• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Musibah, Kerusakan, dan Keserakahan

10/12/2025
in Khazanah, Unggulan
Musibah, Kerusakan, dan Keserakahan

Kondisi lahan gundul di wilayah hutan hujan Papua. Foto: Mighty Earth

68
SHARES
521
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BEBERAPA tahun lalu setiap pagi masih terdengar kicauan burung Kutilang liar. Sekarang sudah tidak seramai dulu karena banyak pohon yang sudah berganti rumah pemukiman.

Tetapi dihalaman rumah masih ada beberapa batang pohon alpukat, belimbing, jambu air, Jamaika dan jambu klutuk sengaja biar tupai dan burung bisa singgah dan kami kebagian pahalanya.

Bukan hanya kebagian sampah daunnya saja.

Menanam pohon adalah perbuatan yang dapat mendatangkan pahala sedekah, karena apapun yang dapat diambil manfaat nya baik buahnya, nektar bunganya, keteduhan bahkan oksigen dari tanaman tersebut akan menjadi pahala bagi penanamnya atau pemiliknya.

Dari sahabat Anas ra, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,’” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

Dari Anas bin Malik, di mana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

“Jika Kiamat tiba sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma kecil (bibit tanaman), maka jika ia mampu untuk menanamnya sebelum Kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya.” (HR. Ahmad, Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).

Hadits ini merupakan anjuran nabi agar umatnya terus beramal positif sampai akhir masa serta anjuran untuk menjaga kelestarian lingkungan dan pangan.

Sebaliknya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang siapa pun untuk mematahkan tangkai atau menebang pohon, apalagi melakukan penggundulan hutan, meskipun dalam kondisi perang.

Karena menebang pohon tanpa mengikuti prosedur yang benar akan mengancam kesinambungan ekosistem.

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Berperanglah kalian dengan nama Allah dan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah dan janganlah kalian berkhianat. Dan janganlah kalian menebang pohon kurma dan pohon-pohon lainnya, dan janganlah kalian merobohkan bangunan!” (HR. Ahmad no. 18.097, dinilai sahih oleh Syekh Syu’aib Al-Arnauth)

Musibah, Kerusakan, dan Keserakahan

Pesan kenabian ini pun diikuti Khalifah Abu Bakar saat beliau mengingatkan bala tentaranya yang akan berjihad ke Syam, sebagai mana dikemukakan oleh Imam Malik bin Anas dalam kitab al-Muwaththa’ sebagai berikut:

“Saya berwasiat kepada kalian (bala tentara yang hendak berperang) sepuluh macam: (1) Janganlah membunuh perempuan. (2) Janganlah membunuh anak-anak. (3) Janganlah membunuh orang-orang yang sudah tua. (4) Janganlah memotong pohon yang sedang berbuah. (5) Janganlah meruntuhkan bangunan. (6) Janganlah memotong domba. (7) Janganlah memotong unta, kecuali bila domba dan unta itu untuk dimakan. (8) Janganlah membakar pohon kurma dan jangan pula menenggelamkannya (memusnahkannya). (9) Janganlah berlaku khianat dan (10) janganlah menakut-nakuti (rakyat).”

Bila ada orang yang merusak hutan, merusak laut dan lingkungan lainnya sesungguhnya itu bukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi untuk memenuhi gaya hidupnya.

Termasuk gaya hidup adalah hobi pamer, foya foya, menumpuk harta dan serakah. Sebab kalau hanya kebutuhan hidup Allah sudah menjamin. Firman Nya:

“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6).

Tetapi karena manusia bersifat serakah dan suka pamer maka nafsu mendorongnya untuk menjadi kapitalistik, menguasai segalanya.

Baca juga: Rasulullah Sangat Marah Jika Hukum Allah Dilanggar, tetapi Sabar apabila Dirinya yang Disakiti

Sabdanya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang penuh harta, ia pasti menginginkan lembah yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perutnya kecuali debu kubur, namun Allah memberi ampun kepada orang-orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Gaya hidup yang serakah dan tidak pernah merasa cukup inilah yang menjadikan manusia merusak alam tempat hidupnya. Firman Nya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar Rum: 41)

Untuk itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan bahwa:

“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kita mampu bermuhasabah (introspeksi) atas berbagai kerusakan dan musibah akibat kerusakan alam akibat keserakahan manusia.[Sdz]

Sumber: Madrasatuna

Tags: dan KeserakahanKerusakanMusibah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

MyFundAction Dirikan Dapur Umum untuk 302 Jiwa Korban Banjir di Tapanuli Selatan

Next Post

Tips Parenting Ke Surga Bersama Keluarga

Next Post
Saling Mengikhlaskan Kesalahan Anggota Keluarga

Tips Parenting Ke Surga Bersama Keluarga

Cara Menundukkan Hawa Nafsu

Allah Membuatku Sedih dan Sakit Hati

Begini Kata 4 Mazhab Tentang Menghadiri Perayaan Agama Lain

Begini Kata 4 Mazhab Tentang Menghadiri Perayaan Agama Lain

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7954 shares
    Share 3182 Tweet 1989
  • Yuk ke Taman Piknik Kalimalang Jakarta Timur

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3482 shares
    Share 1393 Tweet 871
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2902 shares
    Share 1161 Tweet 726
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4131 shares
    Share 1652 Tweet 1033
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2131 shares
    Share 852 Tweet 533
  • Hukum Anak Laki-Laki Memandikan Jenazah Ibunya

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5288 shares
    Share 2115 Tweet 1322
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga