ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Minggu, 17 November 2019 | 20 Rabiul Awwal 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
PARENTING

Meneladani Rasulullah dalam Mendidik Generasi Sahabat (Bagian 3)

28 February 2018 05:30:02
#parenting #nabawiyah #keluarga #islam #kids
pexels.com

ChanelMuslim.com - Yang mampu menjawab persoalan-persoalan yang terjadi saat ini adalah pendidikan. Satu kata yang memiliki makna yang universal dan ruang lingkup yang luas. Memiliki alur yang jelas dan tegas, yaitu pendidikan individu, keluarga, masyarakat baru kemudian umat manusia. Masing-masing pendidikan tersebut memiliki banyak aspek yang kesemuanya bermuara pada terciptanya masyarakat yang ideal.

5. Kurikulum Pendidikan ala Rasulullah

Pendidikan anak merupakan bagian dari pendidikan individu. Islam berusaha mempersiapkannya dan membinanya sebagai upaya menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berguna dan manusia yang shaleh di dalam kehidupan ini.

Pendidikan anak, jika dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik dan terarah maka ia tidak lain adalah fondasi yang kuat untuk mempersiapkan pribadi yang shaleh dan yang mampu bertanggung jawab atas segala persoalan yang muncul dalam kehidupannya kelak. Ada beberapa pokok pendidikan yang Rasulullah tegakan untuk para sahabat.

Pertama, Membatasi pembinaan hanya dengan manhaj rabbani

Islam adalah agama kehidupan, agama kemanusiaan, agama kesadaran, pendidikan dan pembinaan. Ketika umat Islam kembali kepada Islam maka kedamaian akan menguasai dunia ini.

Kedua, Memurnikan hidup dari segala kepentingan duniawi dan manfaat-manfaat yang tidak kekal.

Selalu memastikan apa yang dimakan oleh anak-anak dan keluarga adalah halal. Selalu memastikan bahwa apa yang kita lakukan itu bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.

Ketiga, Dimulai dengan membangun aqidah ummat sebelum membangun syari’at (hukum).

Membangun kecintaan pada Allah, Rasulullah dan risalah ini terlebih dahulu.

Keempat, Sejak pertama kali wujud pembinaannya adalah gerakan yang dinamis.

Melakukan pembinaan anak dapat dilakukan dengan cara-cara yang kreatif dan memancing daya eksplorasi anak. Islam itu luwes dan tidak kaku karena ilmu Allah itu sangat luas.

Kelima, Jelas tujuannya serta tidak bercampur aduk dengan pemikiran lain.

Ketika arah dan tujuan pendidikan di dalam keluarga sudah jelas yaitu surga, maka kita harus istiqomah untuk mempelajari dan kemudian melaksanakannya dalam rumah tangga kita. Istiqomah dalam beribadah kepada Allah. Istiqomah untuk selalu membangun kecintaan anak kepada Allah, Rasulullah dan Al qur’an.

Keenam, Membina “Qoidah Shalabah” (kelompok inti) yang dapat membantu pendidikan dalam keluarga.

Didik dan binalah anak-anak yang terbesar terlebih dahulu. Tegakkan Islam di dalam dirinya sehingga kelak anak-anak itu bisa membantu adik-adiknya dan orang-orang di sekitarnya untuk mengenal Islam dan menegakkannya dalam diri mereka.

Ketujuh, Memanfaatkan dan mempergunakan semua daya serta potensi yang ada.

Maksimalkan waktu yang ada. Segala sesuatu yang ada di rumah dapat dijadikan media pembelajaran untuk anak-anak.

Kedelapan, Menanamkan pada anak, bahwa nilai seseorang itu terletak pada takwanya.

Mengajarkan pada anak tentang nilai seorang manusia dengan memahami maksud penciptaan manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah.

Kesembilan, Pembinaan melalui celah-celah peristiwa dan aktifitas yang konkrit.

Ayah Bunda harus dengan jeli melihat kondisi anak. Apa yang sedang mereka alami dan pikirkan. Jadikan ini sebagai bahan diskusi untuk diambil hikmahnya. Ayah Bunda juga senantiasa mendampingi mereka dalam aktivitas keseharian mereka. Membuat percakapan yang mendalam soal aktivitas rutinitas mereka. Ada saatnya melakukan aktivitas bersama seperti shalat berjama’ah atau berkebun.

Kesepuluh, Menanamkan kepercayaan dalam lubuk hati akan pertolongan Allah.

Selalu menyertakan Allah dalam setiap aktivitas agar anak mempunyai keyakinan yang besar kepada Allah.

Kesebelas, Menjadi teladan dengan amal yang nyata.

Bagaimana bisa anak-anak menjadi lurus jalannya jika kita, orangtuanya bersikap bengkop dalam kehidupan sehari-hari. Ayah Bunda adalah inspirasi bagi ananda.

Keduabelas, Bersikap lembut dan penyayang, bukan kasar dan menyakitkan.

Sikap kasar dan menyakitkan akan menimbulkan luka trauma yang sulit dilupakan.

Ketigabelas, Berwawasan jauh kedepan, khususnya dalam perubahan dari satu fase ke fase yang lain.

Ayah Bunda perlu membekali diri tentang ilmu perkembangan anak dan juga perkembangan yang terjadi di dunia ini. Dua hal ini sangat bermanfaat untuk membekali ananda, bagaimana menghadapi perubahan.

Selesai. (Maya Agustiana)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
Bantu Pengungsi Gempa Maluku bersama Chanel Muslim
 
TOPIK :
parenting
nabawiyah
keluarga
islam
kids
 
BERITA LAINNYA
 
 
PARENTING
26 November 2018 08:48:45

Nussa Rarra : Animasi Anak Islam Indonesia untuk Dunia

 
PARENTING
02 August 2018 09:00:04

10 Alasan Gawai Harus Dilarang Penggunaannya Bagi Anak

 
PARENTING
06 July 2018 15:53:56

Tik Tok Diblokir Terbitlah Bowo

indonesia dermawan, act, aksi cepat tanggap, cmm peduli
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284