• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Ciri Cinta Sejati Meluruskan tanpa Menjatuhkan

25/03/2021
in Suami Istri, Unggulan
Ciri Cinta Sejati Meluruskan tanpa Menjatuhkan

Ilustrasi, foto: iStock

83
SHARES
640
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ciri cinta sejati itu meluruskan yang bengkok, tanpa menjatuhkan. Meskipun butuh waktu lama. Meskipun menguras banyak kesabaran.

Tak ada manusia sempurna. Selalu saja ada kekurangan. Bukan soal fisik. Melainkan, soal perilaku dan sifat bawaan. Siapa pun dia: suami atau istri.

Ketika ikatan suci menjadi dasar tumbuhnya cinta suami istri, semua awalnya terlihat serba indah. Tak ada kekurangan, apalagi cacat. Namun seiring perjalanan waktu, segala yang pudar dan kusam mulai terlihat dan terasa.

Ciri Cinta Sejati Beribadah Bersama

Mulai dari yang mendasar seperti tentang agama dan ibadah, hingga soal perilaku. Kalau tidak diluruskan, bengkoknya bisa tambah melengkung.

Tapi kalau diluruskan, caranya tak semudah yang dibayangkan. Salah-salah, bukan berubah menjadi lurus, justru akan ada ekses.

Dalam hal agama misalnya, shalatnya tidak lagi di awal waktu. Kadang malah di injury time. Semangat baca Qurannya juga tidak seperti dulu. Kadang satu pekan tidak baca sama sekali.

Soal perilaku, biasanya lebih banyak dari agama. Misalnya, lebih banyak nonton drama asing daripada menyimak tayangan pengajian. Sifat pelitnya mulai kelihatan. Dan yang lebih sering egoisnya. Suami atau istri memiliki potensi yang sama di semua ini.

Meluruskan tanpa Menjatuhkan

Cinta sejati selalu menggiring pemiliknya untuk mengungkapkan rasa cinta itu melalui aksi nyata. Tak seorang pun mencintai akan membiarkan yang dicintai terus melorot dalam keburukan. Meskipun, persoalannya bukan pada yang ekstrim seperti kriminalitas dan sejenisnya. Hanya pada akhlak kepada Allah dan perilaku terhadap orang dekat.

Namun, tetap saja semangat untuk meluruskan tak boleh samar, apalagi luntur. Cinta sejati tidak justru menjadi seperti itu. Sebaliknya, berani menempuh risiko ekses apa pun demi lurusnya yang dicintai.

Pertama, meluruskan itu menyadarkan. Bukan menyalahkan, apalagi memvonis telah begini dan begitu. Dan menyadarkan itu lebih sulit daripada yang lain. Butuh kesabaran agar kata-kata meluruskan kita tak disalahpahami.

Ingatkan apa yang semestinya tentang standar nilai. Misalnya tentang melambat-lambatkan shalat. Ingatkan bahwa shalat yang benar itu seperti ini dan itu.

Dalam hal ini, kita tidak sedang mengajarkan orang yang tidak tahu. Bukan sedang mengisi gelas yang kosong. Melainkan, mengembalikan kesadaran yang mulai terkikis untuk segar kembali.

Karena itu, hindari kata-kata menggurui. Apalagi menyalahkan. Karena yang sedang kita raih kesadaran, bukan rasa bersalah dan perlawanan.

Yang kita harapkan dari munculnya kesadaran adalah kembalinya sosok yang semestinya. Seperti ia yang kita kenal pada waktu lalu. Bukan seperti yang sekarang ini.

Kesadaran Butuh Proses dan Waktu

Kedua, kesadaran butuh proses dan waktu. Menyadarkan seseorang terlebih orang dekat yang kita cintai butuh proses panjang dan waktu yang tidak sebentar.

Inilah yang membedakan dengan menyalahkan. Tak perlu proses dan waktu lama. Cukup tunjukkan saja mana yang salah, selanjutnya terserah.

Hasilnya sangat berbeda. Orang yang disalahkan akan kecewa, mungkin marah, dan mungkin malah menjauh. Tapi yang disadarkan akan rela menjadi seperti semula.

Tumbuh rasa cinta yang lebih dalam. Dan, tentu saja akan selalu dekat.

Tiga, konsisten dalam “pertarungan”. Dalam proses meluruskan dan menyadarkan harus dimunculkan sikap subjektif yang semestinya. Artinya, ketika kita meluruskan sesuatu, kita konsisten menunjukkan bahwa kita tidak berada di sesuatu itu.

Contoh dalam hal hobi nonton drama asing yang bisa melalaikan agama. Sikap kita jelas tidak tertarik dengan tontonan itu. Jangan malah ikut dan akhirnya bisa larut. Kecuali, drama yang bermanfaat, yang menyegarkan persaudaraan, dan sejenisnya. Itu pun disikapi hanya sekadar saja.

Begitu pun dalam contoh menunda-nunda shalat. Tunjukkan bahwa kita tidak akan toleran dengan hal itu. Selagi tidak ada halangan yang berarti, shalat dilakukan beberapa saat setelah azan.

Jika ini ditunjukkan secara konsisten, maka akan ada kesesuaian antara sikap kita dengan yang kita suarakan secara lembut dan sabar. Pada saatnya, akan ada perbandingan dua keadaan. Satu yang baik dan benar, satunya lagi yang keliru.

Cinta sejati tidak berarti harus selalu ngikut dan larut. Tapi, tidak juga harus menjauhi dan menjatuhkan. Buktikan, bahwa meluruskan dan menyadarkan bisa seiring dengan ungkapan cinta yang sebenarnya. Meskipun butuh waktu dan kesabaran. [Mh]

 

 

Tags: ciri cinta sejatiSamaraSuami Istri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Islam Menyelamatkan Mualaf Korea dari Depresi

Next Post

10 Motivasi Belajar untuk Kamu yang sedang Malas

Next Post
10 Motivasi Belajar untuk Kamu yang sedang Malas

10 Motivasi Belajar untuk Kamu yang sedang Malas

buku waspadalah!

Buku Waspadalah! Ini Dosa-Dosa Besar di Sekitar Kita

Kebocoran BLT untuk UMKM Bukti Data Tak Terintegrasi

Komitmen Bank Indonesia dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Islam Mengajarkan Mandiri, Bukan Mengemis

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7795 shares
    Share 3118 Tweet 1949
  • Pemuda Muhammadiyah DKI Tawarkan Kolaborasi Konkret untuk Jakarta Berkeadilan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Kafe Sastra Balai Pustaka, Tempat Artis Nongkrong untuk Membaca

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Salimah Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor kepada Lansia di Langsa

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3341 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Bercermin dengan Pemandangan Gunung dan Bunga

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga