• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

‘Seandainya’ Itu Pintu Setan

31/03/2022
in Khazanah, Unggulan
'Seandainya' Itu Pintu Setan

Foto: Unsplash

125
SHARES
961
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kata ‘seandainya’ sering muncul dari lisan kita saat kita benar-benar menyesali suatu perbuatan atau peristiwa yang kita alami. Pada ‘seandainya’ ini adalah pintu setan yang akan menjerumuskan kita pada kesengsaraan.

Ustadz Umar Hidayat, M.Ag, menuliskan dalam bukunya berkaitan dengan hal ini sebagai berikut:

Penyesalan selalu datang terlambat. Pasti. Kalau datang lebih awal, namanya pendahuluan. Siapa pun kita pernah mengalaminya. Nyesel. Menyesal. Getun.

Baca Juga: Seandainya Hijab Dunia Dibuka

‘Seandainya’ Itu Pintu Setan

Saat seseorang sedang mengalami rasa penyesalan, ia sering mengurai masa lalunya. Mendadak ingatannya jadi tajam. Bahkan sampai hal-hal yang kecil dan detail. Anehnya ia bisa cerita runtut bagai sejarawan.

Dan seperti reporter berita yang terus melakukan siaran ulang. Bahkan tidak sedikit agar enak dan semakin sedap masakannya ditambahi bumbu cerita.

Di sinilah mulai keenakan menggunakan kalimat “seandainya”. Makin lincah memainkan lisan kita. Hati kita. Pikiran kita. Akhirnya tingkah kita. Semua dimainkannya untuk mengobati rasa kecewa dan memutar ulang seperti orkestra yang dahsyat dan mengagumkan.

Sepintas lega hatinya. Merasa nikmat. Tetapi bertambah gusar jiwanya. Closingnya tetap saja membuat hidupnya tidak tenang.

Mulailah kembali memproduksi rasa penyesalan yang diperbaharui. Di rapikan disana sini. Diperindah. Dipercantik. Kembali “seandainya” jadi andalan. Seandainya dulu tidak begitu, sekarang pasti tidak begini.

Bumbu penyesalan muncul lagi. Akhir episode dari semua ini adalah depresi, stress dan gusaran jiwa yang tidak menenangkan hati. Bahkan ada yang bunuh diri, atau membunuh. Ngeri.

Na’udzubillahi min dzalik. Jangan deh. Jangan terjadi pada kita. Nikmat sesaat yang mengundang malapetaka.

“Seandainya” itu pintu setan. Bahkan pintu gerbang yang paling empuk untuk setan masuk ke dalam diri kita. Lalu dengan leluasa memainkan hati dan pikiran kita. Mengobrak abrik jiwa kita. Dan meluluhkan lantahkan seluruh sendi-sendi kehidupan kita.

Indikasinya orang yang terperangkap setan ini, merasa terhibur sejenak, nikmat sejenak, lega sejenak, tetapi gusar dan runyam hidupnya berkepanjangan.

Ingat, ketika kita sedang bicara, “Seandainya dulu tidak begitu, sekarang pasti tidak begini” itu namanya kita sok tahu. Kok tahu akan begini. Setan semakin getol memainkan hati kita dengan memutar kembali masa silamnya.

Benar kata baginda Nabi, Sesungguhnya, kalimat lauw (seandainya) membawa kepada perbuatan setan.”

Jadilah pribadi yang tangguh.

Agar setan tak berpengaruh

(Selanjutnya baca buku “Menjadi Pribadi Tangguh” karya Hidayat Abu Salma/ Umar Hidayat) [Ln]

Tags: 'Seandainya' Itu Pintu SetanNasihatPintusetan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cantik Luar Dalam Menurut Teteh Peggy Melati Sukma

Next Post

Sambut Ramadan, HaKa Resto Hadirkan Nusantara Delight untuk Berbuka Puasa

Next Post
Sambut Ramadan, HaKa Resto Hadirkan Nusantara Delight untuk Berbuka Puasa

Sambut Ramadan, HaKa Resto Hadirkan Nusantara Delight untuk Berbuka Puasa

Hukum Menjual Produk Kecantikan

Tren Make up Wedding dan Ramadan Terkini Versi MUA Profesional

6 Tempat Buka Bersama Yogyakarta yang Instagramable

6 Tempat Buka Bersama Yogyakarta yang Instagramable

  • Komunitas Indonesia di Ehime Jepang Gelar Shalat Idulfitri Terbesar

    Komunitas Indonesia di Ehime Jepang Gelar Shalat Idulfitri Terbesar

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Surat Al-Mutaffifin Ayat 7-9, Apa itu Sijjin?

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8092 shares
    Share 3237 Tweet 2023
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3591 shares
    Share 1436 Tweet 898
  • Tujuh Tahun Pernikahan Meyda Sefira dan Jusuf

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Ambil Langkah Berbeda, UBN Pilih Khutbah Idulfitri di Wilayah Bencana Aceh Tamiang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Beda Silaturahmi dengan Ziarah dan Keutamaan Mengunjungi Orang Saleh

    197 shares
    Share 79 Tweet 49
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1952 shares
    Share 781 Tweet 488
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1974 shares
    Share 790 Tweet 494
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga