SHALAT istikharah adalah shalat sunnah yang dilakukan seorang Muslim ketika sedang menghadapi pilihan atau perkara yang belum diketahui mana yang terbaik baginya. Istikharah berasal dari kata Arab istakhara yang berarti memohon pilihan terbaik. Melalui shalat ini, seorang Muslim menyerahkan urusannya kepada Allah SWT sambil memohon agar diberikan kemudahan menuju pilihan yang baik dan dijauhkan dari pilihan yang membawa keburukan.
Shalat istikharah umumnya dilakukan ketika seseorang dihadapkan pada perkara yang mubah dan membutuhkan pertimbangan, seperti memilih pekerjaan, pasangan hidup, tempat tinggal, perjalanan, atau keputusan penting lainnya. Istikharah bukan berarti seseorang tidak perlu berpikir atau meminta nasihat. Sebaliknya, istikharah sebaiknya dilakukan setelah mempertimbangkan pilihan dengan matang, mencari informasi, dan bermusyawarah dengan orang yang dipercaya. Setelah itu, keputusan diserahkan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Rahasia dan Keutamaan Surah Al-Fath, Mengajarkan Arti Kemenangan yang Sebenarnya
Pengertian, Tata Cara, dan Bacaan Shalat Istikharah
Tata Cara Shalat Istikharah
Pada dasarnya, tata cara shalat istikharah sama seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya. Pertama, seseorang berwudu dan memastikan tubuh, pakaian, serta tempat shalat dalam keadaan suci. Kemudian menghadirkan niat untuk melaksanakan shalat sunnah istikharah karena Allah SWT.
Setelah takbiratul ihram, rakaat pertama dilakukan dengan membaca doa iftitah jika biasa membacanya, kemudian Surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur’an lainnya. Setelah itu dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti shalat biasa.
Pada rakaat kedua, setelah berdiri dari sujud kedua rakaat pertama, bacalah Surah Al-Fatihah dan surah lainnya. Kemudian lakukan rukuk, iktidal, dua kali sujud, tasyahud akhir, dan salam. Tidak ada surah tertentu yang secara wajib harus dibaca dalam shalat istikharah. Karena itu, seseorang dapat membaca surah yang mudah baginya.
Setelah selesai mengucapkan salam, dianjurkan membaca doa istikharah. Dalam doa tersebut, seseorang memohon kepada Allah SWT agar apabila suatu perkara baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusannya, maka perkara tersebut dimudahkan dan diberkahi. Sebaliknya, jika perkara tersebut buruk, hendaknya Allah menjauhkannya dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Bacaan Doa Istikharah
Bacaan doa istikharah yang diajarkan Rasulullah ﷺ antara lain:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Secara ringkas, doa tersebut berarti memohon kepada Allah agar dipilihkan berdasarkan ilmu dan kekuasaan-Nya. Jika perkara yang sedang dipertimbangkan merupakan kebaikan bagi agama, kehidupan, dan masa depan, maka Allah dimohon untuk menetapkannya, memudahkan, serta memberkahinya. Namun, jika perkara tersebut buruk, seorang Muslim memohon agar dijauhkan darinya dan diberikan pengganti yang lebih baik.
Setelah istikharah, seseorang tidak harus menunggu mimpi sebagai tanda jawaban. Petunjuk dapat hadir melalui kemudahan suatu urusan, ketenangan hati setelah pertimbangan, atau keadaan yang membuat sebuah pilihan menjadi semakin jelas. Karena itu, istikharah sebaiknya diiringi ikhtiar, doa, pertimbangan yang bijak, dan tawakal kepada Allah SWT. [DW]





