MENGETIM merupakan salah satu teknik memasak yang sudah lama digunakan dalam berbagai jenis hidangan. Metode ini memanfaatkan uap panas dari air mendidih untuk mematangkan makanan secara perlahan tanpa terkena api secara langsung. Teknik mengetim banyak digunakan untuk membuat puding, bolu kukus tertentu, tim telur, bubur bayi, cokelat leleh, hingga aneka makanan yang membutuhkan tekstur lembut.
Meski terlihat sederhana, masih banyak orang yang kurang tepat saat menerapkan teknik ini. Akibatnya, makanan menjadi terlalu berair, tidak matang merata, atau bahkan teksturnya rusak. Agar hasil masakan lebih maksimal, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasak dengan cara mengetim.
Baca Juga: Resep Membuat Bubur Sumsum yang Mudah untuk Dicoba
Begini Cara Memasak dengan Teknik Mengetim yang Benar agar Hasilnya Matang Sempurna
1. Gunakan Wadah yang Tahan Panas
Langkah pertama adalah memilih wadah yang sesuai. Gunakan mangkuk atau loyang berbahan kaca tahan panas, keramik, atau stainless steel yang memang dirancang untuk proses pemanasan.
Hindari menggunakan wadah plastik biasa karena dapat melengkung atau melepaskan zat yang tidak diinginkan ketika terkena suhu tinggi.
Pastikan ukuran wadah juga sesuai dengan panci agar dapat diletakkan dengan stabil selama proses memasak.
2. Isi Air Secukupnya
Saat mengetim, air tidak boleh menyentuh bagian dasar wadah makanan. Fungsi air hanya menghasilkan uap panas, bukan merebus makanan.
Idealnya, tinggi air sekitar seperempat hingga sepertiga tinggi panci. Jika air terlalu banyak, air bisa masuk ke dalam wadah makanan saat mendidih. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, air akan cepat habis sebelum makanan matang.
Periksa jumlah air secara berkala, terutama jika proses mengetim berlangsung cukup lama.
3. Didihkan Air Terlebih Dahulu
Sebelum memasukkan wadah makanan, didihkan air terlebih dahulu. Setelah air mulai mengeluarkan uap, kecilkan api menjadi sedang atau kecil.
Memasukkan makanan ke dalam air yang sudah panas membantu proses pemasakan menjadi lebih stabil dan merata.
4. Tutup Panci dengan Benar
Menutup panci akan menjaga uap panas tetap berada di dalam sehingga makanan matang lebih cepat.
Namun, jika tutup panci menghasilkan banyak embun, bungkus bagian dalam tutup menggunakan kain bersih agar tetesan air tidak jatuh ke makanan. Cara ini sering digunakan saat membuat tim telur atau bolu agar permukaannya tetap halus.
5. Gunakan Api Sedang atau Kecil
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menggunakan api terlalu besar. Padahal, panas yang berlebihan dapat membuat air mendidih terlalu kuat sehingga wadah berguncang dan tekstur makanan menjadi kurang baik.
Api kecil hingga sedang menghasilkan uap yang stabil sehingga makanan matang perlahan dan merata.
6. Jangan Sering Membuka Tutup Panci
Setiap kali tutup dibuka, sebagian besar uap akan keluar sehingga suhu di dalam panci menurun. Akibatnya, waktu memasak menjadi lebih lama.
Buka tutup hanya jika memang diperlukan, misalnya untuk mengecek jumlah air atau memastikan tingkat kematangan makanan.
7. Sesuaikan Waktu Memasak
Setiap jenis makanan membutuhkan waktu mengetim yang berbeda. Tim telur biasanya matang dalam waktu sekitar 15–20 menit, sedangkan puding, bolu, atau hidangan lain bisa memerlukan waktu lebih lama.
Gunakan tusuk sate atau garpu untuk mengecek kematangan jika diperlukan. Apabila alat tersebut keluar dalam keadaan bersih, berarti makanan telah matang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Keunggulan Teknik Mengetim
Teknik mengetim memiliki beberapa kelebihan dibandingkan memasak dengan panas langsung. Karena menggunakan uap, suhu yang diterima makanan lebih lembut sehingga risiko gosong menjadi lebih kecil.
Metode ini juga cocok untuk makanan yang teksturnya halus, seperti custard, puding, cokelat leleh, atau makanan pendamping ASI (MPASI). Selain itu, memasak dengan panas yang lebih terkendali dapat membantu menjaga tekstur dan cita rasa makanan.





