• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 9 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Petaka Raja Muda

03/07/2026
in Kisah, Unggulan
Petaka Raja Muda

foto: pixabay

97
SHARES
744
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PETAKA Raja Muda. Pernahkah membayangkan suatu masa pada periode Daulah Abbasiyyah yang begitu berdarah-darah? Periode itu diistilahkan oleh sejarawan sebagai “Anarki Sammara”.

Penulis buku Journey to Samarkand Uttiek M. Panji Astuti menulis tentang kisah ini.

“Kupersembahkan kepala sepupumu!”

“Singkirkan!” jawab Khalifah Al Mu’tazz yang sambil terus bermain catur, “taruh kepala itu di sana sampai aku selesai bermain,” perintahnya.

Usai bermain catur, sang algojo diganjar hadiah 500 keping emas.

Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Pernahkah membayangkan suatu masa pada periode Daulah Abbasiyyah yang begitu berdarah-darah? Periode itu diistilahkan oleh sejarawan sebagai “Anarki Sammara”.

Masa itu terjadi ketika ibukota kerajaan dipindahkan dari Baghdad ke sebuah kota indah bernama Samarra.

Kisah berawal saat Khalifah Al Watsiq yang berusia 36 tahun wafat tanpa ada sosok yang ditunjuk sebagai penerusnya.

Budak-budak militer dari Asia Tengah yang saat itu secara de facto menguasai Daulah Abbasiyyah, dengan para khalifah yang hanya diperalat sebagai pemimpin boneka, bersepakat mengangkat saudara tiri khalifah yang mangkat.

Ia adalah Ja’far yang bergelar Khalifah Al Mutawakkil ‘alallah. Nasib tragis mengiringi hidupnya, ia dibunuh oleh anaknya sendiri dengan memakai tangan para budak militer dari Asia Tengah.

Sang anak lalu naik tahta dengan gelar Khalifah Al Munthasir Billah. Ia hanya memerintah selama 6 bulan.

Di usia yang masih sangat muda, 26 tahun, ia dibunuh oleh orang-orang suruhan yang dulu membantunya membunuh ayahnya sendiri.

Menjelang ajal ia berkata, “Wahai ibuku, telah lenyaplah dunia dan akhirat dariku. Kubunuh ayahku, maka aku pun kini dibunuh.”

Penggantinya adalah Al Musta’in Billah, seorang khalifah yang lahir dari rahim budak perempuan berdarah Turki.

Pamannya, yang bekas budak militer, namun telah memegang posisi sebagai jenderal, bersekongkol dengan para jenderal lainnya mengangkatnya sebagai khalifah.

baca juga: Kisah Tragis Para Mujahid yang Kalah oleh Nafsu

Petaka Raja Muda

Lagi-lagi sang raja hanyalah “mainan” bagi intrik-intrik yang terjadi antara faksi-faksi dalam tubuh budak-budak militer itu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


“Anarki di Samarra” membalik sejarah. Bani Abbasiyyah yang pernah perkasa menguasai dunia diporakporandakan oleh budak militer dari Asia Tengah dan pesisir Afrika yang dibangunnya sendiri.

Peristiwa itu harusnya menjadi pelajaran bagi kita. Memang bukan semata soal usia muda, namun pemimpin yang lemah hanya akan menjadi “boneka” kekuatan jahat yang ada di belakangnya.

Dari periode “Anarki Samarra”, tidakkah kita mau belajar sejarah?[ind]

Tags: baghdadbani abbasiyahpetaka raja muda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Waktu Eksfoliasi Wajah yang Tepat agar Tidak Terjadi Iritasi

Next Post

Hukum Shalat di atas Kasur

Next Post
Hukum shalat di atas kasur

Hukum Shalat di atas Kasur

SMP Jakarta Islamic School Tanamkan Budaya Anti-Ghibah untuk Perkuat Ukhuwah Islamiyah

SMP Jakarta Islamic School Tanamkan Budaya Anti-Ghibah untuk Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Kisah Teladan Anmah Abu Ibrahim yang Sangat Mencintai Rasulullah

Kisah Teladan Anmah Abu Ibrahim yang Sangat Mencintai Rasulullah

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4203 shares
    Share 1681 Tweet 1051
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9281 shares
    Share 3712 Tweet 2320
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4786 shares
    Share 1914 Tweet 1197
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11744 shares
    Share 4698 Tweet 2936
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2467 shares
    Share 987 Tweet 617
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2556 shares
    Share 1022 Tweet 639
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga