ADA doa yang terasa cepat dikabulkan, tetapi ada pula doa yang terus kita panjatkan bertahun-tahun tanpa melihat hasilnya. Di titik itulah banyak hati mulai lelah. Bibir masih berdoa, namun keyakinan perlahan melemah. Padahal, bisa jadi yang kita sebut “terlambat” hanyalah cara Allah mempersiapkan waktu terbaik untuk mengabulkannya.
Rasulullah mengajarkan bahwa doa adalah ibadah. Artinya, setiap kali seorang hamba mengangkat kedua tangannya, ia sedang menunjukkan penghambaan dan ketergantungannya kepada Allah. Karena itu, jangan pernah merasa doa yang dipanjatkan sia-sia. Tidak ada tangan seorang hamba yang terangkat memohon kepada Rabbnya, lalu kembali tanpa membawa kebaikan. Allah pasti memberikan jawaban, hanya bentuknya yang mungkin berbeda dari harapan kita.
Baca Juga: Ini Cara Alami Membantu Mengatasi Kutu Air
Jangan Turunkan Tanganmu Sebelum Allah Menjawab
Sering kali kita ingin Allah menjawab hari ini, sementara Allah mengetahui bahwa esok adalah waktu yang lebih baik. Kita berharap pintu dibuka sekarang, padahal Allah sedang menyelamatkan kita dari sesuatu yang belum kita ketahui. Keterlambatan bukan selalu penolakan. Terkadang itu adalah bentuk kasih sayang agar nikmat datang pada saat kita benar-benar siap menerimanya.
Maka, jangan turunkan kedua tanganmu. Teruslah meminta, merayu, dan mengetuk pintu langit dengan doa-doa terbaik. Sampaikan seluruh kegelisahan, impian, dan rasa takut kepada Allah. Dia tidak pernah bosan mendengar permintaan hamba-Nya, meski diulang setiap hari dengan kalimat yang sama.
Ada kisah-kisah dalam Al-Qur’an yang mengajarkan hal ini. Nabi Zakaria ‘alaihissalam berdoa memohon keturunan hingga usia senja, lalu Allah mengaruniakan Nabi Yahya. Nabi Ya’qub tidak pernah berhenti berharap bertemu kembali dengan Yusuf, meski bertahun-tahun dipisahkan. Harapan mereka hidup karena keyakinan kepada Allah lebih besar daripada keadaan yang sedang dihadapi.
Begitu pula dalam kehidupan kita. Mungkin hari ini kita sedang menunggu pekerjaan, kesembuhan, jodoh, rezeki, atau jalan keluar dari masalah yang terasa buntu. Jangan biarkan putus asa mengalahkan doa. Sebab, yang paling berbahaya bukanlah doa yang belum dikabulkan, melainkan hati yang berhenti berharap kepada Allah.
Teruslah berdoa dengan adab yang baik, iringi dengan ikhtiar, dan perbanyak istighfar serta sedekah. Yakinlah bahwa setiap doa dicatat, setiap air mata diketahui, dan setiap harapan didengar oleh Allah Yang Maha Mendengar.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Siapa tahu, esok hari adalah hari ketika Allah berkata, “Kun,” lalu semua doa yang selama ini kau simpan berubah menjadi kenyataan. Maka sebelum hari itu tiba, jangan pernah turunkan kedua tanganmu. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





