• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 25 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Musibah, Kerusakan, dan Keserakahan

10/12/2025
in Khazanah, Unggulan
Musibah, Kerusakan, dan Keserakahan

Kondisi lahan gundul di wilayah hutan hujan Papua. Foto: Mighty Earth

71
SHARES
547
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BEBERAPA tahun lalu setiap pagi masih terdengar kicauan burung Kutilang liar. Sekarang sudah tidak seramai dulu karena banyak pohon yang sudah berganti rumah pemukiman.

Tetapi dihalaman rumah masih ada beberapa batang pohon alpukat, belimbing, jambu air, Jamaika dan jambu klutuk sengaja biar tupai dan burung bisa singgah dan kami kebagian pahalanya.

Bukan hanya kebagian sampah daunnya saja.

Menanam pohon adalah perbuatan yang dapat mendatangkan pahala sedekah, karena apapun yang dapat diambil manfaat nya baik buahnya, nektar bunganya, keteduhan bahkan oksigen dari tanaman tersebut akan menjadi pahala bagi penanamnya atau pemiliknya.

Dari sahabat Anas ra, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,’” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

Dari Anas bin Malik, di mana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

“Jika Kiamat tiba sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma kecil (bibit tanaman), maka jika ia mampu untuk menanamnya sebelum Kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya.” (HR. Ahmad, Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).

Hadits ini merupakan anjuran nabi agar umatnya terus beramal positif sampai akhir masa serta anjuran untuk menjaga kelestarian lingkungan dan pangan.

Sebaliknya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang siapa pun untuk mematahkan tangkai atau menebang pohon, apalagi melakukan penggundulan hutan, meskipun dalam kondisi perang.

Karena menebang pohon tanpa mengikuti prosedur yang benar akan mengancam kesinambungan ekosistem.

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Berperanglah kalian dengan nama Allah dan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah dan janganlah kalian berkhianat. Dan janganlah kalian menebang pohon kurma dan pohon-pohon lainnya, dan janganlah kalian merobohkan bangunan!” (HR. Ahmad no. 18.097, dinilai sahih oleh Syekh Syu’aib Al-Arnauth)

Musibah, Kerusakan, dan Keserakahan

Pesan kenabian ini pun diikuti Khalifah Abu Bakar saat beliau mengingatkan bala tentaranya yang akan berjihad ke Syam, sebagai mana dikemukakan oleh Imam Malik bin Anas dalam kitab al-Muwaththa’ sebagai berikut:

“Saya berwasiat kepada kalian (bala tentara yang hendak berperang) sepuluh macam: (1) Janganlah membunuh perempuan. (2) Janganlah membunuh anak-anak. (3) Janganlah membunuh orang-orang yang sudah tua. (4) Janganlah memotong pohon yang sedang berbuah. (5) Janganlah meruntuhkan bangunan. (6) Janganlah memotong domba. (7) Janganlah memotong unta, kecuali bila domba dan unta itu untuk dimakan. (8) Janganlah membakar pohon kurma dan jangan pula menenggelamkannya (memusnahkannya). (9) Janganlah berlaku khianat dan (10) janganlah menakut-nakuti (rakyat).”

Bila ada orang yang merusak hutan, merusak laut dan lingkungan lainnya sesungguhnya itu bukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi untuk memenuhi gaya hidupnya.

Termasuk gaya hidup adalah hobi pamer, foya foya, menumpuk harta dan serakah. Sebab kalau hanya kebutuhan hidup Allah sudah menjamin. Firman Nya:

“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6).

Tetapi karena manusia bersifat serakah dan suka pamer maka nafsu mendorongnya untuk menjadi kapitalistik, menguasai segalanya.

Baca juga: Rasulullah Sangat Marah Jika Hukum Allah Dilanggar, tetapi Sabar apabila Dirinya yang Disakiti

Sabdanya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang penuh harta, ia pasti menginginkan lembah yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perutnya kecuali debu kubur, namun Allah memberi ampun kepada orang-orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Gaya hidup yang serakah dan tidak pernah merasa cukup inilah yang menjadikan manusia merusak alam tempat hidupnya. Firman Nya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar Rum: 41)

Untuk itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan bahwa:

“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kita mampu bermuhasabah (introspeksi) atas berbagai kerusakan dan musibah akibat kerusakan alam akibat keserakahan manusia.[Sdz]

Sumber: Madrasatuna

Tags: dan KeserakahanKerusakanMusibah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

MyFundAction Dirikan Dapur Umum untuk 302 Jiwa Korban Banjir di Tapanuli Selatan

Next Post

Tips Parenting Ke Surga Bersama Keluarga

Next Post
Saling Mengikhlaskan Kesalahan Anggota Keluarga

Tips Parenting Ke Surga Bersama Keluarga

Cara Menundukkan Hawa Nafsu

Allah Membuatku Sedih dan Sakit Hati

Begini Kata 4 Mazhab Tentang Menghadiri Perayaan Agama Lain

Begini Kata 4 Mazhab Tentang Menghadiri Perayaan Agama Lain

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8722 shares
    Share 3489 Tweet 2181
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11496 shares
    Share 4598 Tweet 2874
  • Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3925 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2238 shares
    Share 895 Tweet 560
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4454 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga