ADA masa ketika seseorang merasa dirinya terlalu jauh dari Allah. Kesalahan yang pernah dilakukan terus terbayang, dosa terasa menumpuk, dan hati dipenuhi rasa malu untuk kembali beribadah. Akhirnya, muncul pikiran bahwa dirinya tidak pantas berdoa, membaca Al-Qur’an, atau mendekat kepada Allah. Padahal, justru ketika merasa penuh dosa, saat itulah kita paling membutuhkan pertolongan-Nya.
Jangan takut mendekat kepada Allah meskipun dirimu merasa sekotor apa pun. Allah tidak meminta manusia menjadi sempurna terlebih dahulu untuk datang kepada-Nya. Sebaliknya, pintu ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali. Masa lalu bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Kesalahan yang pernah dilakukan tidak harus menjadi akhir perjalanan, tetapi dapat menjadi titik awal untuk berubah.
Baca Juga: Peran Penting Stasiun Cipendeuy di Jalur Selatan Pulau Jawa
Jangan Menjauh dari Allah Hanya Karena Merasa Banyak Dosa
Mungkin hari ini kita masih sering jatuh pada kesalahan yang sama. Sudah berusaha meninggalkan maksiat, tetapi beberapa waktu kemudian kembali terjatuh. Jangan menjadikan kegagalan itu alasan untuk berhenti taat. Bangkitlah setiap kali terjatuh. Jika perlu bertaubat berkali-kali, maka bertaubatlah berkali-kali. Yang terpenting adalah jangan pernah merasa bahwa kembali kepada Allah sudah tidak ada gunanya.
Ketaatan memang tidak selalu langsung membuat seseorang berubah dalam semalam. Namun, kebiasaan mendekat kepada Allah perlahan dapat melembutkan hati. Salat yang dijaga, doa yang dipanjatkan, istighfar yang diucapkan, serta usaha menjauhi hal-hal buruk sedikit demi sedikit membentuk diri menjadi lebih baik. Jangan remehkan langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Begitu pula dengan doa. Jangan bosan meminta hanya karena apa yang diharapkan belum juga terwujud. Terkadang kita terlalu sibuk menunggu jawaban sampai lupa bahwa berdoa sendiri merupakan bentuk kedekatan dengan Allah. Ketika tangan terangkat dan hati mencurahkan segala keluh kesah, ada ketenangan yang perlahan hadir.
Tidak semua doa dijawab sesuai waktu dan keinginan kita. Ada hal yang mungkin ditunda karena waktunya belum tepat. Ada pula sesuatu yang tidak diberikan karena Allah mengetahui bahwa hal tersebut bukan yang terbaik. Karena itu, jangan berhenti berdoa hanya karena hasilnya belum terlihat.
Tetaplah mendekat meski merasa banyak dosa. Tetaplah taat meski pernah berulang kali jatuh. Tetaplah berdoa meski penantian terasa panjang. Sebab, perjalanan menuju Allah bukan tentang menjadi manusia tanpa kesalahan, melainkan tentang tidak pernah berhenti kembali ketika kita tersesat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selama masih diberi kesempatan untuk hidup, selalu ada ruang untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan rasa bersalah membuat kita menjauh dari Allah. Jadikan rasa itu sebagai dorongan untuk kembali, memohon ampun, dan memulai langkah baru. Semoga setiap langkah kecil menuju-Nya menjadi jalan bagi hati untuk menemukan ketenangan dan kehidupan yang lebih baik. [DW]





