KESUKSESAN itu datang bukan karena mudahnya sebuah proses atau karena kecerdasanmu. Semuanya itu datang semata-mata karena pertolongan Allah. Sungguh, tanpa campur tangan-Nya kita tidak akan mampu meraih apa pun.
Allah berfirman:
إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ
“Jika Allah menolong kalian, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kalian. Tetapi jika Allah membiarkan kalian, maka siapa lagi yang dapat menolong kalian setelah itu?”
(QS. Ali ‘Imran: 160)
وَتَدْعُو أَنْ لَا يَكُونَ طَرِيقُكَ وَعِرًا لِتَنْجُو، فَيَكُونُ وَعِرًا وَتَنْجُو… لِتَعْلَمَ أَنَّ النَّجَاةَ مِنَ اللَّهِ، لَا مِنَ الطَّرِيقِ.
Keselamatan Itu dari Allah, Bukan dari Kemudahan
Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan makna ayat di atas dalam tafsirnya: jika Allah menolong kalian dengan pertolongan-Nya, seperti pada Perang Badar, maka tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian. Karena itu, bertawakkallah kepada Allah dan teguhlah.
Jika Allah membiarkan kalian tanpa pertolongan, sebagaimana yang terjadi pada Perang Uhud, maka siapa lagi yang dapat menolong kalian selain Allah setelah itu? Oleh sebab itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal dan menyandarkan seluruh urusannya. Allah adalah sumber pertolongan setelah manusia melakukan sebab, persiapan, dan usaha yang semestinya.
Ketahuilah, Allah tidak selalu menghilangkan jalan yang sulit bagi orang-orang yang Dia cintai, karena itulah konsekuensi dari mahalnya harga keimanan kepada-Nya. Namun, yakinlah bahwa Dia selalu menyelipkan kemudahan di balik sulitnya sebuah masalah.
Allah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 5–6)
Melalui ayat ini Allah memberitahukan bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Kemudian Dia menegaskan kembali kabar tersebut.
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Al-Hasan bahwa Rasulullah pernah keluar rumah pada suatu hari dalam keadaan gembira dan tersenyum. Beliau bersabda:
“Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan. Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan, karena bersama kesulitan itu pasti terdapat kemudahan.”
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kata “kesulitan” (العسر) diulang dua kali dalam bentuk yang sama sehingga maknanya tetap satu. Sedangkan kata “kemudahan” (يسرًا) datang dalam bentuk nakirah (tidak ditentukan), yang menunjukkan makna banyak. Artinya, dalam kehidupan ini Allah lebih sering memberikan kemudahan kepada kita daripada kesulitan. Demikian dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir. [DW]
Sumber: Ustadz Faisal Kunhi M.A.