• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Petaka Raja Muda

24/08/2025
in Kisah, Unggulan
Petaka Raja Muda

foto: pixabay

91
SHARES
700
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PETAKA Raja Muda. Pernahkah membayangkan suatu masa pada periode Daulah Abbasiyyah yang begitu berdarah-darah? Periode itu diistilahkan oleh sejarawan sebagai “Anarki Sammara”.

Penulis buku Journey to Samarkand Uttiek M. Panji Astuti menulis tentang kisah ini.

“Kupersembahkan kepala sepupumu!”

“Singkirkan!” jawab Khalifah Al Mu’tazz yang sambil terus bermain catur, “taruh kepala itu di sana sampai aku selesai bermain,” perintahnya.

Usai bermain catur, sang algojo diganjar hadiah 500 keping emas.

Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Pernahkah membayangkan suatu masa pada periode Daulah Abbasiyyah yang begitu berdarah-darah? Periode itu diistilahkan oleh sejarawan sebagai “Anarki Sammara”.

Masa itu terjadi ketika ibukota kerajaan dipindahkan dari Baghdad ke sebuah kota indah bernama Samarra.

Kisah berawal saat Khalifah Al Watsiq yang berusia 36 tahun wafat tanpa ada sosok yang ditunjuk sebagai penerusnya.

Budak-budak militer dari Asia Tengah yang saat itu secara de facto menguasai Daulah Abbasiyyah, dengan para khalifah yang hanya diperalat sebagai pemimpin boneka, bersepakat mengangkat saudara tiri khalifah yang mangkat.

Ia adalah Ja’far yang bergelar Khalifah Al Mutawakkil ‘alallah. Nasib tragis mengiringi hidupnya, ia dibunuh oleh anaknya sendiri dengan memakai tangan para budak militer dari Asia Tengah.

Sang anak lalu naik tahta dengan gelar Khalifah Al Munthasir Billah. Ia hanya memerintah selama 6 bulan.

Di usia yang masih sangat muda, 26 tahun, ia dibunuh oleh orang-orang suruhan yang dulu membantunya membunuh ayahnya sendiri.

Menjelang ajal ia berkata, “Wahai ibuku, telah lenyaplah dunia dan akhirat dariku. Kubunuh ayahku, maka aku pun kini dibunuh.”

Penggantinya adalah Al Musta’in Billah, seorang khalifah yang lahir dari rahim budak perempuan berdarah Turki.

Pamannya, yang bekas budak militer, namun telah memegang posisi sebagai jenderal, bersekongkol dengan para jenderal lainnya mengangkatnya sebagai khalifah.

baca juga: Kisah Tragis Para Mujahid yang Kalah oleh Nafsu

Petaka Raja Muda

Lagi-lagi sang raja hanyalah “mainan” bagi intrik-intrik yang terjadi antara faksi-faksi dalam tubuh budak-budak militer itu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


“Anarki di Samarra” membalik sejarah. Bani Abbasiyyah yang pernah perkasa menguasai dunia diporakporandakan oleh budak militer dari Asia Tengah dan pesisir Afrika yang dibangunnya sendiri.

Peristiwa itu harusnya menjadi pelajaran bagi kita. Memang bukan semata soal usia muda, namun pemimpin yang lemah hanya akan menjadi “boneka” kekuatan jahat yang ada di belakangnya.

Dari periode “Anarki Samarra”, tidakkah kita mau belajar sejarah?[ind]

Tags: baghdadbani abbasiyahpetaka raja muda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Makanan Pengundang Asam Urat

Next Post

Me Time Series Bintaro Mengusung Tema: Nikmat-Nya Itu Selalu Ada, Kita Saja yang Sering Lupa

Next Post
Me Time Series Bintaro Mengusung Tema: Nikmat-Nya Itu Selalu Ada, Kita Saja yang Sering Lupa

Me Time Series Bintaro Mengusung Tema: Nikmat-Nya Itu Selalu Ada, Kita Saja yang Sering Lupa

Ayah Bunda, Yuk Belajar untuk Mengapresiasi Anak

Ayah Bunda, Yuk Belajar untuk Mengapresiasi Anak

Cocoa Butter, si Lemak Kakao yang Populer dalam Diet Keto

Cocoa Butter, si Lemak Kakao yang Populer dalam Diet Keto

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7954 shares
    Share 3182 Tweet 1989
  • Yuk ke Taman Piknik Kalimalang Jakarta Timur

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3482 shares
    Share 1393 Tweet 871
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2902 shares
    Share 1161 Tweet 726
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4131 shares
    Share 1652 Tweet 1033
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2131 shares
    Share 852 Tweet 533
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hukum Anak Laki-Laki Memandikan Jenazah Ibunya

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5288 shares
    Share 2115 Tweet 1322
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga