HARI raya sebuah agama merupakan simbol utama sebuah agama. Biasanya di dalamnya terdapat aktivitas ritual peribadatan yang khusus untuk mengagungkannya.
Bagi orang seorang muslim, mengikuti acara perayaan keagamaan lainnya adalah terlarang yaitu haram. Jelas tertuang dalam QS. Al-Kafirun/109: 1-6.
Peristiwa ini menegaskan larangan bagi orang-orang beriman untuk mengikuti segala aktivitas keagamaan dan peribadatan agama lainnya walau mereka mengiming-imingi akan ikut peribadatan umat Islam.
Jika seorang muslim mengikutinya, maka ia telah mencampuradukkan dalam dirinya sendiri berbagai macam peribadatan berbagai agama (sinkretisme).
Untuk melengkapi, berikut penjelasan dari 4 mazhab dalam Islam mengenai merayakan atau menghadiri perayaan Hari Raya agama lain.
1. HANAFI
Imam Ibnu Nujaim:
ูุงู ุฃุจู ุญูุต ุงููุจูุฑ ุฑุญู ู ุงููู : ูู ุฃู ุฑุฌูุง ุนุจุฏ ุงููู ุชุนุงูู ุฎู ุณูู ุณูุฉ ุซู ุฌุงุก ููู ุงูููุฑูุฒ ูุฃูุฏู ุฅูู ุจุนุถ ุงูู ุดุฑููู ุจูุถุฉ ูุฑูุฏ ุชุนุธูู ุฐูู ุงูููู ููุฏ ููุฑ ูุญุจุท ุนู ูู
Abu Hafs Al-Kabir berkata: Apabila seorang muslim yang menyembah Allah selama 50 tahun lalu datang pada Hari Nairuz (hari raya kaum Majusi) dan memberi hadiah telur kepada sebagian orang musyrik dengan tujuan untuk ikut memuliakan hari raya itu, maka dia kafir dan terhapus amalnya. (Imam Ibnu Nujaim, Al Bahr Al Raiq, jilid. 8, hal. 555)
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklikย tautanย ini.
2. MALIKI
Imam Ibnu Al Hajj
ุฃูุง ุชุฑู ุฃูู ูุง ูุญู ููู ุณูู ูู ุฃู ูุจูุนูุง ูููุตุงุฑู ุดูุฆุง ู ู ู ุตูุญุฉ ุนูุฏูู ูุง ูุญู ุง ููุง ุฅุฏุงู ุง ููุง ุซูุจุง ููุง ูุนุงุฑูู ุฏุงุจุฉ ููุง ูุนุงููู ุนูู ุดูุก ู ู ุฏูููู ; ูุฃู ุฐูู ู ู ุงูุชุนุธูู ูุดุฑููู ูุนูููู ุนูู ููุฑูู ูููุจุบู ููุณูุงุทูู ุฃู ููููุง ุงูู ุณูู ูู ุนู ุฐูู , ููู ููู ู ุงูู ูุบูุฑู ูู ุฃุนูู ุฃุญุฏุง ุงุฎุชูู ูู ุฐูู
Tidakkah engkau tahu bahwa tidak halal bagi muslim membelikan sesuatu untuk kaum Nasrani untuk kemaslahatan hari raya mereka baik berupa daging, baju; tidak meminjamkan kendaraan dan tidak menolong apapun dari agama mereka karena hal itu termasuk mengagungkan kesyirikan mereka dan menolong kekafiran mereka. Dan hendaknya penguasa melarang umat Islam melakukan hal itu. Ini pendapat Malik dan lainnya. Saya tidak tahu pendapat yang berbeda. (Imam Ibnul Hajj, Al Madkhal, jilid. 2, hal. 47)
3. SYAFI’I
Imam Ibnu Hajar Al Haitami
ููุนูุฒููุฑู ู ููู ููุงูููู ุงูููููููุงุฑู ููู ุฃูุนูููุงุฏูููู ู ููู ููู ููู ูุณููู ุงููุญููููุฉู ููู ููู ููุฏูุฎููู ุงููููุงุฑู ููู ููู ููุงูู ููุฐูู ููููู ููุง ุญูุงุฌูู ููู ููู ูููููุฃููู ุจูุนููุฏููู..
Ditaโzir (dihukum) orang yang menyamai (meniru) orang kafir pada hari raya mereka, orang yang memegang ular, yang masuk api, orang yang berkata pada kafir dzimmi “Hai Haji”, dan orang yang mengucapkan selamat pada hari raya (agama lain). (Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, jilid. 9, hal. 181)
Beliau juga berkata:
ุซู ุฑุฃูุช ุจุนุถ ุฃุฆู ุชูุง ุงูู ุชุฃุฎุฑูู ุฐูุฑู ุง ููุงูู ู ุง ุฐูุฑุชู ููุงู : ูู ู ุฃูุจุญ ุงูุจุฏุน ู ูุงููุฉ ุงูู ุณูู ูู ุงููุตุงุฑู ูู ุฃุนูุงุฏูู ุจุงูุชุดุจู ุจุฃูููู ูุงููุฏูุฉ ููู ููุจูู ูุฏูุชูู ููู ูุฃูุซุฑ ุงููุงุณ ุงุนุชูุงุก ุจุฐูู ุงูู ุตุฑููู ููุฏ ูุงู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ู ู ุชุดุจู ุจููู ููู ู ููู
Aku melihat sebagian imam kita muta’akhirin (generasi belakangan) menyatakan pendapat yang sama denganku, lalu dia berkata: Termasuk dari bid’ah terburuk adalah penyamaan (peniruan) kaum muslimin kepada Nasrani di hari raya mereka dengan melakukan tasyabbuh (menyerupai), yaitu dengan makanan, memberi hadiah, dan menerima hadiah pada hari itu.
Begini Kata 4 Mazhab Tentang Menghadiri Perayaan Agama Lain
Kebanyakan orang yang melakukan itu adalah Mishriyun (orang-orang Mesir). Nabi ๏ทบ bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka”. (Al Fatawa Al Fiqhiyah Al Kubra, jilid. 4, hal. 238-239)
4. HAMBALI
Imam Al Buhuti
(ููููุญูุฑูู ู ุชูููููุฆูุชูููู ู ููุชูุนูุฒูููุชูููู ู ููุนูููุงุฏูุชูููู ู) ุ ููุฃูููููู ุชูุนูุธููู ู ููููู ู ุฃูุดูุจููู ุงูุณููููุงู ู. (ููุนููููู ุชูุฌููุฒู ุงููุนูููุงุฏูุฉู) ุฃููู: ุนูููุงุฏูุฉู ุงูุฐููู ููููู (ุฅูู ุฑูุฌููู ุฅุณูููุงู ููู ููููุนูุฑูุถููู ุนููููููู ููุงุฎูุชูุงุฑููู ุงูุดููููุฎู ููุบูููุฑููู) ููู ูุง ุฑูููู ุฃูููุณู ยซุฃูููู ุงููููุจูููู – ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู – ุนูุงุฏู ูููููุฏููููุงุ ููุนูุฑูุถู ุนููููููู ุงููุฅูุณูููุงู ู ููุฃูุณูููู ู ููุฎูุฑูุฌู ูููููู ููููููู: ุงููุญูู ูุฏู ููููููู ุงูููุฐูู ุฃูููููุฐููู ุจูู ู ููู ุงููููุงุฑูยป ุฑูููุงูู ุงููุจูุฎูุงุฑูููู ููููุฃูููููู ู ููู ู ูููุงุฑูู ู ุงููุฃูุฎูููุงูู.
Haram mengucapkan tahniโah (selamat), taโziyah (ziarah orang mati), iyadah (jenguk orang sakit) kepada non-muslim karena itu berarti mengagungkan mereka sama dengan menyerupai (mengucapkan) salam. Tapi Boleh menjenguk sakitnya kafir dzimmi apabila diharapkan Islamnya dan hendaknya mengajak masuk Islam. Karena, dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Nabi ๏ทบ pernah iyadah pada orang Yahudi dan mengajaknya masuk Islam lalu si Yahudi masuk Islam lalu berkata, “Alhamdulillah Allah telah menyelamatkan aku dari neraka.” Dan karena menjenguk orang sakit termasuk akhak mulia. (Kasysyaaf Al Qinaa’, jilid. 1, hal. 131)
Baca juga:ย Ruben Onsu Umumkan Memeluk Agama Islam Saat Hari Raya Idul Fitri 1446 H
Makna Toleransi
Toleransi adalah saling menghormati penganut agama lain dengan keyakinan dan kegiatan mereka. Jangan diganggu. Mereka pun demikian terhadap umat Islam.
Tetapi, campur baur mengikuti perayaan dan peribadatan agama lain, itu bukanlah toleransi, tapi pribadi sinkretis. Paginya shalat subuh, jam 10 ikut misa, sore ke pura, lalu menganggap ini keren dan pribadi toleran. Ini Tertipu.
Allah Ta’ala berfirman:
ูููู ูููู ููููุจููุฆูููู ู ุจูุงูุฃูุฎูุณูุฑูููู ุฃูุนูู ูุงูุง ุงูููุฐูููู ุถูููู ุณูุนูููููู ู ููู ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููููู ู ููุญูุณูุจูููู ุฃููููููู ู ููุญูุณูููููู ุตูููุนูุง
Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah tersesat perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi: 103-104).[Sdz]
Sumber: Madrasatuna





