• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 20 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Masa Depan di Tangan Islam

09/05/2026
in Khazanah
Masa Depan di Tangan Islam

foto: Syeikh Zayed Mosque Abu Dhabi/pixabay

84
SHARES
646
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MASA depan di tangan Islam, Al-Mustaqbal Li Hadza Ad-Din, oleh: Djoko P. Abdullah.

Francis Fukuyama, seorang akademisi sekaligus penasihat pemerintah Amerika Serikat benar-benar telah menggemparkan dunia politik Internasional.

Ketika awal tahun 1990-an mendeklarasikan telah berakhirnya sejarah. Dengan tegas dia menyatakan, bahwa hancurnya berkeping-keping Soviet dan ambruknya tembok Berlin adalah di antara sekian banyak pertanda signifikan.

Telah terjadinya perubahan dramatis pasca Perang Dingin yang mempresentasikan secara akurat kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal di seluruh dunia.

Dengan mendasarkan argumennya pada tulisan Kant, Hegel dan pembacaan kritis terhadap Marx, dia meramalkan, bahwa di penghujung sejarah umat manusia, tidak akan pernah lagi tersedia ruang bagi pertarungan antara ideologi besar.

Sejak publikasi pertamanya, The End of History and The Last Man, telah mengundang begitu banyak perdebatan pro-kontra.

Faktanya, lebih banyak lontaran gugatan dan kritikan dari hampir setiap sudut pandang. Buku ini disebut-sebut sebagai sebuah karya yang sangat optimistik sekaligus determinatik; fenomenal sekaligus kontroversial; ilmiah sekaligus provokatif walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit, telah muncul sikap simpatik yang berusaha memahami sisi positif dari tesisnya ini.

Meskipun ia menggunakan kejadian yang sama, dunia pasca Perang Dingin yang dihadirkan Huntington pada tahun 1993, sangatlah berbeda.

Artikelnya di Foreign Affairs yang berjudul The Clash of Civilization, ia berpendapat bahwa hubungan internasional tidak akan ditandai oleh konsensus mengenai demokrasi liberal, namun oleh konflik antara seluruh peradaban, khususnya antara Islam dan Barat. Huntington berpendapat bahwa perbedaan besar dalam budaya dan agama akan mendorong abad ke-21 ke arah perang antara peradaban.

Stephen McGlinche merupakan ilmuwan politik yang krtiknya tidak kalah tajam. McGlinche dalam artikelnya yang berjudul Review-A Second Look at Huntington’s Wave Thesis menyatakan bahwa Huntington terlalu America oriented dan menganggap Amerika sebagai rujukan sekaligus model ideal demokrasi, padahal banyak negara demokratis lain yang juga berhasil bahkan mungkin lebih baik dari Amerika. Huntington juga dianggap menutup mata terhadap berbagai proses demokratisasi yang dipaksakan oleh negara lain, termasuk Amerika yang seringkali melakukan demi kepentingannya sendiri.

Baca juga: Kisah 3000 Tentara Salib yang Masuk Islam

Masa Depan di Tangan Islam

Kita ‘parkir’ pemikiran Fukuyama dan Huntington. Karena kita punya paradigma tersendiri tentang bagaimana mengelola demokrasi dalam bingkai etika dan moral.

Salah satu prinsip penting dalam Islam adalah syura atau musyawarah. Hal ini diabadikan di dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran (3) ayat 159 dan Asy-Syura (42) ayat 38.

Di balik prinsip syura ini ada asas egalitarianisme atau kesamaan; asas rasionalitas dalam pengambilan keputusan; dan asas meritokrasi dalam memilih orang. Asas-asas inilah yang kemudian dijadikan fondasi dalam mengelola negara modern yang dilakukan beberapa negara saat ini.

Walaupun Barat mengklaim prinsip musyawarah dalam kehidupan bernegara -yang dikenal dengan nama demokrasi- yang dipraktikkannya kini bersumber dari masyarakat Yunani kuno.

Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri mereka telah meninggalkan bahkan melupakan sehingga membuat Barat terbenam dalam kegelapan sampai abad pertengahan. Mereka menyadari miliknya yang sangat berharga ini, setelah melihat kemajuan kekhilafahan Islam baik di Baghdad, Andalusia dan Turki. Mereka kemudian memungut kembali dan berusaha mengamalkannya dengan susah payah serta berdarah-darah menghadapi para penentangnya.

Di kemudian hari, prinsip-prinsip ini melahirkan era keemasan dan kejayaan, dimulai dari apa yang dikenal dengan Renaissance. Dunia Barat kemudian menjadi role model dan tujuan serta tempat belajar bangsa lain dalam sains, teknologi, ekonomi dan militer.

Demokrasi hanya sebuah nama yang isinya tentu sangat ditentukan oleh siapa yang menggunakannya. Di samping ruang dan waktu, sejarah dan budaya sebuah bangsa juga ikut mewarnainya.

Demokrasi memiliki kelemahan yang akut disebabkan hilangnya nilai-nilai spiritualitas dalam dirinya. Sekularisasi yang berhasil menggusur Tuhan dari Dunia Barat, berimplikasi terhadap hilangnya dimensi vertikal demokrasi, selanjutnya menyebabkan lepasnya etika dan moralitas dalam praktik demokrasi di banyak negara. Karena itu tanggung jawab sekaligus tugas umat Islam saat ini adalah bagaimana mengembalikan Tuhan dalam kehidupan berdemokrasi.

Abul A’la Al-Maududi dikenal sebagai Ulama, sekaligus Pemikir Islam abad 20. Digambarkan oleh Wilfred Cantwell Smith sebagai “The most systematic modern Islamic thinker” (pemikir Islam modern yang paling sistematis).

Ia percaya bahwa Islam punya landasan etika dan moral untuk kehidupan berdemokrasi.[ind]

Tags: Masa Depan di Tangan Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

Next Post

Kandungan Kosmetik Berbahaya yang Dilarang BPOM

Next Post
Kandungan Kosmetik Berbahaya yang Dilarang BPOM

Kandungan Kosmetik Berbahaya yang Dilarang BPOM

Kehadiran Pagi Adalah untuk Membangun Kesadaran Akan Kebaikan

Kehadiran Pagi Adalah untuk Membangun Kesadaran Akan Kebaikan

Absent Husband Melahirkan Absent Father dalam Pengasuhan Anak

Keutamaan Memiliki Anak Perempuan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8448 shares
    Share 3379 Tweet 2112
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3809 shares
    Share 1524 Tweet 952
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4321 shares
    Share 1728 Tweet 1080
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11347 shares
    Share 4539 Tweet 2837
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2137 shares
    Share 855 Tweet 534
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • PCA Batang Gelar Apel Milad ke-109 Aisyiyah, Momentum Perkuat Kebersamaan dan Dakwah Kemanusiaan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    937 shares
    Share 375 Tweet 234
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3365 shares
    Share 1346 Tweet 841
  • Dinkes DKI Jakarta Catat Tiga Kasus Virus Hanta

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga