• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 1 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Agar Tidak Terlalu Sedih Saat Duka dan Tidak Terlalu Gembira Kala Bahagia

31/08/2022
in Nasihat
Tak Ada yang Pasti untuk Esok Hari

Ilustrasi, foto: Alpha Coders

111
SHARES
853
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KETETAPAN takdir sudah Allah tentukan jauh sebelum alam diciptakan. Hal ini agar kita tidak terlalu sedih terhadap yang luput dan tidak terlalu gembira terhadap yang diterima.

Pernahkah kita mengalami musibah yang menyedihkan? Dan sangat wajar jika ada rasa sedih ketika mengalami hal itu.

Pernahkah pula kita mengalami rezeki ‘nomplok’ atau rezeki dadakan? Dan sangat wajar jika ada gembira ketika mengalami hal itu.

Dua keadaan yang bertolak belakang itu direspon jiwa dengan reaksi yang berbeda. Ada sedih dan ada pula gembira.

Namun yang tidak boleh adalah ketika sedihnya berlarut-larut. Meskipun peristiwanya sudah berlalu sekian lama, tapi rasa sedihnya masih terus muncul tenggelam.

Begitu pun dengan gembira yang melampaui kewajaran. Disambut dengan pesta besar seolah jalan hidup akan terus datar.

Allah subhanahu wata’ala meluruskan dua sikap ekstrim ini: terlalu sedih dan terlalu gembira. Allah berfirman,

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.

“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” (QS. 57: 22-23)

Bencana dan rezeki itu rahasia Allah, kapan dan bagaimana datangnya. Dan masing-masing kita boleh jadi akan mengalami takaran yang berbeda-beda.

Dengan memahami ayat ini, diharapkan seorang mukmin tetap dalam jalur istiqamah. Bagaimana pun dan apa pun yang akan dialaminya: bencana atau bahagia.

Jangan sampai kita seperti orang yang salah menyikapi ujian ini. Ketika dapat bahagia ia merasa bahwa Allah memuliakannya. Dan ketika dapat bencana, ia merasa bahwa Allah menghinakannya.

Yaitu, adanya buruk sangka pada Allah. Seolah-olah kalau orang soleh harus memperoleh bahagia di dunia. Sehingga sepanjang hidup dihiasi dengan senyum dan tawa.

Kalau seperti ini yang ada dalam imajinasi kita, maka orang yang paling kaya, paling selalu bahagia adalah para Nabi dan para sahabatnya.

Kenyataannya, justru merekalah orang yang paling banyak mengalami peristiwa duka. Seperti dijadikan musuh oleh para penguasa, dikejar-kejar, disiksa, diusir, bahkan dibunuh. Begitu pun terhadap keluarga mereka.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki tujuh putra dan putri. Dari tujuh itu, hanya satu yang wafat setelah beliau wafat.

Enam putra-putri Rasul wafat saat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup. Bayangkan bagaimana rasa dukanya, bagaimana rasa kehilangannya.

Jadi, tetaplah istiqamah menapaki jalan hidup ini: dalam suasana duka maupun bahagia. Agar kita tidak terlalu sedih ketika datang bencana dan tidak terlalu gembira ketika datang bahagia. [Mh]

 

Tags: istiqamahujian hidup
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

300 Ribu Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM dari BPJPH Kemenag, Begini Syarat Mendapatkannya

Next Post

Keajaiban Alquran Mengenai Angka 7

Next Post
Ustadz Farid Nu'man Hasan: Penamaan Malaikat Izrail

Keajaiban Alquran Mengenai Angka 7

Adab Seorang Muslim setiap Selesai Ibadah

Kisah Ummu Salamah, Buah Manis Dari Sebuah Pengorbanan

Syekh Muhammad Jaber Tulis Pesan Menyentuh: Kebanggaanku Ayahku

Syekh Muhammad Jaber Tulis Pesan Menyentuh: Kebanggaanku Ayahku

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8129 shares
    Share 3252 Tweet 2032
  • Berlatihlah Memanah dan Jangan Tinggalkan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Daftar Harga BBM di Indonesia Saat Ini

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Siswa SMA Jakarta Islamic School Lolos Kampus Dalam dan Luar Negeri Lewat Jalur Talent Scouting

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1965 shares
    Share 786 Tweet 491
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11226 shares
    Share 4490 Tweet 2807
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3616 shares
    Share 1446 Tweet 904
  • Beberapa Inspirasi Model Kebaya Modern Hijab Masa Kini

    193 shares
    Share 77 Tweet 48
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga