• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 13 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Miqdad Bin Amr dan Ketajaman Kata-Katanya

27/09/2021
in Kisah
Miqdad Bin Amr dan Ketajaman Kata-Katanya

Foto: Pixabay

85
SHARES
653
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Berbicara tentang Miqdad Bin Amr, para sahabatnya berkata: “Orang yang pertama memacu kudanya dalam perang sabil ialah Miqdad bin Aswad.”

Miqdad bin Aswad disini ialah Miqdad bin Amr. Di masa Jahiliyah ia menyetujui dan membuat perjanjian untuk diangkat sebagai anak oleh al-Aswad ‘Abdi Yaghuts, hingga namanya berubah menjadi Miqdad ibnu Aswad.

Namun, setelah ia masuk Islam dan turun ayat yang melarang merangkaikan nama anak angkat dengan nama ayah angkatnya. Maka namanya kembali dirangkaikan dengan nama ayah kandungnya yaitu ‘Amr bin Sa’ad.

Miqdad Bin Amr termasuk golongan sahabat yang awal masuk Islam. Ia juga termasuk orang ke-tujuh yang menyatakan keislamannya secara terang-terangan.

Saat kekejaman Quraisy sedang bergejolak ia turut merasakan penderitaan dan siksaan. Namun, ia mampu menghadapinya dengan kejantanan para ksatria dan keperwiraan kaum Hawari.

Baca Juga: Amr bin Jumuah Masuk Islam Setelah Melihat Berhalanya yang Tak Berdaya

Miqdad Bin Amr dan Ketajaman Kata-Katanya

Saat kekuatan Quraisy semakin bergelora, kesombongan dan keangkuhan mereka terus membara. Sedangkan kaum muslimin masih lemah, dari segi jumlah mereka masih sedikit.

Rasulullah menguji keimanan dengan menyeru untuk terjun di medan perang untuk yang pertama kali. Rasul menguji keimanan para pengikutnya dan meneliti persiapan mereka menghadapi tetara musuh yan datang menyerang, baik pasukan penjalan kaki maupun angkatan berkuda kaum muslimin.

Para sahabat yang mengetahui bahwa jika Rasulullah meminta pendapat dan buah fikiran, maka hal itu dimaksudnya secara sungguh-sungguh.

Artinya dari setiap mereka dimintanya pendirian dan pendapat sebenarnya, hingga bila ada di antara mereka yang berpendapat lain yang berbeda dengan pendapat umum, maka ia tidah usah takut atau akan mendapat penyesalan.

Miqdad khawatir kalau ada di antara Kaum Muslimin yang terlalu berhati-hati terhadap perang. Sebelum ada yang angkat bicara, Miqdad ingin mendahului mereka, agar dengan kalimat-kalimatnya yang tegas dapat menyalakan semangat perjuangan dan turut mengambil bagian dalam membentuk pendapat umum.

Tetapi sebelum ia menggerakkan ke dua bibirnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq telah mulai bicara, dan baik sekali buah pembicaraannya itu, hingga hati Miqdad menjadi tenteram karenanya.

Setelah itu Umar bin Khattab menyusul bicara dan pendapatnya juga baik, Maka tampillah Miqdad, katanya:

“Ya Rasulullah… Teruslah laksanakan apa yang dititahkan Allah, dan kami akan bersama Anda…! Demi Allah kami tidak akan berkata seperti yang dikatakan Bani Israil kepada Musa: Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah, sedang kami akan duduk menunggu di sini.

Tetapi kami akan mengatakan kepada Anda: Pergilah Anda bersama Tuhan Anda dan berperanglah, sementara kami ikut berjuang di samping Anda…!

Demi yang telah mengutus Anda membawa kebenaran! Seandainya Anda membawa kami melalui lautan lumpur, kami akan berjuang bersama Anda dengan tabah hingga mencapai tujuan, dan kami akan bertempur di sebelah kanan dan di sebelah kiri Anda, di bagian depan dan di bagian belakang Anda, sampai Allah memberi Anda kemenangan…!”

Kata-katanya itu mengalir tak ubah bagai anak panah yang lepas dari busurnya. Dan wajah Rasulullahpun berseri-seri karenanya, sementara mulutnya komat-kamit mengucapkan doa yang baik untuk Miqdad.

Serta dari kata-kata tegas yang dilepasnya itu mengalirkan semangat kepahlawanan dalam tubuh kaum Muslimin.

Bahkan dengan kekuatan dan ketegasannya, kata-kata itupun menjadi contoh teladan bagi siapa yang ingin bicara, menjadi semboyan dalam perjuangan. [Ln]

Sumber: Karakteristik Perihidup Enam Puluh Shahabat Rasulullah, Oleh: Khalid Muh. Khalid

Tags: Miqdad Bin Amr dan Ketajaman Kata-Katanya
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sertifikat Vaksin Tidak Muncul di PeduliLindungi

Next Post

3 Hal Dasar dalam Memilih Pasangan

Next Post
3 Hal Dasar dalam Memilih Pasangan

3 Hal Dasar dalam Memilih Pasangan

Ternyata Janin Telah Mengenali Aroma Makanan Bunda

Ternyata Janin Telah Mengenali Aroma Makanan Bunda

10 Cara Pasutri Membangun Kepercayaan Kembali

10 Cara Pasutri Membangun Kepercayaan Kembali

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo Dihadiri Istri Bupati

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Resep Singkong Keju Goreng

    139 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1652 shares
    Share 661 Tweet 413
  • Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 6 dan 7, Manusia Benar-Benar Melampaui Batas

    196 shares
    Share 78 Tweet 49
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7826 shares
    Share 3130 Tweet 1957
  • BMKG Prakirakan Sebagian DKI Jakarta Hujan Ringan hingga Malam

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Kondisi Pasca Gempa di Sulawesi Utara Relatif Kondusif

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga