• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ketegasan Orangtua kepada Anak yang Terindikasi LGBT

16/03/2026
in Khazanah
Ketegasan Orangtua kepada Anak yang Terindikasi LGBT

(foto: pixabay)

90
SHARES
689
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KETEGASAN orangtua kepada anak yang terindikasi LGBT diperlukan ketika propaganda mengenai hal tersebut dilakukan secara halus, misalnya dalam tayangan Youtube.

“Tidak ada orang yang ingin terlahir seperti itu. Tidak ada orangtua yang ingin melahirkan anak seperti itu. Tapi kalau Tuhan titipkan pada kita, kita terima apa adanya. Jangan ditolak. Terima apa adanya!” tegasnya dengan emosional.

Siapapun yang menyaksikan tayangan itu pasti ikut terharu. Bila tipis iman dan minim pemahaman, bukan tak mungkin akan mengganggukkan kepala sembari berkata, “Iya, benar juga ya.”

Penulis buku Journey to the Light Uttiek M. Panji Astuti mengulas tayangan di YouTube yang mengisahkan seorang pesohor yang merasa “dikaruniai” anak “spesial”.

Anak yang “terjebak” dalam raga yang salah. Merasa diri sebagai perempuan, namun terjebak dalam tubuh laki-laki.

Dengan berurai air mata, ia menceritakan perasaannya sebagai ibu yang berkewajiban “melindungi” buah hatinya dari stigma lingkungan.

Mencoba mengerti penderitaan batin anaknya. Hingga akhirnya ia merelakan anaknya mengambil keputusan operasi ganti kelamin.

Ketegasan Orangtua kepada Anak yang Terindikasi LGBT

Di ujung tayangan, ia membuka diri sekira ada orangtua yang memiliki masalah yang sama dan ingin berbagi rasa dengannya.

“Sebagai orangtua, sayangi anak kita dan terima apapun kondisinya,” pesannya melalui bisikan lembut, yang ternyata sangat menyesatkan.

Saya termangu lama menyaksikan tayangan itu. Sebuah propaganda pembelaan terhadap L*B* yang sangat haluuuus.

Entah sudah berapa banyak orangtua yang “tergelincir” atau berubah pikiran setelah menyaksikannya.

“Menerima” anak L*B* bukan berarti membiarkannya semakin rusak dalam kemaksiatan. Justru kewajiban orangtua melakukan segala upaya, sampai anaknya keluar dari lubang kesesatan itu.

Orangtua harus tegas dan tega menghentikan kesenangan anaknya, yang jelas-jelas menyimpang dari agama dan norma manusia.

 

Baca juga: Tuai Ancaman dan Penolakan, Perkumpulan LGBTQ se-ASEAN Batal Digelar di Jakarta

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


Ketegasan orangtua pada anaknya saat berbuat salah banyak dicontohkan manusia-manusia mulia. Salah satu kisah yang masyhur adalah apa yang terjadi pada Muhammad bin Amru bin Ash.

Suatu kali ia memukul orang Mesir tanpa alasan. Korban mengadukan hal itu pada Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab di Madinah.

Umar lalu memerintahkan orang Mesir itu balas memukul Muhammad bin Amru bin Ash di hadapan ayahnya.

Amru bin Ash yang saat itu menjabat sebagai gubernur Mesir tak menghalanginya dan berkata, “Sungguh, jika Engkau memukulnya, aku tidak akan menghalangi sebelum Engkau sendiri yang meninggalkannya.”

Begitulah seharusnya yang dilakukan orangtua manakala anaknya berbuat kesalahan. Tak perlu melindunginya. Apalagi kalau jelas-jelas melakukan kemaksiatan![ind]

Tags: ketegasan orangtualgbt
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menjaga Hubungan yang Seimbang

Next Post

Doa Kembali dari Ibadah Umroh

Next Post
Doa Kembali dari Ibadah Umroh

Doa Kembali dari Ibadah Umroh

Gejala Ibu Hamil Kekurangan Gizi, di Antaranya Rambut Rontok

Gejala Ibu Hamil Kekurangan Gizi, di Antaranya Rambut Rontok

Perbedaan Anak Laki-Laki dan Perempuan

Perbedaan Anak Laki-Laki dan Perempuan dalam Masa Tumbuh Kembang

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8244 shares
    Share 3298 Tweet 2061
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Menghina Allah dalam Hati

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4228 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11269 shares
    Share 4508 Tweet 2817
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2062 shares
    Share 825 Tweet 516
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4550 shares
    Share 1820 Tweet 1138
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga