MUNGKIN ada kalanya kita terlalu sibuk memikirkan rezeki yang belum datang. Melihat orang lain sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, memiliki rumah, membeli kendaraan, menjalankan usaha yang berkembang, atau menikmati kehidupan yang tampak lebih mudah. Tanpa sadar, hati mulai bertanya, “Kapan giliranku?”
Kekhawatiran seperti itu manusiawi. Namun, jangan sampai rasa takut terhadap masa depan membuat kita lupa bahwa kehidupan berada dalam pengaturan Allah.
Baca Juga: Jangan Bersedih Allah Bersama Kita
Ingat Bahwa Rezeki Sudah Tertakar dan Tidak Akan Tertukar
Setiap manusia memiliki bagian rezekinya masing-masing. Apa yang memang telah Allah tetapkan untuk kita tidak akan tertukar dengan milik orang lain. Begitu pula sebaliknya, sesuatu yang bukan menjadi bagian kita tidak perlu dipaksakan untuk dimiliki.
Allah berfirman dalam QS. Hud ayat 6:
“Dan tidak ada suatu makhluk pun di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya.”
Ayat tersebut mengingatkan bahwa rezeki setiap makhluk berada dalam pengetahuan dan pengaturan Allah. Bukan berarti manusia cukup diam tanpa melakukan apa-apa. Ada ikhtiar yang harus dijalankan, ada doa yang perlu dipanjatkan, dan ada usaha yang harus terus dilakukan.
Tugas kita bukan menebak kapan rezeki akan datang. Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin dengan cara yang halal, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Terkadang rezeki datang melalui jalan yang sudah kita rencanakan. Namun, tidak jarang pula pintu rezeki terbuka dari arah yang sama sekali tidak disangka. Pekerjaan yang awalnya tidak dilirik ternyata menjadi jalan kehidupan. Pertemuan dengan seseorang membawa kesempatan baru. Bahkan sebuah kegagalan bisa menjadi awal dari sesuatu yang lebih baik.
Karena itu, jangan terlalu sering membandingkan perjalanan hidup sendiri dengan kehidupan orang lain. Apa yang terlihat dari luar hanyalah sebagian kecil dari cerita seseorang. Kita mungkin melihat keberhasilannya, tetapi tidak mengetahui perjuangan, pengorbanan, atau ujian yang dilaluinya.
Begitu juga dengan rezeki. Banyak belum tentu selalu lebih baik. Sedikit bukan berarti tidak berkah. Ada orang yang memiliki penghasilan besar tetapi selalu merasa kurang. Ada pula yang hidup sederhana namun hatinya tenang dan kebutuhannya tercukupi.
Barangkali selama ini kita terlalu sibuk menghitung apa yang belum dimiliki sampai lupa mensyukuri apa yang sudah ada.
Masih bisa bangun pagi adalah rezeki. Memiliki kesehatan untuk bekerja adalah rezeki. Mempunyai keluarga yang menyayangi kita adalah rezeki. Kesempatan untuk beribadah dan memperbaiki diri juga merupakan rezeki.
Jadi, jika hari ini rezeki yang dinanti belum juga terlihat, jangan langsung berputus asa. Tetaplah berjalan. Terus berusaha, perbanyak doa, dan belajar bertawakal.
Sebab rezeki tidak pernah salah alamat. Apa yang menjadi bagian kita akan sampai pada waktunya. Mungkin bukan hari ini, mungkin bukan melalui jalan yang kita bayangkan, tetapi Allah mengetahui kapan dan bagaimana sesuatu itu sebaiknya diberikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tugas kita adalah percaya sambil terus berikhtiar. Jangan biarkan rezeki orang lain membuat kita lupa bahwa Allah juga sedang mengatur cerita kita sendiri. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





