BAGI perempuan yang mengenakan hijab setiap hari, merawat rambut memang membutuhkan perhatian sedikit lebih banyak. Rambut yang tertutup dari pagi hingga sore dapat berkeringat, terutama ketika cuaca sedang panas.
Kalau kulit kepala dibiarkan terlalu lama dalam kondisi lembap dan berminyak, rasa gatal hingga ketombe bisa menjadi masalah yang mengganggu.
Baca Juga: 7 Jenis Ikan untuk MPASI yang Kaya Nutrisi dan Baik untuk Tumbuh Kembang Bayi
Tips Merawat Rambut Anti Ketombe untuk Wanita Berhijab
Namun, bukan berarti rambut berhijab pasti berketombe. Kuncinya ada pada kebiasaan merawat rambut dan kulit kepala dengan tepat.
1.Jangan buru-buru memakai hijab setelah keramas
Rambut sebaiknya benar-benar kering sebelum ditutup dengan hijab. Membungkus rambut yang masih basah membuat kulit kepala berada dalam kondisi lembap lebih lama. Selain membuat rambut terasa kurang nyaman, kebiasaan ini juga dapat membuat kulit kepala lebih mudah mengalami masalah.
Tidak perlu selalu menggunakan hair dryer. Jika memungkinkan, biarkan rambut kering secara alami. Bila menggunakan pengering rambut, pilih suhu rendah atau sedang dan jangan terlalu dekat dengan kulit kepala.
2. Sesuaikan frekuensi keramas
Tidak ada aturan bahwa semua perempuan berhijab harus keramas setiap hari. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala. Kulit kepala yang cepat berminyak mungkin membutuhkan keramas lebih sering, sedangkan rambut yang cenderung kering bisa membutuhkan jeda lebih panjang.
Yang penting, jangan membiarkan minyak, keringat, dan sisa produk menumpuk terlalu lama di kulit kepala.
3. Pilih sampo sesuai kondisi kulit kepala
Kalau sudah mulai muncul serpihan putih dan rasa gatal, jangan asal mengganti sampo berkali-kali. Untuk ketombe ringan, sampo antiketombe dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
Beberapa bahan aktif yang umum digunakan dalam sampo antiketombe antara lain ketoconazole, selenium sulfide, salicylic acid, sulfur, dan zinc pyrithione.
4. Berikan waktu untuk rambut bernapas
Sesampainya di rumah, lepaskan hijab dan biarkan rambut terurai. Jangan langsung mengikat rambut dalam kondisi masih berkeringat. Kebiasaan sederhana ini membuat kulit kepala memiliki kesempatan untuk kembali kering dan tidak terus-menerus berada dalam keadaan tertutup.
5. Jangan terlalu sering mengikat rambut dengan kencang
Ikat rambut yang terlalu kuat sepanjang hari dapat membuat kulit kepala terasa tidak nyaman dan memberikan tekanan pada rambut. Pilih ikatan yang tidak terlalu ketat dan ubah posisi ikatan secara berkala.
6. Perhatikan kebersihan inner hijab
Perawatan rambut tidak cukup hanya dengan sampo. Inner atau ciput yang bersentuhan langsung dengan rambut dan kulit kepala juga perlu rutin dicuci. Gunakan inner yang bersih dan ganti ketika sudah terasa lembap karena keringat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
7. Jangan menggaruk kulit kepala
Ketika ketombe terasa gatal, keinginan untuk menggaruk memang sulit ditahan. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat membuat kulit kepala mengalami iritasi. Jika ketombe semakin banyak, terasa sangat gatal, muncul kemerahan, luka, atau tidak membaik setelah menggunakan perawatan antiketombe, sebaiknya konsultasikan kepada dokter kulit.
***
Merawat rambut berhijab sebenarnya tidak harus rumit. Mulailah dari kebiasaan sederhana seperti memastikan rambut kering sebelum memakai hijab, menjaga kebersihan kulit kepala, memilih produk sesuai kebutuhan, dan tidak membiarkan rambut terlalu lama dalam kondisi lembap.
Dengan perawatan yang konsisten, hijab tetap nyaman dikenakan dan rambut pun bisa tetap sehat tanpa harus mengorbankan kenyamanan kulit kepala. [DW]





