• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 12 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bahagia Seperti Apa yang Dibutuhkan dalam Pengasuhan Anak?

18/08/2025
in Parenting
Bahagia Seperti Apa yang Dibutuhkan dalam Pengasuhan Anak?

(foto: pixabay)

86
SHARES
659
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DALAM pengasuhan anak, kebahagiaan ibu begitu sangat mempengaruhi. Kebahagiaan ibu dalam pengasuhan anak begitu penting, di antaranya dapat mempengaruhi penentuan karakter anak saat dewasa.

Anak memiliki nilai diri yang baik, anak lebih sukses di bidang akademis, menentukan kepuasan hidup pada anak saat dewasa serta mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Ibu yang senantiasa bahagia mengasuh anak akan menjadikannya sebagai ladang investasi ke depan.

Sebuah ungkapan tentang pentingnya kebahagiaan ibu menyebutkan “If mother aint happy aint nobody happy.” Artinya, jika ibu tidak bahagia, maka tidak seorang pun yang bahagia.

“Jika kebahagiaan sangat mempengaruhi, maka apa sebenarnya makna bahagia dari kita?” tanya Ustazah Herda Hasanah, mengawali topik tentang definisi bahagia pada kegiatan Majelis Ibu yang dihelat oleh Muslimah DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (30/9/23).

Baca juga: 19 Cara Positive Parenting yang Wajib Diketahui Orangtua

Bahagia Seperti Apa yang Dibutuhkan dalam Pengasuhan Anak?

Bahagia itu apakah dengan banyaknya harta atau jabatan? Ternyata kebahagiaan yang sesungguhnya yang harus dimiliki ialah kekayaan hati.

Sesuai hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shalallahu’ Alaihi Wasallam bersabda, “Hakikat kaya bukan dari banyaknya harta. Namun kekayaan hati.” (HR.Bukhari).

Ustazah yang kerap disapa Ummu Maryam ini melanjutkan bahwa kekayaan hati di sini ialah penerimaan kenyataan yang ada.

Penerimaan takdir yang Allah berikan kepada kita. Namun bukan berarti penerimaan takdir yang dimaksudkan adalah ketika menerima sekedar takdir itu begitu saja.

Melainkan ada usaha bagaimana menghadapi suatu hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi diri kita. Pada proses penerimaan itu ada usaha bukan hanya sekadarnya. Jika sekadarnya namanya putus asa.

Hal terpenting adalah dari bentuk kekayaan hati itu adalah tawakkal.

“Meyakini bahwa yakin dari usaha yang diri kita lakukan akan ada hasil terbaik yang Allah berikan. Seperti menerima kondisi anak dan suami yang tidak sesuai harapan kita,” lanjut trainer dan konselor Rumah Parenting Bekasi ini.

Lalu beberapa kasus ditemukan sebagian seorang ibu merasa tidak bahagia dalam mengasuh sang anak.

Mengapa hal itu terjadi? Ternyata hal yang sering terjadi ialah tidak ada waktu untuk diri sendiri atau biasa dikenal istilah “me time”.

Mindset seorang ibu biasanya merasa bahwa ia harus berkorban apapun kondisinya. Padahal berkorban itu seharusnya tidak mengabaikan diri sendiri. Ini sama saja dengan mendzholimi diri sendiri.

Kemudian sebagai orangtua kita menuntut untuk anak menjadi seorang yang penurut dan patuh sesuai mindset kita sehingga berujung membuat diri merasa capek dalam mengasuh mereka.

Padahal anak bukan seorang robot. Ia memiliki perasaan dan pikiran sendiri. Mereka punya cara untuk patuh dan menurut sesuai keunikan masing-masing.

Hal yang membuat tidak bahagia dalam pengasuhan anak adalah tidak menikmati hari ini.

Tidak menikmati setiap proses dan momen suka duka dari tumbuh kembang anak yang tidak akan bisa terulang lagi sepanjang hidup.

Dari problematika yang terjadi solusi dari bagaimana menjadi ibu bahagia dalam mengasuh anak ialah kenali diri sendiri agar tahu sisi kelebihan dan kekurangan kita sebagai ibu sehingga ada usaha untuk memperbaikinya.

Hindari membandingkan diri sendiri. Membandingkan tumbuh kembang anak dengan anak yang lainnya. Mengendalikan emosi agar dapat mengontrol ketika sedang mengasuh anak.

Berpikir positif untuk memberi afirmasi positif yang melahirkan tindakan yang bijak. Mengasuh anak adalah tanggung jawab bersama bukan hanya diemban dari seorang ibu.

Tetapi seorang ayah memiliki peranan penting, maka hangatkan hubungan dengan suami untuk saling mendukung.

Terakhir dari solusi yang kadangkala terabaikan ialah seorang ibu harus lagi-lagi memiliki me time.

Majelis Ibu merupakan kegiatan untuk membekali para ibu dalam menjalankan perannya dalam rumah tangga.

Diharapkan dengan kegiatan ini, rumah tangga menjadi lebih berkualitas sehingga keluarga pun menjadi berkualitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan muslimah se-Sulawesi Selatan melalui aplikasi Zoom meeting.[ind]

Tags: Bahagia Seperti Apa yang Dibutuhkan dalam Pengasuhan Anak?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

3 Bahan Kue Pengganti Gula

Next Post

Perhatian Rasulullah terhadap Kebersihan Lingkungan

Next Post
Kiat Menjalani Keseharian agar Sukses Dunia Akhirat

Perhatian Rasulullah terhadap Kebersihan Lingkungan

Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Keberkahan Pergi pada Pagi Hari untuk Mencari Nafkah

Keutamaan Peduli terhadap Hewan

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    300 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Resep Singkong Keju Goreng

    134 shares
    Share 54 Tweet 34
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7823 shares
    Share 3129 Tweet 1956
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Agar Bidadari Cemburu Padamu

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

    220 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 6 dan 7, Manusia Benar-Benar Melampaui Batas

    193 shares
    Share 77 Tweet 48
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    541 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Gelar Majelis Taklim di Pendopo, Fery Farhati Berpesan Agar Semangat Mendatangi Majelis Ilmu

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga