• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Kewajiban Puasa Bukan Hal Baru dalam Syariat, Umat Terdahulu Juga Melakukan Puasa

27/03/2023
in Fokus, Quran Hadis, Unggulan
Keutamaan Qanaah Bagi Seorang Muslim

(foto: pexels-abdulmeilk-aldawsari)

82
SHARES
634
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEWAJIBAN puasa bukan hal baru dalam syariat, umat terdahulu juga melakukan puasa. Penting bagi kita untuk mengetahui ini agar ibadah puasa tidak terasa berat.

Ustaz K.H. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc. menjelaskan sebagai berikut.

Allah juga menyebutkan di dalam ayat yang sama, “sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu”.

كما كتب على الذين من قبلكم

Pendekatan sejarah ini juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi agar orang-orang beriman tidak merasa berat dalam melaksanan puasa di bulan ramadan penuh.

Karena kewajiban puasa ini bukan kewajiban pertama dalam sejarah agama-agama dan bukan hal baru dalam syariat, tetapi merupakan syariat yang juga diwajibkan Allah kepada umat-umat terdahulu.

Secara psikologis, banyaknya orang yang ikut melaksanakan suatu kewajiban bisa meringankan beban yang dirasakan jiwa manusia.

Atau bisa meringankan “tekanan” syariat ini di dalam jiwa dan memudahkan penyampaiannya kepada jiwa.

Apalagi di antara karakter jiwa manusia ini tidak menyukai apa yang namanya ikatan kewajiban, karena jiwa manusia cenderung ingin bebas tidak mau diatur-atur dan dibatasi sehingga jiwa ini harus ditundukkan.

Apalagi jika puasa pada masa umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam ini dibandingkan dengan puasa umat-umat terdahulu. Puasa umat terdahulu lebih berat dan ekstrem dibandingkan dengan puasa kita.

Baca Juga: Cara Melatih Anak Berpuasa Tanpa Memaksa

Kewajiban Puasa Bukan Hal Baru dalam Syariat, Umat Terdahulu Juga Melakukan Puasa

Pada masa umat terdahulu, orang-orang yang berpuasa di siang hari diharamkan makan, minum dan melakukan hubungan suami-istri di malam hari bila tertidur setelah isya’.

Bahkan pada masa awal umat ini hukum tersebut masih diberlakukan hingga terasa berat lalu terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,

di antaranya Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, lalu dengan sebab peristiwa tersebut Allah menghapus hukum tersebut dengan menurunkan ayat-Nya:

اُحِلَّ  لَـکُمْ  لَيْلَةَ  الصِّيَا مِ  الرَّفَثُ  اِلٰى  نِسَآئِكُمْ   ۗ هُنَّ  لِبَا سٌ  لَّـكُمْ  وَاَ نْـتُمْ  لِبَا سٌ  لَّهُنَّ   ۗ عَلِمَ  اللّٰهُ  اَنَّکُمْ  كُنْتُمْ  تَخْتَا نُوْنَ  اَنْفُسَکُمْ  فَتَا بَ  عَلَيْكُمْ  وَعَفَا  عَنْكُمْ   ۚ فَا لْــئٰنَ  بَا شِرُوْهُنَّ  وَا بْتَغُوْا  مَا  کَتَبَ  اللّٰهُ  لَـكُمْ   ۗ وَكُلُوْا  وَا شْرَبُوْا  حَتّٰى  يَتَبَيَّنَ  لَـكُمُ  الْخَـيْطُ  الْاَ بْيَضُ  مِنَ  الْخَـيْطِ

الْاَ سْوَدِ  مِنَ  الْفَجْرِ   ۖ ثُمَّ  اَتِمُّوا  الصِّيَا مَ  اِلَى  الَّيْلِ   ۚ وَلَا  تُبَا شِرُوْهُنَّ  وَاَ نْـتُمْ  عٰكِفُوْنَ   ۙ فِى  الْمَسٰجِدِ   ۗ تِلْكَ  حُدُوْدُ  اللّٰهِ  فَلَا  تَقْرَبُوْهَا   ۗ كَذٰلِكَ  يُبَيِّنُ  اللّٰهُ  اٰيٰتِهٖ  لِلنَّا سِ  لَعَلَّهُمْ  يَتَّقُوْنَ

“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.

Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu.

Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar.

Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid.

Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Sisi sejarah puasa yang disebut dalam ayat puasa ini membantu menguatkan jiwa dan memori orang yang berpuasa sehingga terasa ringan dalam menjalani puasa yang sudah diringankan pelaksanaannya tersebut.

Ketiga, di bagian akhir ayat puasa ini disebutkan:

“لعلكم تتقون “

Ini untuk mengingatkan bahwa puasa ini bukan hanya ujian saja, juga bukan hanya kesulitan yang tidak punya tujuan.

Akan tetapi juga merupakan latihan (riyadhah), tarbiyah (pendidikan), ishlah (perbaikan), tarqiyah (peningkatan) dan tanmiyah (pengembangan) bagi kepribadian orang yang berpuasa.

Setelah menjalani “madrasah ramadan” ini akan menjadi manusia yang utama dan memiliki kepribadian yang kuat, mampu mengendalikan hawa nafsu dan tidak dikendalikan hawa nafsu.

Tujuan atau target ini membuat orang yang berpuasa bersemangat untuk mencapai target yang akan meningkatkan kualitas dirinya.

Ia akan menjalani puasa ini dengan senang hati karena ada target mulia yang diharapkan di sisi Allah.[ind]

(Bersambung)

 

Tags: Kewajiban Puasa Bukan Hal Baru dalam SyariatRamadan Dari HatiUmat Terdahulu Juga Melakukan Puasa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hukum Menikah di Bulan Ramadan

Next Post

Tiga Kunci Sukses Bulan Ramadan

Next Post
Tiga Kunci Sukses Bulan Ramadan

Tiga Kunci Sukses Bulan Ramadan

Masjid Az-Zikra Pasca Ustaz Arifin Ilham

Masjid Az-Zikra Pasca Ustaz Arifin Ilham

Tradisi Buka Bersama Sudah Dimulai Sejak Zaman Rasulullah

Tradisi Buka Bersama Sudah Dimulai Sejak Zaman Rasulullah

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1790 shares
    Share 716 Tweet 448
  • Makna Bendera Merah ‘Jamkaran’ Iran

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8028 shares
    Share 3211 Tweet 2007
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3539 shares
    Share 1416 Tweet 885
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Adam dan Hawa Berusaha Menutupi Aurat dengan Daun Tin

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1691 shares
    Share 676 Tweet 423
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1924 shares
    Share 770 Tweet 481
  • Kisah Agen Wanita Mossad yang Nyusup ke Iran (2)

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4478 shares
    Share 1791 Tweet 1120
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga