• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 16 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Belajar dari “Lockdown” Nabi Yusuf

06/05/2020
in Editorial
72
SHARES
552
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- PSBB atau pembatasan sosial berskala besar kini mulai memasuki babak baru. Ada tarik-menarik antara kepentingan kesehatan dan ekonomi. Di sisi kesehatan, PSBB harus tetap ketat. Tapi, di sisi ekonomi, PSBB nyaris mencekik.

Indonesia tidak menganut mazhab lockdown seperti yang dilakukan beberapa negara di dunia. Hal ini karena pertimbangan kemampuan finansial Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Terpilihlah mazhab PSBB: lebih ketat dari sekadar social distancing, tapi lebih longgar dari lockdown.

Dalam mazhab PSBB, warga masih bebas keluar rumah tanpa harus diawasi aparat. Ada yang keluar untuk belanja, berdagang, bekerja, atau mungkin ada yang hanya sekadar “cari angin” dengan berkeliling jalan raya.

Selama tidak berkerumun, dalam mazhab PSBB, warga bisa bebas melakukan aktivitas di luar rumah. Kereta Jabodetabek pun masih tetap beroperasi.

Dengan kata lain, mazhab PSBB memberikan sinyal bahwa pemerintah tidak bisa menutup seratus persen akses warga demi kepentingan kesehatan. Silakan warga mencari uang, beraktivitas sosial, dan lainnya, tapi jangan berkerumun, bermasker, dan lainnya.

Berbeda dengan mazhab lockdown yang super ketat. Warga dilarang keluar rumah kecuali tiga tujuan: ke rumah sakit, toko obat, dan belanja makanan. Warga yang keluar rumah akan dicegat aparat keamanan untuk diperiksa, dibuntuti, dan jika melanggar akan kena denda yang lumayan besar.

Namun begitu, walau dengan mazhab PSBB pun, daya tahan ekonomi negara dan warga sudah nyaris di ujung tanduk. Asosiasi pengusaha sudah berteriak-teriak, sektor UMKM sedang berada pada titik kritis. Para pengusaha besar memprediksi, daya tahan mereka hanya bisa sampai hingga bulan Juni. Apalagi, pengusaha kecil yang tentu lebih rentan.

Inilah dilema, antara kepentingan kesehatan dan ekonomi. Bahkan, ada pengusaha kecil yang berujar, “Kami mungkin tidak mati karena wabah. Tapi, entah kami bisa bertahan hidup karena tidak ada yang bisa dimakan.”

Pekan ini, akhirnya menjadi hari-hari yang paling sibuk buat pemegang kebijakan. Menkopolhukam, Mahfud MD, menceritakan hal itu kepada media. Menurutnya, hampir tiap hari rapat kabinet terus digelar untuk mencermati perkembangan “angka-angka”.

Publik menafsirkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melakukan pelonggaran aturan PSBB. Padahal, kenaikan angka wabah terus berlangsung dan belum ada tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

Dalam situasi seperti ini, pertanyaannya berujung pada satu hal: mana yang harus diutamakan, kepentingan kesehatan atau ekonomi? Sebuah pilihan yang teramat sulit dalam situasi kantong negara dan warga yang kian menipis.

Belajar dari “Lockdown” Nabi Yusuf

Dalam Surah Yusuf, Allah swt. menganugerahkan Nabi Yusuf kendali kekuasaan dalam situasi khusus. Hal itu sesuai tafsir mimpi Nabi Yusuf bahwa dunia akan mengalami dua keadaan ekstrim dalam kurun dua kali 7 tahun. Kurun pertama, dunia mengalami kesuburan. Dan kurun kedua, akan ada masa paceklik yang super hebat.

Kebijakan yang diambil Nabi Yusuf adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya hasil pertanian untuk kurun pertama. Tidak boleh ada konsumsi selama kurun itu, kecuali sekadarnya. Sekali lagi, sekadarnya. Siapa pun yang melanggar akan kena hukuman.

Bayangkan, betapa sulitnya aturan ini untuk warga yang berlimpah panen. Mereka justru dipaksa untuk super hemat, di saat lumbung mereka berlimpah ruah. Dan terbukti, setelah kurun pertama berlalu, datang kurun kedua yang membuat mereka akhirnya sangat terpuaskan dengan kebijakan yang awalnya tidak mengenakan itu.

“Lockdown” ala Nabi Yusuf bukan dalam soal wabah. Tapi, dalam hal penghematan hasil panen untuk menghadapi masa paceklik yang mereka belum alami.

Penerapan kebijakan Nabi Yusuf ini sebenarnya jauh lebih sulit dibandingkan dengan lockdown di masa wabah seperti sekarang ini. Kalau warga dipaksa berhemat di masa susah, itu sudah sangat wajar. Tapi, betapa susahnya memaksa warga berhemat justru di saat logistik berlimpah.

Dan ingat, kebijakan “lockdown” Nabi Yusuf itu bukan hitungan bulan. Tapi, tahunan.

Pilihan dari dilema kesehatan dan ekonomi ini memang sangat sulit. Tapi, menarik apa yang pernah dipidatokan seorang presiden dari wilayah Afrika sana. “Kita mungkin bisa membangun kembali ekonomi yang sudah ambruk. Tapi, kita tidak akan mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati.” (Mh)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ini Dia Tren Pelindung Diri Paling Fashionable selama Pandemi

Next Post

Udang Brokoli Lada Hitam, Menu Sahur Recommended, Praktis dan Lezat

Next Post

Udang Brokoli Lada Hitam, Menu Sahur Recommended, Praktis dan Lezat

Berpuasa di Auckland

Berpuasa di Auckland

I'tikaf di Rumah di Masa Wabah

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    480 shares
    Share 192 Tweet 120
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9112 shares
    Share 3645 Tweet 2278
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1195 shares
    Share 478 Tweet 299
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11687 shares
    Share 4675 Tweet 2922
  • Manfaat Air Cucian Beras untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Bikin Kulit Lebih Sehat?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4401 shares
    Share 1760 Tweet 1100
  • KPIPA Gelar Echoes of Palestine, Padukan Kajian dan Rihlah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga