• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 19 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mengapa Masih Hobi Berghibah?

03/05/2023
in Khazanah
Dijanjikan ingin dinikahi

Foto: Pexels/Tara Winstead

85
SHARES
656
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENGAPA kita masih hobi berghibah? Sesama Muslim dianjurkan untuk memperbanyak silaturahmi. Sayangnya tidak jarang ajang silaturahmi ini menjadi ajang gossip atau juga ghibah. Kalau sudah begini silaturahmi yang awalnya baik tidak lagi membawa keberkahan.

Baca Juga: Hal yang Harus Dilakukan jika Telanjur Ghibah

Mengapa Masih Hobi Berghibah?

Imam Nawawi berkata di dalam Al-Adzkar, ”Ketahuilah bahwasanya ghibah itu sebagaimana diharamkan bagi orang yang menggibahi, diharamkan juga bagi orang yang mendengarkannya dan menyetujuinya.

Maka wajib bagi siapa saja yang mendengar seseorang mulai menggibahi (saudaranya yang lain) untuk melarang orang itu, kalau dia tidak takut kepada mudharat yang jelas.

Dan jika dia takut kepada orang itu, maka wajib baginya untuk mengingkari dengan hatinya dan meninggalkan majelis tempat ghibah tersebut jika hal itu memungkinkan.

Jika kita mampu untuk mengingkari dengan lisan kita atau dengan mengalihkan pembicaraan ghibah tadi dengan pembicaraan lain yang lebih bermanfaat, maka wajib bagi kita untuk melakukannya.

Jika kita tidak melakukannya berarti kita telah ikutan bermaksiat. Jika dengan lisan kita berkata,  ”Diamlah.” Namun di dalam hati ingin pembicaraan gibah tersebut dilanjutkan, maka hal itu adalah kemunafikan yang tidak bisa membebaskan kita dari dosa. Kita harus membenci gibah tersebut dengan hati. Agar bisa bebas dari dosa.

Jika kita terpaksa berada di majelis yang ada ghibahnya dan tidak mampu untuk mengingkari ghibah itu, atau telah berusaha mengingkari dan mengatakan tidak pada yang lain namun tidak diterima, serta tidak memungkinkan bagi kita untuk meninggalkan majelis tersebut.

Maka, haram bagi untuk istima’(mendengarkan) dan isgho’ (mendengarkan dengan seksama) pembicaraan ghibah itu.

Yang bisa kita lakukan adalah berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lisan dan hati, atau dengan hati saja.

Bisa juga dengan memikirkan perkara yang lain agar bisa melepaskan diri dari mendengarkan gibah itu. Setelah itu maka tidak dosa bagi kita mendengar ghibah (yaitu sekedar mendengar namun tidak memperhatikan dan tidak faham dengan apa yang didengar), tanpa mendengarkan dengan baik ghibah itu, jika memang keadaannya seperti ini (karena terpaksa tidak bisa meninggalkan majelis gibah itu).

Namun jika dalam beberapa waktu kemudian memungkinkan untuk meninggalkan majelis dan mereka masih terus melanjutkan ghibah, maka wajib baginya untuk meninggalkan majelis. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan apabila kalian melihat orang-orang yang mengejek ayat Kami, maka berpalinglah dari mereka hingga mereka mebicarakan pembicaraan yang lainnya. Dan apabila kalian dilupakan oleh Syaithon, maka janganlah kalian duduk bersama kaum yang dzolim setelah kalian ingat.” (QS. Al-An’am : 68)

Dan meninggalkan majelis ghibah merupakan sifat-sifat orang yang beriman, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Dan apabila mereka mendengar lagwu (kata-kata yang tidak bermanfaat) mereka berpaling darinya.” (QS. Al-Qashash : 55)

Dan dalam ayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al-Mu’minun :3)

Bahkan ketika mendengar saudara kita menjadi bahan ghibah, kita dianjurkan untuk membela kehormatannya sebagaimana sabda Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya pada hari kiamat.” (HR. At tirmidzi)

Demikian juga pengamalan para salaf ketika ada saudaranya yang dighibahi, mereka akan membelanya, sebagaimana dalam hadits-hadits berikut:

“Dari ‘Itban bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegakkan sholat, lalu (setelah selesai sholat) beliau berkata: “Di manakah Malik bin Addukhsyum?” Lalu ada seorang laki-laki menjawab: ”Ia munafik, tidak cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Maka, Nabi berkata: “Janganlah engkau berkata demikian, tidakkah engkau lihat bahwa ia telah mengucapkan la ila ha illallah dengan ikhlash karena Allah?

Dan Allah telah mengharamkan api neraka atas orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlash karena Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah sampai di Tabuk, dan sambil duduk beliau bertanya: “Apa yang dilakukan Ka’ab?” (Yakni mengapa dia tidak keluar berjihad ke Tabuk)

Maka, ada seorang laki-laki dari Bani Salamah menjawab: ”Wahai Rasulullah, ia telah tertahan oleh mantel dan selendangnya.”

Lalu Mu’adz bin Jabal t berkata: “Buruk sekali perkataanmu itu, demi Allah wahai Rasulullah, kami tidak mengetahui sesuatupun dari dia melainkan hanya kebaikan.”  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diam.” [Bukhori dan Muslim]

(Ustadz Ibnu Abidin As-Soronji, muslim.or.id/MAY/Cms]

Tags: Mengapa masih hobi berghibah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cara agar Tidur Berpahala

Next Post

Menghindari Silaturahim yang Buruk

Next Post
Menghindari Silaturahim yang Buruk

Menghindari Silaturahim yang Buruk

Rumus kebahagiaan itu bukan senang-senang

Kebahagiaan dalam Pandangan Islam

Jenis skincare yang bisa dimiliki dengan dana terbatas

6 Jenis Skincare Bisa Dimiliki dengan Dana Terbatas

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8224 shares
    Share 3290 Tweet 2056
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3682 shares
    Share 1473 Tweet 921
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4542 shares
    Share 1817 Tweet 1136
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2053 shares
    Share 821 Tweet 513
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11255 shares
    Share 4502 Tweet 2814
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4215 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1211 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga