• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 8 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Petaka Raja Muda

03/07/2026
in Kisah, Unggulan
Petaka Raja Muda

foto: pixabay

96
SHARES
738
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PETAKA Raja Muda. Pernahkah membayangkan suatu masa pada periode Daulah Abbasiyyah yang begitu berdarah-darah? Periode itu diistilahkan oleh sejarawan sebagai “Anarki Sammara”.

Penulis buku Journey to Samarkand Uttiek M. Panji Astuti menulis tentang kisah ini.

“Kupersembahkan kepala sepupumu!”

“Singkirkan!” jawab Khalifah Al Mu’tazz yang sambil terus bermain catur, “taruh kepala itu di sana sampai aku selesai bermain,” perintahnya.

Usai bermain catur, sang algojo diganjar hadiah 500 keping emas.

Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Pernahkah membayangkan suatu masa pada periode Daulah Abbasiyyah yang begitu berdarah-darah? Periode itu diistilahkan oleh sejarawan sebagai “Anarki Sammara”.

Masa itu terjadi ketika ibukota kerajaan dipindahkan dari Baghdad ke sebuah kota indah bernama Samarra.

Kisah berawal saat Khalifah Al Watsiq yang berusia 36 tahun wafat tanpa ada sosok yang ditunjuk sebagai penerusnya.

Budak-budak militer dari Asia Tengah yang saat itu secara de facto menguasai Daulah Abbasiyyah, dengan para khalifah yang hanya diperalat sebagai pemimpin boneka, bersepakat mengangkat saudara tiri khalifah yang mangkat.

Ia adalah Ja’far yang bergelar Khalifah Al Mutawakkil ‘alallah. Nasib tragis mengiringi hidupnya, ia dibunuh oleh anaknya sendiri dengan memakai tangan para budak militer dari Asia Tengah.

Sang anak lalu naik tahta dengan gelar Khalifah Al Munthasir Billah. Ia hanya memerintah selama 6 bulan.

Di usia yang masih sangat muda, 26 tahun, ia dibunuh oleh orang-orang suruhan yang dulu membantunya membunuh ayahnya sendiri.

Menjelang ajal ia berkata, “Wahai ibuku, telah lenyaplah dunia dan akhirat dariku. Kubunuh ayahku, maka aku pun kini dibunuh.”

Penggantinya adalah Al Musta’in Billah, seorang khalifah yang lahir dari rahim budak perempuan berdarah Turki.

Pamannya, yang bekas budak militer, namun telah memegang posisi sebagai jenderal, bersekongkol dengan para jenderal lainnya mengangkatnya sebagai khalifah.

baca juga: Kisah Tragis Para Mujahid yang Kalah oleh Nafsu

Petaka Raja Muda

Lagi-lagi sang raja hanyalah “mainan” bagi intrik-intrik yang terjadi antara faksi-faksi dalam tubuh budak-budak militer itu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


“Anarki di Samarra” membalik sejarah. Bani Abbasiyyah yang pernah perkasa menguasai dunia diporakporandakan oleh budak militer dari Asia Tengah dan pesisir Afrika yang dibangunnya sendiri.

Peristiwa itu harusnya menjadi pelajaran bagi kita. Memang bukan semata soal usia muda, namun pemimpin yang lemah hanya akan menjadi “boneka” kekuatan jahat yang ada di belakangnya.

Dari periode “Anarki Samarra”, tidakkah kita mau belajar sejarah?[ind]

Tags: baghdadbani abbasiyahpetaka raja muda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Waktu Eksfoliasi Wajah yang Tepat agar Tidak Terjadi Iritasi

Next Post

Hukum Shalat di atas Kasur

Next Post
Hukum shalat di atas kasur

Hukum Shalat di atas Kasur

SMP Jakarta Islamic School Tanamkan Budaya Anti-Ghibah untuk Perkuat Ukhuwah Islamiyah

SMP Jakarta Islamic School Tanamkan Budaya Anti-Ghibah untuk Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Kisah Teladan Anmah Abu Ibrahim yang Sangat Mencintai Rasulullah

Kisah Teladan Anmah Abu Ibrahim yang Sangat Mencintai Rasulullah

  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    483 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4373 shares
    Share 1749 Tweet 1093
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    211 shares
    Share 84 Tweet 53
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9060 shares
    Share 3624 Tweet 2265
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    639 shares
    Share 256 Tweet 160
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4103 shares
    Share 1641 Tweet 1026
  • Taman Rekreasi Waterboom Jogja Tawarkan Promo Kemerdekaan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11672 shares
    Share 4669 Tweet 2918
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2335 shares
    Share 934 Tweet 584
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga