• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Tauhid dan Akhlak Orang Tua serta Kakek Buyut Nabi

14/04/2026
in Quran Hadis, sejarah
Tauhid dan Akhlak Orang Tua serta Kakek Buyut Nabi

Ilustrasi, foto: republika.co.id

70
SHARES
540
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ADA pertanyaan yang mungkin bergelayut di sebagian umat Islam: apakah orang tua dan kakek buyut Nabi menyembah berhala? Dan, apakah mereka menikah secara sah atau berzina?

Pertanyaan ini mungkin terkesan sederhana. Tapi, maknanya bisa sangat mendalam. Jika salah memberikan jawaban, bisa berakibat fatal.

Logikanya sederhana. Bagaimana mungkin sebuah misi ketuhanan bisa lahir dari silsilah yang tidak bertauhid. Apalagi, jika dihubungkan dengan nasab pernikahan. Karena tidak mungkin keturunan yang baik, apalagi silsilah para Nabi, lahir dari perzinahan.

Satu, Hadis Nabi tentang Silsilah Nasab para Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku lahir dari pernikahan dan aku tidak dilahirkan dari luar pernikahan (perzinahan), sejak Nabi Adam hingga aku dilahirkan oleh kedua orang tuaku. Dan aku, tidak menyentuh dari pernikahan orang-orang jahiliyah pada apa pun.” (HR. Thabrani)

Hadis ini menjelaskan bahwa seluruh para Nabi, dari Nabi Adam hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terlahir dari pernikahan yang sah, bukan dari perzinahan atau perkawinan jahiliyah.

Karena itu, silsilah nasab mereka begitu jelas dan teruji secara ilmiah. Misalnya, silsilah nasab ayah dan kakek buyut Nabi tersambung kepada Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim alaihimussalam.

Silsilah nasab ini hanya bisa diakui oleh masyarakat jika melalui proses pernikahan yang sah. Bukan melalui perzinahan atau lainnya.

Para Nabi juga merupakah ‘buah’ dari keberkahan pernikahan. Karena perzinahan tidak akan menghasilkan keberkahan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan kita tentang doa untuk mereka yang menikah. Isinya, mendoakan agar pengantin meraih keberkahan dari Allah: keberkahan dari kenikmatan yang mereka dapatkan, dan keberkahan dari beban dan kewajiban yang mereka tunaikan.

Tauhid Turun-temurun dari Para Nabi

Suatu kali, Nabi Ya’qub bertanya kepada anak-anaknya: apa yang akan kalian sembah setelah aku meninggal?

Anak-anak keturunan Nabi Ya’qub kompak menjawab: kami menyembah Tuhan yang engkau (ayah) sembah (yaitu Allah subhanahu wata’ala). Dan juga Tuhan yang disembah oleh nenek moyang ayah, yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishak, dan Nabi Ya’qub.

Informasi ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 132 hingga 133.

Begitu pun dari anak keturunan Nabi Ismail yang akhirnya melahirkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka semuanya bertauhid dan sama sekali tidak menyembah berhala.

Pertanyaannya, sejak kapan orang Mekah menyembah berhala, atau sejak kapan berhala-berhala ditempatkan di dalam Ka’bah?

Sejarah mencatat bahwa orang Mekah menyembah berhala atau berhala berada di Ka’bah bukan ada secara turun-temurun. Melainkan, baru ada pada abad keempat masehi, atau sekitar dua abad sebelum kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Orang yang pertama kali membawa berhala ke Mekah dan menempatkannya di Ka’bah adalah seorang lelaki yang bukan dari keturunan Nabi Ismail.

Orang ini bernama Amr bin Luhay. Ia berasal dari Bani Khuza’ah. Kenapa bisa ia mempengaruhi penduduk Mekah untuk menyembah berhala?

Amr bin Luhay adalah orang kaya yang ‘bijaksana’, baik, dan dermawan. Suatu kali, ia mengadakan perjalanan dagang ke negeri Syam. Di sana, ia menemukan orang-orang menyembah berhala.

Setelah bertanya dan berinteraksi, ia menyimpulkan bahwa berhala bisa mendatangkan kebaikan. Amr bin Luhay pun meminta satu berhala untuk dibawa ke Mekah. Maka orang-orang di sana memberikannya berhala yang bernama Hubal.

Karena sosoknya yang begitu berpengaruh dan lemahnya iman mayoritas penduduk Mekah, maka gagasan berhala di Ka’bah diterima masyarakat saat itu.

Keberadaan berhala pun akhirnya berkembang menjadi banyak. Di saat Fathul Mekah, Nabi dan para sahabat menghancurkan sebanyak 360 berhala di dalam dan sekitaran Ka’bah.

Meskipun begitu, orang tua dan kakek buyut Nabi tetap dalam Tauhid, ajaran yang diwariskan secara apik turun-temurun sejak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimussalam.

Begitu pun dengan ayah dan ibu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Keduanya tercatat dalam sejarah sebagai sosok yang memahami Tauhid dan tidak menyembah berhala. [Mh]

 

Tags: Tauhid dan Akhlak Orang Tua serta Kakek Buyut Nabi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

6 Tips Mengendalikan Rasa Marah agar Tidak Berujung Penyesalan

Next Post

Gaza Kian Tercekik: Roti Langka, Bantuan Terbatas

Next Post
Gaza Kian Tercekik: Roti Langka, Bantuan Terbatas

Gaza Kian Tercekik: Roti Langka, Bantuan Terbatas

Tanda-tanda Orang yang Suka Menekan Emosinya

Mengenal Tahap Depresi saat Berduka

Niat Ziarah ke Masjid Nabawi dan Sholat di Dalamnya

Niat Ziarah ke Masjid Nabawi dan Sholat di Dalamnya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8853 shares
    Share 3541 Tweet 2213
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1079 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11568 shares
    Share 4627 Tweet 2892
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3987 shares
    Share 1595 Tweet 997
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2265 shares
    Share 906 Tweet 566
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3456 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Menyambut Hari Pertama Sekolah, Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan Orang Tua

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Mengukur Kaki untuk Sepatu yang Benar

    200 shares
    Share 80 Tweet 50
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga