MASA balita adalah periode emas dalam perkembangan anak. Pada usia inilah otak mereka menyerap berbagai informasi dengan sangat cepat, termasuk bahasa, suara, dan simbol. Karena itu, mengenalkan huruf hijaiyah sejak dini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Bukan dengan cara yang kaku, melainkan melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak.
Para ahli pendidikan anak usia dini menekankan bahwa balita belajar paling baik melalui bermain, pengulangan, dan interaksi hangat bersama orang tua. Penelitian tentang pembelajaran huruf hijaiyah juga menunjukkan bahwa media interaktif seperti lagu, flashcard, permainan, dan pendampingan rutin lebih efektif meningkatkan minat belajar dibandingkan metode yang monoton.
Baca Juga: Masker Wortel dapat Mengatasi Kulit Kusam, Simak Cara Pembuatannya Berikut
Tips untuk Para Orang Tua Mengajarkan Huruf Hijiayah bagi Anak Balita
1. Mulai dari satu atau dua huruf setiap hari
Jangan terburu-buru mengenalkan seluruh 28 huruf hijaiyah sekaligus. Balita memiliki rentang perhatian yang masih pendek, sehingga cukup kenalkan satu hingga dua huruf dalam satu sesi belajar selama 5–10 menit.
Misalnya hari ini mengenalkan huruf Alif dan Ba, lalu ulangi kembali keesokan harinya sebelum menambah huruf baru. Pengulangan ringan membantu anak mengingat tanpa merasa terbebani.
Ejurnal
2. Gunakan lagu dan irama yang ceria
Anak-anak sangat mudah mengingat sesuatu melalui musik. Cobalah menyanyikan urutan huruf hijaiyah dengan nada sederhana sambil bertepuk tangan atau bergerak mengikuti irama. Aktivitas ini tidak hanya melatih daya ingat, tetapi juga membuat suasana belajar terasa seperti bermain.
Pendekatan bernyanyi termasuk salah satu metode yang banyak digunakan dalam pembelajaran hijaiyah pada anak usia dini karena mampu meningkatkan antusiasme mereka.
3. Manfaatkan flashcard berwarna
Flashcard menjadi media sederhana tetapi sangat efektif. Pilih kartu dengan huruf yang besar, warna menarik, dan gambar pendukung jika diperlukan. Tunjukkan satu kartu, sebutkan bunyinya dengan jelas, lalu minta anak menirukannya tanpa memaksa.
Penelitian pada anak usia 5–6 tahun menunjukkan penggunaan kartu huruf dapat membantu kemampuan mengenali bentuk hijaiyah sekaligus meningkatkan fokus belajar.
4. Libatkan semua indra anak
Balita belajar lebih cepat ketika melibatkan sentuhan. Orang tua dapat mengajak anak menulis huruf hijaiyah di pasir, tepung, papan tulis, atau plastisin. Dengan meraba dan membentuk huruf, anak tidak hanya menghafal bentuknya tetapi juga melatih koordinasi motorik halus.
Aktivitas multisensori seperti ini terbukti membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak mudah membosankan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
5. Jadilah teladan setiap hari
Cara paling kuat mengajarkan hijaiyah adalah melalui kebiasaan di rumah. Saat orang tua membaca Al-Qur’an, ajak anak duduk di samping sambil menunjuk huruf yang sedang dibaca. Mereka akan memahami bahwa huruf hijaiyah bukan sekadar pelajaran, tetapi bagian dari ibadah yang dilakukan setiap hari.
Tidak masalah jika anak belum bisa mengucapkan semuanya dengan sempurna. Yang terpenting adalah tumbuh rasa cinta dan kedekatan dengan Al-Qur’an sejak usia dini.
***
Mengajarkan huruf hijaiyah bukan tentang siapa yang paling cepat hafal, melainkan bagaimana orang tua membangun kenangan indah bersama buah hati. Lima hingga sepuluh menit setiap hari dengan penuh kasih sayang jauh lebih bermakna daripada belajar lama tetapi penuh tekanan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an sejak balita. [DW]





