FITNAH kekuasaan itu dahsyat. Karena korbannya bukan satu atau dua orang. Melainkan, begitu banyak orang.
Sebelum wafat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah ‘mewariskan’ kekuasaan politiknya. Berdasarkan kesepakatan para sahabat, terpilihlah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah.
Beliau berkuasa selama dua tahun lebih. Hal ini karena ayahanda dari Sayyidah Aisyah ini wafat karena sakit.
Bisa dibilang, dari empat Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali; hanya Abu Bakar yang wafat dalam keadaan sakit. Tiga lainnya wafat karena terbunuh. Insya Allah mereka terbunuh dalam meraih pahala syahid.
Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkuasa selama sekitar 10 tahun. Kepemimpinannya terhenti karena beliau terbunuh oleh musuh Islam yang menyusup ke jamaah shalat Subuh.
Khalifah Umar yang saat itu mengimami shalat Subuh dilukai dari belakang dengan menggunakan pisau. Pelaku merupakan warga Persia yang dendam karena penaklukan Khalifah Umar terhadap wilayah kekaisarannya.
Setelah Khalifah Umar, umat bersepakat mengangkat Khalifah Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkuasa selama sekitar 12 tahun, merupakan khalifah yang terlama.
Khalifah Usman pun wafat karena terbunuh di rumahnya. Saat itu, beliau sedang membaca Al-Qur’an, tiba-tiba ada beberapa orang menyelinap masuk dan langsung membunuh khalifah.
Kali ini, yang membunuh Khalifah Usman adalah umat Islam sendiri, yaitu dari kaum Khawarij. Kelompok ini kelak menjadi ‘duri dalam daging’ terhadap umat Islam secara umum.
Setelah itu, umat bersepakat untuk mengangkat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah. Kali ini pengangkatan Ali mengalami konflik di antara umat Islam. Karena itulah, Khalifah Ali memindahkan pusat pemerintahannya di Basrah, Irak saat ini. Bukan di Madinah seperti khalifah-khalifah sebelumnya.
Khalifah Ali bin Abi Thalib pun berhenti berkuasa karena mengalami pembunuhan. Beliau menjadi khalifah sekitar lima tahun.
Pembunuhannya juga dilakukan di saat khalifah sedang mengimami shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung. Pelakunya juga dari kelompok Khawarif yang bernama Abdurrahman bin Muljam.
Pembunuhan terhadap Khalifah Ali tidak berhenti sampai di situ. Dua putera beliau: Hasan bin Ali dan Husein bin Ali radhiyallahu ‘anhum juga mengalami rekayasa pembunuhan, beberapa bulan setelah itu. Sebabnya sama: intrik-intrik kekuasaan dan pelakunya juga umat Islam.
Karena intrik kekuasaan pula, umat Islam saat itu mengalami perpecahan. Ada Sunni, Syiah, Khawarij, dan lainnya. Betapa dahsyatnya fitnah kekuasaan.
**
Hikmah dan maslahat kekuasaan itu memang sangat luar biasa. Disebabkan satu orang, jutaan orang akan mendapatkan kebaikan dan kesejahteraan.
Namun, fitnahnya juga tidak kalah dengan kebaikannya. Karena fitnah kekuasaan, bukan hanya banyak orang yang akan berpecah. Bahkan bangsa pun bisa terbelah atau hancur.
Berhati-hatilah dengan ujian kekuasaan. Jaga amanah kekuasaan sebaik mungkin. Godaannya memang dahsyat, tapi bahayanya juga sangat menghancurkan. [Mh]


