• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Lebaran dan Liburan

26/03/2026
in Khazanah
Lebaran dan Liburan

Ilustrasi, foto: Niat Kuring

73
SHARES
562
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LEBARAN dan liburan sejatinya dua hal yang berbeda. Sayangnya, tidak sedikit yang salah kaprah.

Indonesia tergolong negara yang memberikan kemudahan warganya untuk berlebaran. Sekitar tujuh hari kerja berubah menjadi cuti bersama demi untuk kemudahan itu.

Selain itu, negara juga mewajibkan para pengusaha untuk memberikan THR atau uang gaji tambahan khusus untuk merayakan Lebaran. Besarannya bahkan sampai satu bulan gaji.

Betapa enaknya. Sudah dapat bonus liburan seperempat bulan kerja, dapat uang gaji tambahan pula.

Memang, ada ‘berkah’ tersendiri dari kebijakan nasional itu. Yaitu, terjadinya perputaran ekonomi ‘dadakan’ yang menjangkau daerah-daerah nun jauh dari perkotaan. Dan hal itu juga membantu program pemerataan ekonomi pemerintah.

Bedakan Lebaran dan Liburan

Masyarakat kita hampir sulit membedakan antara Lebaran dan liburan. Keduanya menjadi campur aduk. Hal inilah yang menjadikan kita menjadi salah kaprah dengan Lebaran.

Lebaran sejatinya momen nasional untuk menjalin tali silaturahim ke seluruh pelosok negeri. Tergantung dari mana asal warga kota yang bersangkutan. Karena lebih dari 60 persen warga kota di Indonesia berasal dari kampung dan desa.

Lebaran bernilai religius. Yaitu, sebuah kunjungan ke sanak kerabat tanpa ada kepentingan apa pun kecuali mengharapkan ridha Allah.

Mereka datang berkunjung ke sanak kerabat di desa, menetap beberapa hari di sana, berbagi rezeki dan pengalaman, saling mendoakan, dan seterusnya.

Sementara liburan, merupakan kegiatan wisata. Mereka mendatangi tempat-tempat wisata, berlibur di sana, dan seterusnya.

Jadi, antara Lebaran dan liburan memiliki garis batas yang jelas. Berlebaran mungkin saja butuh biaya besar, tapi pengalokasiannya proporsional dan bernilai sedekah.

Sementara liburan, anggarannya juga besar tapi pengalokasiannya tak jelas tergantung pada ‘nafsu’ berbelanja dan senang-senang.

Apa tidak boleh memanfaatkan momen Lebaran untuk liburan?

Tentu boleh-boleh saja. Tapi, prioritasnya jangan diputar balik. Yang utama itu berlebaran yaitu kunjungan silaturahim ke sanak kerabat. Bukan liburan yang merupakan kunjungan ke termpat-tempat wisata.

Sebenarnya, melakukan kegiatan liburan di saat momen Lebaran bisa tergolong pemborosan. Hal ini karena antara modal yang dikeluarkan jauh dari apa yang didapatkan. Selain karena menjadi serba mahal, berlibur di saat Lebaran menjadi tidak efektif: macet, bising, dan sangat melelahkan.

Sebaiknya, fokus memanfaatkan momen Lebaran untuk semata-mata bersilaturahim ke sanak kerabat. Kecuali, sekadar berkeliling di sekitar lingkungn desa yang juga bagian dari kegiatan silaturahim.

Kalau ingin berlibur, carilah di waktu yang lain. Selain biayanya lebih murah, suasana liburan pun jauh lebih kondusif.

Ajari Keluarga Berlebaran yang Baik

Tanpa sadar, kita sedang mengajarkan sesuatu yang salah kepada anak-anak tentang makna Lebaran yang berubah menjadi liburan.

Hal ini bisa berdampak serius. Karena objek dan nuansanya sangat berbeda. Berlebaran itu tinggal di rumah-rumah kampung yang sederhana. Sementara liburan tinggal di tempat-tempat mewah seperti hotel, vila, dan sejenisnya.

Jika anak-anak terkondisikan dengan niat liburan di momen Lebaran, maka mereka akan tidak kerasan tinggal di pondok-pondok sederhana rumah kakek nenek atau paman bibi.

Dan, yang menjadi harapan utama mereka saat pulang kampung adalah berkunjung ke tempat-tempat wisata. Di sinilah fatalnya. Nuansa Lebaran menjadi pemanis dan pelengkap saja dari acara wisata yang juga tidak efektif.

Lebih parah lagi, keluarga menghabiskan begitu banyak waktu liburan untuk sekadar berwisata, bukan bersilaturahim.

Hati-hati mengajarkan anak-anak dan keluarga tentang makna Lebaran dan pulang kampung. Jangan kesankan kepada mereka bahwa itu kegiatan wisata, melainkan perjuangan untuk bersatu lagi bersama keluarga besar.

Ajari mereka tentang siapa leluhur mereka, karakter dan budaya, dan tentu saja nilai-nilai positif suasana kampung dan desa. [Mh]

 

 

Tags: Lebaran dan Liburan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dakwah Sebagai Ruh Perjuangan

Next Post

Bagaimana Cara Menghindari Zina bagi Remaja? Cukup Pahami ini agar Selamat

Next Post
Bagaimana cara menghindari zina bagi remaja dan kawula muda

Bagaimana Cara Menghindari Zina bagi Remaja? Cukup Pahami ini agar Selamat

Mengenal Pahlawan Indonesia, Muhammad Natsir

Mengenal Pahlawan Indonesia, Muhammad Natsir

Ketahui Masjid Pertama Dalam Peradaban Islam

Ketahui Masjid Pertama Dalam Peradaban Islam

  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1378 shares
    Share 551 Tweet 345
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2529 shares
    Share 1012 Tweet 632
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9566 shares
    Share 3826 Tweet 2392
  • Menentukan Waktu Terbaik untuk Menghafal Al-Qur’an di Tengah Kesibukan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka Jadi Ikon Wisata Religi Baru di Jakarta

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Menemukan Kebahagiaan dalam Kesederhanaan Hidup

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11855 shares
    Share 4742 Tweet 2964
  • Event Dongeng dan Inspirasi Generasi Cinta Quran NPC

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4874 shares
    Share 1950 Tweet 1219
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga