• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Tiga Kunci Sukses Bulan Ramadan

27/03/2023
in Khazanah
Tiga Kunci Sukses Bulan Ramadan
97
SHARES
748
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERHATIKAN tiga kunci sukses bulan Ramadan berikut ini. Hal tersebut akan membuat kamu dapat merasakan manfaat yang luar biasa dari bulan Ramadan.

Baca Juga: Perhatikan Dua Waktu Ini Selama Ramadan agar Tubuh Tetap Prima

Tiga Kunci Sukses Bulan Ramadan

Sebaik-baik bekal yang harus kita persiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan sebagai berikut:

1). Taubat Nashuha

Taubat kepada Allah pada dasarnya diwajibkan pasa setiap waktu pasa setiap saat karena tak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan.

Namun kewajiban taubat itu menjadi lebih ditekankan manakala datangnya musim yang agung bulan suci Ramadhan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ

“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuha. Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

(QS. At-Tahrim: 8)

Al-Hafidzh Ibnu Katsir Asy-Syafii rahimahullah menjelaskan di dalam tafsirnya, “Taubat nashuha yang dimaksud dalam ayat ini adalah “taubatan shadiqah” yaitu taubat yang jujur.”

Tidak separuh hati dalam bertaubat akan tetapi hatinya jujur hendak kembali kepada Allah atas semua dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya.

Jujur dengan menyesali perbuatannya, bertekad tidak mengulangi, dan memohon ampun kepada Allah dengan istighfar.

Terutama dosa yang menyangkut hak Allah yaitu perbuatan syirik dan dosa yang menyangkut hak Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dari keyakinan-keyakinan bid’ah, kemudian dosa-dosa maksiat dan juga dosa-dosa yang berkaitan dengan hak manusia dengan meminta penghalalannya.

Semua dosa-dosa itu bisa menghalangi kita dari amal saleh bahkan dapat mempengaruhi keabsahannya.

Maka sebelum memasuki bulan Ramadhan hendaknya kita perbanyak taubat kepada Allah dan bersihkan hati dari seluruh dosa.
Amr bin Qais rahimahullah berkata,

طوبى لمن أصلح نفسه قبل رمضان

“Sungguh beruntung orang yang memperbaiki dirinya sebelum memasuki bulan Ramadhan.”

(Latha’iful Ma’arif hlm. 138)

Dan jangan sampai kita termasuk orang-orang yang celaka disebabkan Allah tidak mengampuni dosa-dosa kita sedang kita merasa sudah beramal dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan dalam sabda beliau,

“Jibril telah mendatangiku kemudian ia berkata, “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan akan tetapi dosa-dosanya tidak Allah ampuni”, maka aku ucapkan, “Amin”.”

(HR. Al-Hakim “Al-Mustadrak” 4/154 sanadnya shahih dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

2). Berdoa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ليس شيء أكرم على الله عز وجل من الدعاء

“Tidak ada sesuatupun yang paling mulia di sisi Allah ‘azza wa jalla melebihi doa.”

(HR. Al-Bukhari “Al-Adabul Mufrad” 712 dll dihasankan Syaikh Nashir)

Doa artinya permohonan seorang hamba kepada Rabbnya tatkala ia berkata, “Yaa Rabbi, yaa Rabbi” atau ungkapan yang serupa itu seraya memohon kepada Allah ta’ala mengabulkan apa yang dia inginkan dan menghilangkan apa yang tidak dikehendakinya.

Adapun pengaruh kuat lemahnya doa kembali kepada keadaan orang yang berdoa.

Sebab itu doa diibaratkan oleh sebagian ulama seperti memanah.

Pertama, adanya sasaran, kedua, panah yang lurus, ketiga, adanya kekuatan untuk menarik busurnya.

Pertama, yang menjadi sasaran dalam doanya hanyalah Allah bukan yang lain, ini yang disebut ikhlas dalam berdoa.

Kedua, panah yang lurus yaitu doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam Al-Qur’an was Sunnah.

Ketiga, yaitu kekuatan berupa kesungguhan ketika berdoa memohon dengan penuh keyakinan bukan coba-coba dan dipanjatkan pada waktu-waktu yang dianjurkan berdoa seperti ketika sujud dalam shalat, sebelum salam, sepertiga akhir malam, ketika turun hujan, antara adzan dan iqamah dan seterusnya.

Siapa yang memperhatikan ketiga hal ini sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan doanya.

Dan dahulu para salaf jauh-jauh hari sebelum memasuki bulan Ramadhan senantiasa berdoa,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

(Allaahumma sallimni ilaa Ramadhan wa sallim li Ramadhan wa tasallamhu minni mutaqabbala)

“Ya Allah sampaikanlah aku kepada bulan Ramadhan dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku dan terimalah amalan-amalanku yang kukerjakan.”

3). Ilmu Syar’i

Mempelajari ilmu-ilmu yang menunjang kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan seperti fikih puasa bagaimana sifat puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, apa saja pembatal-pembatal puasa, apa saja hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa dan menggugurkannya.

Kemudian ilmu yang mengantarkan kita bermujahadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, keistimewaan malam lailatul qadr, kewajiban zakat, shalat Ied dan berhari raya.

Dan juga yang tak kalah pentingnya ilmu-ilmu di seputar akidah tauhid, tazkiyatun nafs, adab dan etika serta tadabbur Al-Qur’an.

Semua itu harus dipelajari ilmunya agar ibadah dan ketaatan yang kita jalani pada bulan Ramadhan tidak berujung sia-sia.

Khalifah Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata,

من عبد الله بلا علم يفسد أكثر مما يصلح

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa petunjuk ilmu maka akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki.”

Nasihat beliau sebagai peringatan akan bahayanya ibadah yang dikerjakan dengan kejahilan.

Boleh jadi dirinya menyangka benar apa yang salah atau menganggapnya sebagai amal ketaatan dan berpahala padahal menyelisihi petunjuk syariat.

Alhasil, ilmu adalah imamnya amal dan ilmu akan menuntun seseorang beribadah kepada Allah dengan cara yang benar khususnya ibadah-ibadah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan serta menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang bertakwa. [Cms]

https://t.me/manhajulhaq

Tags: Kunci sukses bulan ramadan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kewajiban Puasa Bukan Hal Baru dalam Syariat, Umat Terdahulu Juga Melakukan Puasa

Next Post

Masjid Az-Zikra Pasca Ustaz Arifin Ilham

Next Post
Masjid Az-Zikra Pasca Ustaz Arifin Ilham

Masjid Az-Zikra Pasca Ustaz Arifin Ilham

Tradisi Buka Bersama Sudah Dimulai Sejak Zaman Rasulullah

Tradisi Buka Bersama Sudah Dimulai Sejak Zaman Rasulullah

Surat An-Naziat 1-5

Surat An-Naziat Ayat 1-5, Malaikat yang Sifatnya Bermacam-Macam

  • Mengenal Anger Release

    Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3476 shares
    Share 1390 Tweet 869
  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7944 shares
    Share 3178 Tweet 1986
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    601 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11144 shares
    Share 4458 Tweet 2786
  • Tahun Ketiga JIBS Movie Festival 2026 Jadi Apresiasi Spesial untuk Siswa Siswi JIBBS dan JIGS

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4440 shares
    Share 1776 Tweet 1110
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4126 shares
    Share 1650 Tweet 1032
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2896 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3216 shares
    Share 1286 Tweet 804
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga