DALAM kehidupan modern, peran ayah sering dianggap hanya sebagai pencari nafkah atau figur fisik di rumah. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa kehadiran ayah yang emosional dan spiritual sama pentingnya dengan kehadirannya secara fisik.
Tanpa keterlibatan ayah yang utuh, anak-anak berisiko menghadapi berbagai tantangan perilaku dan emosional, mulai dari kecenderungan terlibat kekerasan hingga kurangnya kesiapan menghadapi masa remaja.
Buku Ayah: Peran Vitalnya Dalam Pengasuhan karya Kunti Indra Karmadewi, Marlina Gufron, Kholidin, dan rekan-rekan menyoroti secara mendalam bagaimana keterlibatan ayah dapat membentuk karakter dan perkembangan anak.
1. Risiko Terlibat Kriminalitas dan Kekerasan
Salah satu konsekuensi nyata dari ayah yang hadir hanya secara fisik adalah meningkatnya kecenderungan anak untuk terlibat dalam perilaku kriminal atau kekerasan.
Fenomena sosial seperti cabe-cabean, terong-terongan, dan tawuran antar pelajar SMA menjadi contoh nyata dampak dari kurangnya keterlibatan ayah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Anak-anak yang ayahnya jarang hadir secara emosional cenderung merasa kurang pengawasan, bimbingan, dan kontrol yang tegas, sehingga lebih rentan melakukan tindakan yang melanggar norma sosial.
2. Kecenderungan Aktivitas Seksual Dini
Selain itu, remaja yang tumbuh dalam lingkungan tanpa keterlibatan ayah yang memadai sering menunjukkan perilaku seksual yang lebih aktif.
Pada masa remaja, hormon anak bergerak lebih cepat dibandingkan usia lainnya. Jika ayah tidak berperan aktif dalam pengasuhan dan perhatian, remaja berpotensi lebih mudah terjerumus pada seks bebas.
Hal ini menegaskan pentingnya peran ayah dalam memberikan edukasi, batasan, dan panduan secara konsisten.
3. Kurangnya Pengawasan dan Pendampingan
Kehadiran ayah yang emosional juga berperan penting dalam pengawasan dan pendampingan anak.
Ayah yang berbicara dengan anak, meskipun sesekali, memiliki dampak signifikan terhadap kontrol perilaku anak.
Komunikasi dari ayah biasanya lebih singkat, terarah, dan mudah diingat, berbeda dengan cara komunikasi ibu yang cenderung panjang lebar sehingga kadang membingungkan anak mengenai inti pesan yang ingin disampaikan.
Jika Ayah Hanya Ada Secara Fisik tapi Bukan Secara Emosional dan Spiritual
Baca juga: 8 Alasan Mengapa Anak Membutuhkan Kehadiran Ayah
Misalnya, menjelang masa pubertas, seorang ayah yang membahas topik sensitif seperti pacaran atau perubahan emosi anak akan mempersiapkan anak lebih matang menghadapi realitas tersebut.
Pendekatan ini menekankan bahwa peran ayah bukan hanya sebagai figur otoritas, tetapi juga sebagai teman dan pembimbing yang membantu anak memahami dunia secara lebih jelas.
Kehadiran ayah yang aktif dan penuh perhatian dapat mengurangi risiko anak terjerumus ke perilaku negatif, meningkatkan pengawasan terhadap remaja, dan membantu anak memahami kehidupan dengan lebih matang.
Dengan demikian, pengasuhan yang efektif adalah kolaborasi antara ayah dan ibu, di mana masing-masing memiliki peran unik dan saling melengkapi, sehingga anak tumbuh menjadi individu yang seimbang secara emosional, sosial, dan moral.[Sdz]





