• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 18 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Ummu Salamah, Buah Manis Dari Sebuah Pengorbanan

01/09/2022
in Kisah
Adab Seorang Muslim setiap Selesai Ibadah
103
SHARES
789
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH Ummu Salamah mengajarkan kepada kita tentang buah manis dari sebuah pengorbanan. Kesabaran dan pengorbanan yang ikhlas akan selalu membuahkan hal yang manis.

Namun, tentu hasil itu tidak diperoleh dengan mudah atau dalam waktu yang singkat. Seperti kisah pengorbanan dan kesabaran Ummu Salamah ketika peristiwa hijrah bersama Rasulullah.

Baca Juga: Belajar dari Ummu Salamah

Kisah Ummu Salamah, Buah Manis dari Pengorbanan

Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin seperti itulah yang dirasakan Ummu Salamah ketika harus terpisah dari suami dan anak semata wayangnya.

Sudahlah ia tak bisa ikut suaminya hijrah ke Madinah, buah hatinya pun dirampas dari tangannya. Isak tangis sepanjang pagi hingga sore terus membasahi wajahnya kala itu.

Ummu Salamah semula hendak hijrah dari Mekkah ke Madinah bersama suaminya Abu Salamah dan putranya, Salamah. Akan tetapi, rencana mereka kandas di tengah jalan tatkala keluarganya menghadang kepergian mereka.

Ketika itu, keluarga kecil ini hendak berangkat menuju Madinah menunggangi unta. Sang anak yang masih kecil, Salamah berada dalam gendongan ibunya di dalam sekedup.

Tiba-tiba di tengah jalan mereka dicegat Bani Mughirah, kerabat Ummu Salamah. Rupanya mereka tak rela bila ada anggota keluarganya yang pergi ke Madinah.

Keluarga Ummu Salamah ini pun merebut onta yang dikendarai Abu Salamah dan berkata, “Kami tidak mengkhawatirkan jiwamu, tetapi apa pendapatmu mengenai wanita kami ini (maksudnya Ummu Salamah)? Apa jaminannya, jika kami biarkan dia berjalan ke negeri tersebut bersamamu?”

Karena Abu Salamah tak bisa memberi jaminan apa pun, akhirnya keluarga Ummu Salamah merebut Ummu Salamah dari tangan Abu Salamah. Kejadian ini membuat keluarga besar Abu Salamah, Bani Abdul Asad marah. Mereka tak rela anggota keluarga mereka diperlakukan seperti itu.

Keluarga Abu Salamah pun berkata, “Kami tidak akan membiarkan putra kami (maksudnya anak Abu dan Ummu Salamah) pergi bersama ibunya yang telah kalian rebut dari tangan keluarga kami.”

Kedua keluarga itu lantas saling memperebutkan putra dari kedua pasangan suami istri tersebut. Perebutan itu dimenangkan keluarga Abu Salamah yang berhasil membawa Salamah dan keluarga Ummu Salamah terpaksa melepaskannya tapi tetap menahan Ummu Salamah bersama mereka.

Walau dengan berat hati, Abu Salamah tetap berusaha tegar menghadapi kejadian itu. Demi mewujudkan perintah untuk berhijrah, Abu Salamah tetap pergi seorang diri ke Madinah, tanpa anak dan istri di sisinya.

Selepas kepergian suaminya ke Madinah dan anaknya berada tangan keluarga Abu Salamah, Ummu Salamah selalu pergi ke sebuah tempat bernama Al¬Abthah. Di sana ia menangis dari pagi hingga sore hari.

Rutinitas seperti itu dijalani Ummu Salamah setiap hari hingga setahun lamanya. Hal ini mengundang rasa iba dan tak tega salah seorang kerabat dekat Ummu Salamah.

Ia lalu berkata kepada sanak keluarganya yang lain, “Mengapa kalian tidak membebaskan saja wanita yang sengsara ini? Kalian telah memisahkan dirinya dengan suami dan putranya!”

Mereka akhirnya berkata kepada Ummu Salamah, “Temuilah suamimu jika kamu mau.” Mengetahui hal itu tentu saja Ummu Salamah merasa girang bukan kepalang. Kesedihannya berganti menjadi secercah harapan. la pun meminta putranya dikembalikan dari tangan keluarga Abu Salamah dan Bani Abdul Asad memenuhi permintaan tersebut.

Dengan langkah penuh harap, Ummu Salamah berangkat ke Madinah menempuh perjalanan sejauh 500 km. Ia kemudian sampai di Tan’im. Di daerah itu ia berjumpa dengan Utsman bin Thalhah bin Abu Thalhah. Setelah mengetahui kondisi Ummu Salamah, dengan baik hati Utsman mengantar Ummu Salamah hingga ke Madinah.

Tatkala melihat Quba’, dia pun berkata, “Di perkampungan inilah suamimu itu. Masuklah. Semoga Allah memberkatimu.” Utsman pun meninggalkan Ummu Salamah di sana dan berbalik menuju Mekkah.

Kesabaran dan pengorbanan keluarga kecil ini berbuah manis. Setelah terpisah selama setahun, akhirnya mereka bisa berkumpul kembali di Madinah. [Cms]

Sumber : Kisah Hijrah Penuh Hikmah, Majalah Aulia No.5 Tahun XII Safar – Rabiul Awal 1436

Tags: Buah manis dari pengorbananKisah Ummu Salamah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keajaiban Alquran Mengenai Angka 7

Next Post

Syekh Muhammad Jaber Tulis Pesan Menyentuh: Kebanggaanku Ayahku

Next Post
Syekh Muhammad Jaber Tulis Pesan Menyentuh: Kebanggaanku Ayahku

Syekh Muhammad Jaber Tulis Pesan Menyentuh: Kebanggaanku Ayahku

Dulu Serabutan, Kini Makmur Kelola Lahan Pertanian

Dulu Serabutan, Kini Makmur Kelola Lahan Pertanian

Cerita Rumah Tangga Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu

Cerita Rumah Tangga Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    5446 shares
    Share 2178 Tweet 1362
  • Model Gamis Potongan Dua Tingkat bisa Jadi Rekomendasi untuk Lebaran 2026

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1735 shares
    Share 694 Tweet 434
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7857 shares
    Share 3143 Tweet 1964
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3393 shares
    Share 1357 Tweet 848
  • Cara Membuat Zuppa Soup Ayam Sederhana di Rumah

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2852 shares
    Share 1141 Tweet 713
  • Dari Dokumentasi ke Cerita: Salimah Kota Bekasi Bekali Humas Skill Fotografi

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5241 shares
    Share 2096 Tweet 1310
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga