SEBANYAK 174 siswa SMA Islam PB Soedirman Cijantung Jakarta turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan Laboratorium Sosial yang memadukan pembelajaran, kepemimpinan, hingga praktik ekonomi nyata berbasis masyarakat. Suasana berbeda terlihat di Desa Cibunian, Kabupaten Bogor, pada 17–19 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka langsung oleh Lurah Cibunian, Basuni, bersama Kepala SMA Islam PB Soedirman, Drs. Suroto.
Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan terhadap model pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori di kelas, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan.
Dalam sambutannya, Basuni menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai program Laboratorium Sosial menjadi bentuk pembelajaran yang sangat positif karena mampu mendekatkan dunia pendidikan dengan kehidupan masyarakat desa.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi belajar langsung memahami kehidupan sosial masyarakat. Ini sangat baik untuk membentuk kepedulian dan jiwa kepemimpinan mereka,” ujar Basuni.
Sementara itu, Kepala SMA Islam PB Soedirman, Drs. Suroto, mengatakan bahwa Laboratorium Sosial merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus dikembangkan sekolah.
Baca juga: Operasi Tertib Rambut di SMP dan SMA JISc, Gandeng Captain Barbershop
Siswa SMA Islam PB Soedirman Bangun Perusahaan Mini di Desa Cibunian, Warga Sambut Antusias Bazar Murah
Menurutnya, siswa perlu dibiasakan menghadapi situasi nyata agar memiliki kemampuan berpikir, bekerja sama, dan mengambil keputusan.
Ia menjelaskan bahwa para siswa tidak sekadar melakukan observasi sosial di desa, tetapi juga menjalankan simulasi dunia usaha secara langsung melalui bazar murah yang dikelola layaknya sebuah perusahaan profesional.
Yang menarik, para siswa dibagi menjadi sejumlah perusahaan mini dengan struktur organisasi lengkap, mulai dari direktur, bendahara, bagian pemasaran, hingga karyawan operasional.
Sementara para guru berperan sebagai negara, bank, dan supplier dalam sistem simulasi ekonomi tersebut.

Konsep itu menjadi daya tarik tersendiri karena para siswa benar-benar menjalankan aktivitas perdagangan seperti dunia usaha pada umumnya.
Mereka harus mengatur modal, distribusi barang, strategi penjualan, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Bazar murah tersebut melibatkan warga dari lima kampung di Desa Cibunian. Delapan kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya minyak goreng, tepung, kecap, gula pasir, saus, sarden, kerupuk, dan mi instan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama kegiatan. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi bazar karena selain membantu kebutuhan sehari-hari, kegiatan tersebut juga menghadirkan interaksi hangat antara siswa dan masyarakat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Salah satu peserta, Izza Annis Azka dari kelas 10, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang tidak didapatkan di ruang kelas.
“Kegiatan ini membuat kami belajar bagaimana bekerja sama, melayani masyarakat, dan memahami cara menjalankan usaha secara langsung. Rasanya seru karena kami benar-benar seperti menjalankan perusahaan sendiri,” ungkap Izza.
Melalui Laboratorium Sosial ini, SMA Islam PB Soedirman Cijantung menunjukkan bahwa pendidikan dapat dikemas secara kreatif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tidak hanya membangun kecerdasan akademik, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai kepedulian sosial, jiwa entrepreneur, serta kepemimpinan sejak dini.
Program ini pun mendapat perhatian warga dan dinilai sebagai salah satu model pembelajaran lapangan yang inovatif, karena mampu menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. [Din]




