

Baca Juga: Ciri Cinta Sejati Meluruskan tanpa Menjatuhkan

Hal ini sulit terhindarkan. Karena urusan ekonomi rumah tangga jauh lebih penting dan mendesak dari tata aturan normatif jobdes suami istri.

Inilah yang akhirnya memunculkan fleksibilitas tugas suami istri.

Ciri Cinta Sejati Ingin Mengerjakan Sendiri

Sayangnya, tidak semua daerah memiliki fleksibilitas ini. Seolah seperti tertulis baku bahwa tugas istri mengurus anak, memasak, dan pernak-pernik kerapian rumah.

Padahal, ia juga berprofesi sebagai guru, atau profesi lain yang kadang biasa dan tidak jarang yang terasa tidak biasa.

Jadilah beban itu menjadi lebih berat di istri daripada suami. Sudah capek pulang dari tempat kerja, tapi juga harus menyapu rumah, memasak, bahkan memandikan anak-anak.

Di masyarakat awam, kadang gamblang betapa suami cuek dengan urusan anak dan rumah. Sementara istri yang juga berdagang di rumah, mau tak mau, juga memegang tanggung jawab itu.

Contoh, ada suami yang tetap memanggil istrinya ketika anaknya pipis di celana. Sementara sang istri sedang repot memasak.

Suami tetap memanggil-manggil istrinya padahal ia hanya sedang membaca koran atau sekadar “menengok” isi ponsel.

Kenapa tidak suami sendiri yang mengambil alih tugas itu. Karena memasak boleh jadi sebagai pekerjaan yang tidak bisa ditinggal walau sementara.

Dan, tidak ada alasan bagi suami untuk merasa tidak sepadan antara dirinya dengan mengurus pipis anaknya.

Tugas Ideal Suami Istri

Secara ideal, suami bertanggung jawab penuh atas rumah tangganya. Mulai dari nafkah, pendidikan anak, memasak, cuci mencuci, termasuk kerapian rumah.

Kalau suami tidak bisa turun tangan langsung, ia bisa membayar asisten rumah tangga.

Lha, istrinya ngapain? Istri bertugas sebagai manajer rumah, termasuk mengawasi pendidikan dan kasih sayang anak-anak.

Ia pun seperti ratu di rumahnya yang selalu bersih, cantik, dan berhias wangi.

Itulah yang biasa terjadi di masyarakat Arab hingga sekarang. Jangan heran jika di beberapa negara muslim, pasar-pasar tradisional atau modern lebih banyak dikunjungi laki-laki untuk belanja daripada wanita.

Bagaimana kalau suami tidak mampu membayar asisten rumah tangga?

Ia menjadi petugas serba bisa. Bisa belanja, memasak, mencuci, mengurus rumah, dan tentu saja mencari nafkah.

Namun di Indonesia, model aturan ini sangat jarang diterapkan. Kalau di Arab wanita begitu dimanjakan, kalau di sini, suamilah yang terkesan lebih diistimewakan.

Padahal, tanggung jawab rumah tangga, seluruhnya, menjadi urusan suami. Istri hanya membantu.

Mungkin karena ekonomi dan tradisi tadi, suami di negeri ini menjadi terkesan serba “enak”. Apa-apa serba dilayani istri, padahal hasil nafkahnya sangat pas-pasan.

Teladan Nabi

Kalau ingin melihat seperti apa aturan rumah tangga yang ideal, bisa melirik dinamika rumah tangga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sesibuk apa pun urusan luar rumah, Nabi selalu berusaha mengerjakan kebutuhannya sendiri di rumah. Seperti menjahit, kebersihan rumah, dan lainnya.

Prinsipnya, Nabi ingin membuat nyaman istrinya di rumah. Ia pernah mengatakan yang kira-kira bunyinya, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya (istrinya). Dan aku adalah yang terbaik untuk keluargaku (istriku).”

Itulah kenapa Allah Subhanahu wata’ala melebihkan kemampuan fisik laki-laki dari wanita. Tidak ada istilah datang bulan untuk laki-laki, tidak pernah hamil, tidak juga melahirkan, dan lainnya.

Jadi, jangan ada lagi suami yang cuek saja dengan urusan anak-anak dan kebersihan rumah, padahal ia sedang asyik nyantai.

Pahamilah bahwa semua itu sebenarnya tanggung jawab Anda yang diperbantukan istri. Bukan sebaliknya. [Mh]

Tags: ciri cinta sejatiSamaraSuami Istri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Akhir Pekan, Yuk Segarkan dengan Puding Yogurt Strawberry

Next Post

Kolaborasi the Executive dengan Ilustrator Lokal Hadirkan Koleksi Ikonik

Next Post
Kolaborasi The Excecutive dengan Ilustrator Lokal Hadirkan Koleksi Ikonik

Kolaborasi the Executive dengan Ilustrator Lokal Hadirkan Koleksi Ikonik

bullying in dinner

Bullying in Dinner

Tips Merawat Kulit Berminyak dan Berjerawat dari Kiara Leswara

Tips Merawat Kulit Berminyak dan Berjerawat dari Kiara Leswara

  • Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9376 shares
    Share 3750 Tweet 2344
  • Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    876 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Ular dan Penampakan Jin

    537 shares
    Share 215 Tweet 134
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4243 shares
    Share 1697 Tweet 1061
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11780 shares
    Share 4712 Tweet 2945
  • Rahasia Memilih Moisturizer untuk Kulit Berminyak

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kisah Julia Prastini, Dulu Benci Islam Sekarang Mualaf Hafidz Qur’an

    225 shares
    Share 90 Tweet 56
  • Eko Tjandra Hadirkan Koleksi Skyline dengan Model Plus Size, Bawa Pesan Empowering Woman

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga