UPAYA mencegah anak perempuan menjadi korban kejahatan seksual tidak dapat dilepaskan dari kualitas hubungan antara orang tua dan anak.
Menurut Bendri Jaisyurrahman, praktisi parenting Islam dan penggiat keayahan, pendekatan emosional yang hangat dan konsisten dapat membantu membangun rasa aman sekaligus memperkuat kedekatan dalam keluarga.
Salah satu bentuk yang disarankan adalah meningkatkan frekuensi sentuhan fisik yang positif.
Sentuhan seperti usapan lembut di punggung atau pelukan dapat membantu anak merasa diperhatikan dan dicintai.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Secara psikologis, interaksi ini dapat merangsang produksi oksitosin, yaitu hormon yang berperan dalam membangun kedekatan emosional.
Dengan adanya ikatan yang kuat, anak cenderung lebih terbuka kepada orang tua, termasuk ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Selain itu, mengungkapkan rasa sayang secara personal juga dinilai penting.
Penyampaian yang dilakukan secara privat, misalnya dengan nada lembut atau bisikan, dapat membuat anak merasa dihargai secara khusus.
Hal ini berkontribusi pada pembentukan rasa percaya diri serta keyakinan bahwa dirinya memiliki tempat aman untuk kembali.
Agar Anak Perempuan Tidak Jadi Korban Kejahatan Seksual
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Kasus Kejahatan Seksual Sebaiknya Tidak di-Blow up
Praktik lain yang dianjurkan adalah berdoa di hadapan anak.
Kebiasaan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian orang tua, tetapi juga membantu anak memahami harapan dan nilai yang ditanamkan dalam keluarga.
Anak dapat merasakan bahwa dirinya didukung secara emosional maupun spiritual.
Meskipun demikian, langkah-langkah tersebut sebaiknya dilengkapi dengan edukasi yang jelas mengenai batasan tubuh, kemampuan berkata “tidak,” serta keberanian untuk melapor jika menghadapi situasi berbahaya.
Pendekatan yang menyeluruh—menggabungkan kedekatan emosional dan edukasi praktis—akan lebih efektif dalam membantu anak mengenali serta menghindari potensi risiko di lingkungannya.[Sdz]





