• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Perjalanan Haji pada Masa Lalu

18/04/2025
in Khazanah
Perjalanan Haji pada Masa Lalu

Perjalanan Haji pada Masa Lalu (Foto: Pexels/Fransesco Ungaro)

85
SHARES
653
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PADA zaman sekarang, perjalanan ibadah haji menjadi dambaan bagi seluruh umat Islam di dunia. Banyak yang harus mengantre selama belasan, bahkan puluhan tahun untuk melakukan ibadah haji. Sayangnya, saat ini, ibadah tersebut harus terhalang sementara karena pandemi.

Baca Juga: Jamaah Berkebutuhan Khusus Selesaikan Haji dengan Mudah

Perhatian Para Pemimpin terhadap Perjalanan Haji

Oleh sebab itu, sambil terus berdoa, mari kita sedikit lebih mengenal bagaimana perjalanan haji pada masa lalu.

Dilansir dari channel telegram Generasi Shalahuddin, @gen.saladin, di masa lalu, para sultan dan khalifah sangat memperhatikan haji.

Tidak berlebihan apabila dikatakan, kesuksesan seorang khalifah dilihat dari bagaimana perhatiannya pada pelayan umat ketika haji, mulai dari transportasi, kamar mandi umum, pengairan, logistik makanan hingga infrastruktur.

Contohnya adalah ketika ke Makkah, apabila ada city tour, maka akan diperlihatkan kanal irigasi zaman Abbasiyah yang dibangun di masa Khalifah Harun Al Rasyid.

Kanal ini merupakan Ikhtiar Abbasiyah untuk memenuhi kebutuhan air jama’ah haji yang wukuf di Arafah.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Kemudian, apabila mengunjungi museum Masjidil Haram, di sana akan tergambarkan perhatian pemimpin Muslimin dalam pembuatan mimbar, perluasan Masjidil Haram, pembuatan gedung pusat informasi.

Semuanya saling melengkapi mulai sejak Umayyah, Abbasiyah, Mamalik hingga Utsmaniyah dan Keluarga Saud.

Di era Utsmaniyah, ada pengorganisasian kafilah haji agar tertib ketika datang ke Makkah. Ada kafilah Syam yang meliputi jama’ah haji negara-negara Syam, Azerbaijan, Kaukasus, Crimea, Anatolia, Balkan, dan terkhusus dari ibukota Kesultanan Utsmaniyah di Istanbul.

Di Istanbul sendiri, Sultan akan melepas secara resmi kafilah haji yang akan berangkat ke Makkah. Beliau juga akan memberi mandat kepada penguasa kota-kota yang akan dilalui kafilah haji agar memudahkan penyediaan logistik untuk mereka.

Selain menjamin logistik, setiap wali kota berkewajiban mengawal jama’ah haji dengan tentara agar terlindung dari perampok.

Kedua, kafilah Mesir, dan ini yang paling penting di masa Utsmani. Karena kafilah ini terdiri dari jama’ah yang berangkat dari Mesir dan seluruh Afrika Utara dengan membawa kiswah Ka’bah untuk diganti tahunan.

Kafilah ini berangkat sejak bulan Syawal akhir, berjalan 37 hari melewati Suez, Sinai, lalu Aqabah, lalu bertemu dengan Kafilah Syam. Beberapa kali, jama’ah haji Mesir berangkat menggunakan kapal dari Suez ke Jeddah.

Ketiga, Kafilah Iraq. Kafilah ini terdiri dari jemaah haji dari negara-negara Arab teluk, lalu Persia.

Mereka lebih sering mengutamakan transportasi kapal laut daripada berjalan kaki menuju ke Makkah.

Baca Juga: Jamaah Haji Berbagi Pengalaman Spiritual Pribadi

Kafilah Yaman

Keempat, Kafilah Yaman. Kafilah ini istimewa karena terdiri dari berbagai macam corak bangsa, seperti Nusantara, India, Malaya, Asia Selatan lainnya.

Ada juga jemaah haji dari Ethiopia dan Somalia bergabung di kafilah Yaman ini.

Semua kafilah yang ada terdiri dari berbagai macam elemen masyarakat. Ada para orang kaya, ada bisnisman, ada diplomat, sampai rakyat jelata.

Banyak sekali warisan bangunan berbentuk benteng dan kastil yang dibangun oleh Kesultanan Utsmaniyah di titik-titik penting rute kafilah haji.

Benteng ini digunakan sebagai pit stop, pemeriksaan keamanan dan pencatatan.

Titik-titik penting itu ada di pelabuhan Yaman, Jeddah, Suez, pelabuhan Teluk yang saat itu cukup panas karena ada negara Syiah Shafawiyah yang suka merongrong Makkah-Madinah.

Mereka juga membangun angkatan militer khusus yang mengawal jalur Samudera Hindia untuk melindungi kafilah Haji dari India dan Nusantara.

Sahabat Muslim, semoga kita semua dimudahkan dan disegerakan oleh Allah untuk melakukan ibadah haji. Aamiin. [Cms/Sdz]

(Tulisan ini juga diambil dari Qawafil Al Hajj fil Ashr Al Utsmani, oleh Ash Shafshafi Ahmad Al Quthuri, situs Islamstory.

Selain itu, Rukb Al Hajj wa As Shurrah As Sultaniyah Mâ Baina Qarn XVI – XIX, oleh Namir Husein, dan Ar Rahalat Al Hijaziyah, Muhammad Shadiq Pasha)

Tags: ibadah hajiMasa laluperjalanan haji
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

ParagonCorp Mendukung Fasilitas Water Station di Tujuh Halte Strategis TransJakarta

Next Post

Tantangan yang Dihadapi Komisi Penyandang Disabilitas dalam Memberi Layanan Haji

Next Post
Tantangan yang Dihadapi Komisi Penyandang Disabilitas dalam Memberi Layanan Haji

Tantangan yang Dihadapi Komisi Penyandang Disabilitas dalam Memberi Layanan Haji

Aliatiex Hadir dalam Pameran Tekstil dan Garmen Terbesar di Asia Tenggara

Aliatiex Hadir dalam Pameran Tekstil dan Garmen Terbesar di Asia Tenggara

Mengganti Puasa Karena Dosa Masa Lalu?

Mengganti Puasa Karena Dosa Masa Lalu

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    356 shares
    Share 142 Tweet 89
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8695 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4444 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3913 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Cara Membuat Dubai Chewy Cookie yang Lumer ala Fitriana Kitchen

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga