• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ketegasan Orangtua kepada Anak yang Terindikasi LGBT

16/03/2026
in Khazanah
Ketegasan Orangtua kepada Anak yang Terindikasi LGBT

(foto: pixabay)

90
SHARES
696
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KETEGASAN orangtua kepada anak yang terindikasi LGBT diperlukan ketika propaganda mengenai hal tersebut dilakukan secara halus, misalnya dalam tayangan Youtube.

“Tidak ada orang yang ingin terlahir seperti itu. Tidak ada orangtua yang ingin melahirkan anak seperti itu. Tapi kalau Tuhan titipkan pada kita, kita terima apa adanya. Jangan ditolak. Terima apa adanya!” tegasnya dengan emosional.

Siapapun yang menyaksikan tayangan itu pasti ikut terharu. Bila tipis iman dan minim pemahaman, bukan tak mungkin akan mengganggukkan kepala sembari berkata, “Iya, benar juga ya.”

Penulis buku Journey to the Light Uttiek M. Panji Astuti mengulas tayangan di YouTube yang mengisahkan seorang pesohor yang merasa “dikaruniai” anak “spesial”.

Anak yang “terjebak” dalam raga yang salah. Merasa diri sebagai perempuan, namun terjebak dalam tubuh laki-laki.

Dengan berurai air mata, ia menceritakan perasaannya sebagai ibu yang berkewajiban “melindungi” buah hatinya dari stigma lingkungan.

Mencoba mengerti penderitaan batin anaknya. Hingga akhirnya ia merelakan anaknya mengambil keputusan operasi ganti kelamin.

Ketegasan Orangtua kepada Anak yang Terindikasi LGBT

Di ujung tayangan, ia membuka diri sekira ada orangtua yang memiliki masalah yang sama dan ingin berbagi rasa dengannya.

“Sebagai orangtua, sayangi anak kita dan terima apapun kondisinya,” pesannya melalui bisikan lembut, yang ternyata sangat menyesatkan.

Saya termangu lama menyaksikan tayangan itu. Sebuah propaganda pembelaan terhadap L*B* yang sangat haluuuus.

Entah sudah berapa banyak orangtua yang “tergelincir” atau berubah pikiran setelah menyaksikannya.

“Menerima” anak L*B* bukan berarti membiarkannya semakin rusak dalam kemaksiatan. Justru kewajiban orangtua melakukan segala upaya, sampai anaknya keluar dari lubang kesesatan itu.

Orangtua harus tegas dan tega menghentikan kesenangan anaknya, yang jelas-jelas menyimpang dari agama dan norma manusia.

 

Baca juga: Tuai Ancaman dan Penolakan, Perkumpulan LGBTQ se-ASEAN Batal Digelar di Jakarta

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


Ketegasan orangtua pada anaknya saat berbuat salah banyak dicontohkan manusia-manusia mulia. Salah satu kisah yang masyhur adalah apa yang terjadi pada Muhammad bin Amru bin Ash.

Suatu kali ia memukul orang Mesir tanpa alasan. Korban mengadukan hal itu pada Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab di Madinah.

Umar lalu memerintahkan orang Mesir itu balas memukul Muhammad bin Amru bin Ash di hadapan ayahnya.

Amru bin Ash yang saat itu menjabat sebagai gubernur Mesir tak menghalanginya dan berkata, “Sungguh, jika Engkau memukulnya, aku tidak akan menghalangi sebelum Engkau sendiri yang meninggalkannya.”

Begitulah seharusnya yang dilakukan orangtua manakala anaknya berbuat kesalahan. Tak perlu melindunginya. Apalagi kalau jelas-jelas melakukan kemaksiatan![ind]

Tags: ketegasan orangtualgbt
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menjaga Hubungan yang Seimbang

Next Post

Doa Kembali dari Ibadah Umroh

Next Post
Doa Kembali dari Ibadah Umroh

Doa Kembali dari Ibadah Umroh

Gejala Ibu Hamil Kekurangan Gizi, di Antaranya Rambut Rontok

Gejala Ibu Hamil Kekurangan Gizi, di Antaranya Rambut Rontok

Perbedaan Anak Laki-Laki dan Perempuan

Perbedaan Anak Laki-Laki dan Perempuan dalam Masa Tumbuh Kembang

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8707 shares
    Share 3483 Tweet 2177
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11489 shares
    Share 4596 Tweet 2872
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    987 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2328 shares
    Share 931 Tweet 582
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga