• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Jejak Islam dan Populasinya yang Terus Tumbuh di Selandia Baru

16/12/2021
in Khazanah
Jejak Islam dan Populasinya yang Terus Tumbuh di Selandia Baru

Foto: Pixabay

82
SHARES
630
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Islam di Selandia Baru mempunyai jejak yang cukup kuat. Islam eksis di negara sejak ratusan tahun lalu. Kelompok Muslim mulai hadir di Selandia Baru sejak abad ke-19.

Dilansir dari New Zealand Journal of Asian Studies VIII berjudul New Zealand’s Muslim and Their Organisations, William Shepard menyebutkan Muslim pertama di negara itu adalah 15 penambang emas Cina yang bekerja di Dunstan di Pulau Selatan pada 1874.

Diperkuat dengan penelitian Peter Lineham dari Massey University dalam tulisannya “Islam in New Zealand: Historical Demography” mengatakan umat Muslim sudah ada di Selandia Baru pada 1855.

Baca Juga: Jejak Islam di Negeri Van Oranje

Jejak Islam dan Populasinya yang Terus Tumbuh di Selandia Baru

Menurut data sensus, pada 1855 terdapat dua orang Muslim yang tercatat di Selandia Baru. Pada sensus 1861, tercatat empat orang Muslim tercatat di negara itu. Sensus pada 1867 menjadi salah satu titik terang populasi Muslim di Selandia Baru.

Saat itu pemerintah di wilayah Otago mengundang orang Cina atau Tionghoa untuk bekerja di tambang emas. Warga Cina yang tertarik bekerja di Otago sebagian besar berasal dari Cina selatan, yang mana memiliki penduduk beragama Islam tetapi dalam jumlah kecil.

Pada 1871, jumlah warga Cina yang masuk di Otago meningkat. Hal ini diindikasi menjadi cikal bakal hadirnya beberapa Muslim dalam rombongan pekerja dari Cina Selatan ke Selandia Baru. Sensus 1874 membuktikan dengan terdapat 15 warga Cina yang bekerja di Otago, Selandia Baru adalah Muslim. Sejak saat itu, Islam terus berkembang.

Pada 1874 tercatat sejumlah Muslim berada di daerah lainnya di Selandia Baru. Satu warga Muslim tercatat di Ladang Hauraki di Auckland. Penduduk Muslim pun terus meningkat menjadi 39 orang pada sensus 1878 di Selandia Baru.

Populasinya makin bertambah seiring masuknya imigran lainnya. Beberapa pria India Punjabi dan Gujarat bermigrasi ke Selandia Baru pada 1890-an dan 1900-an. Orang Gujarat mendiami kota-kota di Canterbury.

Mohammad Kara, seorang Gujarat pertama yang tercatat di Selandia Baru. Ia bermigrasi ke Afrika Selatan dan kemudian pada 1907 datang ke Selandia Baru. Ia menetap di Christchurch dan membuka sebuah toko kecil.

Putranya yang bernama Ismail datang ke Selandia Baru pada 1921. Kara, digambarkan oleh Leckie sebagai Muslim Gjarati pertama di Selandia Baru dan kemudian menjadi presiden Asosiasi Muslim Canterbury.

Pada 1950 organisasi Muslim pertama didirikan ketika “Asosiasi Muslim Selandia Baru” didirikan di Auckland. Ada sekitar 200 Muslim di seluruh Selandia Baru. Pada 1959 Asosiasi mengakuisisi properti di Ponsonby dan menjadikannya Pusat Islam pertama.

Pada tahun 1960 Imam pertama tiba di Selandia Baru – Maulana Ahmed Said Musa Patel (1937-2009) dari Gujarat. Tibanya Imam pertama itu diikuti dengan pembentukan “Asosiasi Muslim Internasional Selandia Baru” yang berbasis di Wellington pada 1962 dan “Asosiasi Muslim Canterbury” pada tahun 1977.

Tercatat pada tahun 1979 terdapat 2.000 Muslim di seluruh Selandia Baru. Perwakilan dari tiga Asosiasi Muslim utama di negara itu lalu membentuk “Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru” pada bulan April 1979 dan menunjuk Mazhar Krasniqi, seorang kelahiran Kosovo, sebagai presiden asosiasi tersebut.

Pada 1982, Syekh Khalid Kamal Abdul Hafiz dari India tiba untuk menjadi Imam di Wellington. Ia kemudian menjadi penasihat spiritual senior untuk Federasi Islam di Selandia Baru. Selama tahun 1984 hingga 1985 Dr Hajji Ashraf Chaudhary menjabat sebagai presiden Federasi sebelum masuk Parlemen pada tahun 2002.

Sejak tahun 1980-an hingga periode saat ini terjadi peningkatan dalam jumlah migran Muslim, pengungsi dan pelajar dari Asia, Timur Tengah dan Afrika yang masuk Selandia Baru. Organisasi Muslim yang didirikan juga terus meningkat, terutama di Auckland.

Pendidikan Islam dan Dawah Trust didirikan pada tahun 1990 dan saat ini mengoperasikan Sekolah Al Madinah dan Al Zayad Girls College di Mangere, Auckland. Menurut sensus terakhir, bahwa pada tahun 1996, ada 13.545 Muslim di Selandia Baru, mewakili 0,37 persen dari populasi di Selandia Baru. Jumlah Muslim di Selandia Baru menurut sensus 2013 mencapai 46.149 jiwa atau naik 28 persen dari 36.072 pada sensus 2006.

Mayoritas Muslim tinggal di daerah Auckland, sedangkan sisanya tinggal di Wellington, ibu kota negara, atau empat kota besar lainnya. Muslim Selandia Baru diprediksi bakal mencapai 100.000 jiwa pada tahun 2030, menurut The Journal of Muslim Minority Affairs. [My/tirto.id dan republika.co.id]

Tags: Jejak Islam dan Populasinya yang Terus Tumbuh di Selandia Baru
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menu Berbuka Hari Ini: Sambal Goreng Telur Puyuh, Tumis Tauge, Tempe Bacem dan Sawo

Next Post

Pemerintah dianggap Lamban dalam Menyikapi Harga BBM

Next Post

Pemerintah dianggap Lamban dalam Menyikapi Harga BBM

Ini Dia Tren Pelindung Diri Paling Fashionable selama Pandemi

Belajar dari “Lockdown” Nabi Yusuf

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1887 shares
    Share 755 Tweet 472
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8058 shares
    Share 3223 Tweet 2015
  • Link Koleksi Murottal Terbaik Sepanjang Masa

    544 shares
    Share 218 Tweet 136
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3560 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11200 shares
    Share 4480 Tweet 2800
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1177 shares
    Share 471 Tweet 294
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3123 shares
    Share 1249 Tweet 781
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga