• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 21 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Lebaran dan Liburan

26/03/2026
in Khazanah
Lebaran dan Liburan

Ilustrasi, foto: Niat Kuring

71
SHARES
544
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LEBARAN dan liburan sejatinya dua hal yang berbeda. Sayangnya, tidak sedikit yang salah kaprah.

Indonesia tergolong negara yang memberikan kemudahan warganya untuk berlebaran. Sekitar tujuh hari kerja berubah menjadi cuti bersama demi untuk kemudahan itu.

Selain itu, negara juga mewajibkan para pengusaha untuk memberikan THR atau uang gaji tambahan khusus untuk merayakan Lebaran. Besarannya bahkan sampai satu bulan gaji.

Betapa enaknya. Sudah dapat bonus liburan seperempat bulan kerja, dapat uang gaji tambahan pula.

Memang, ada ‘berkah’ tersendiri dari kebijakan nasional itu. Yaitu, terjadinya perputaran ekonomi ‘dadakan’ yang menjangkau daerah-daerah nun jauh dari perkotaan. Dan hal itu juga membantu program pemerataan ekonomi pemerintah.

Bedakan Lebaran dan Liburan

Masyarakat kita hampir sulit membedakan antara Lebaran dan liburan. Keduanya menjadi campur aduk. Hal inilah yang menjadikan kita menjadi salah kaprah dengan Lebaran.

Lebaran sejatinya momen nasional untuk menjalin tali silaturahim ke seluruh pelosok negeri. Tergantung dari mana asal warga kota yang bersangkutan. Karena lebih dari 60 persen warga kota di Indonesia berasal dari kampung dan desa.

Lebaran bernilai religius. Yaitu, sebuah kunjungan ke sanak kerabat tanpa ada kepentingan apa pun kecuali mengharapkan ridha Allah.

Mereka datang berkunjung ke sanak kerabat di desa, menetap beberapa hari di sana, berbagi rezeki dan pengalaman, saling mendoakan, dan seterusnya.

Sementara liburan, merupakan kegiatan wisata. Mereka mendatangi tempat-tempat wisata, berlibur di sana, dan seterusnya.

Jadi, antara Lebaran dan liburan memiliki garis batas yang jelas. Berlebaran mungkin saja butuh biaya besar, tapi pengalokasiannya proporsional dan bernilai sedekah.

Sementara liburan, anggarannya juga besar tapi pengalokasiannya tak jelas tergantung pada ‘nafsu’ berbelanja dan senang-senang.

Apa tidak boleh memanfaatkan momen Lebaran untuk liburan?

Tentu boleh-boleh saja. Tapi, prioritasnya jangan diputar balik. Yang utama itu berlebaran yaitu kunjungan silaturahim ke sanak kerabat. Bukan liburan yang merupakan kunjungan ke termpat-tempat wisata.

Sebenarnya, melakukan kegiatan liburan di saat momen Lebaran bisa tergolong pemborosan. Hal ini karena antara modal yang dikeluarkan jauh dari apa yang didapatkan. Selain karena menjadi serba mahal, berlibur di saat Lebaran menjadi tidak efektif: macet, bising, dan sangat melelahkan.

Sebaiknya, fokus memanfaatkan momen Lebaran untuk semata-mata bersilaturahim ke sanak kerabat. Kecuali, sekadar berkeliling di sekitar lingkungn desa yang juga bagian dari kegiatan silaturahim.

Kalau ingin berlibur, carilah di waktu yang lain. Selain biayanya lebih murah, suasana liburan pun jauh lebih kondusif.

Ajari Keluarga Berlebaran yang Baik

Tanpa sadar, kita sedang mengajarkan sesuatu yang salah kepada anak-anak tentang makna Lebaran yang berubah menjadi liburan.

Hal ini bisa berdampak serius. Karena objek dan nuansanya sangat berbeda. Berlebaran itu tinggal di rumah-rumah kampung yang sederhana. Sementara liburan tinggal di tempat-tempat mewah seperti hotel, vila, dan sejenisnya.

Jika anak-anak terkondisikan dengan niat liburan di momen Lebaran, maka mereka akan tidak kerasan tinggal di pondok-pondok sederhana rumah kakek nenek atau paman bibi.

Dan, yang menjadi harapan utama mereka saat pulang kampung adalah berkunjung ke tempat-tempat wisata. Di sinilah fatalnya. Nuansa Lebaran menjadi pemanis dan pelengkap saja dari acara wisata yang juga tidak efektif.

Lebih parah lagi, keluarga menghabiskan begitu banyak waktu liburan untuk sekadar berwisata, bukan bersilaturahim.

Hati-hati mengajarkan anak-anak dan keluarga tentang makna Lebaran dan pulang kampung. Jangan kesankan kepada mereka bahwa itu kegiatan wisata, melainkan perjuangan untuk bersatu lagi bersama keluarga besar.

Ajari mereka tentang siapa leluhur mereka, karakter dan budaya, dan tentu saja nilai-nilai positif suasana kampung dan desa. [Mh]

 

 

Tags: Lebaran dan Liburan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dakwah Sebagai Ruh Perjuangan

Next Post

Bagaimana Cara Menghindari Zina bagi Remaja? Cukup Pahami ini agar Selamat

Next Post
Bagaimana cara menghindari zina bagi remaja dan kawula muda

Bagaimana Cara Menghindari Zina bagi Remaja? Cukup Pahami ini agar Selamat

Beberapa Efek Samping Makan Daun Kelor

Beberapa Efek Samping Makan Daun Kelor

Mengenal Pahlawan Indonesia, Muhammad Natsir

Mengenal Pahlawan Indonesia, Muhammad Natsir

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9146 shares
    Share 3658 Tweet 2287
  • Panduan Memilih Eyeliner untuk Berbagai Tipe Mata

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4139 shares
    Share 1656 Tweet 1035
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1218 shares
    Share 487 Tweet 305
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • 5 Tips Perawatan Tas Kulit agar Tidak Mudah Mengelupas

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga