ADA satu bisikan yang sering membuat seseorang terus menunda hijrah. Bukan karena ia tidak ingin berubah, tetapi karena merasa dirinya belum pantas mendekat kepada Allah. Ia berkata, “Nanti kalau sudah lebih baik, aku akan rajin shalat. Kalau sudah berhenti dari maksiat, baru aku mulai membaca Al-Qur’an.” Padahal, cara berpikir seperti inilah yang justru menjauhkan kita dari rahmat-Nya.
Kebenarannya adalah kita tidak perlu menunggu hati menjadi baik untuk datang kepada Allah. Justru hati akan menjadi baik ketika kita memilih mendekat kepada-Nya. Ibarat orang yang sedang sakit, ia tidak menunggu sembuh untuk pergi ke dokter. Ia datang berobat agar memperoleh kesembuhan. Begitu pula hati manusia; obatnya adalah mengingat Allah.
Baca Juga: 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi
Jangan Tunggu Menjadi Baik Baru Mendekat kepada Allah
Mungkin hari ini membaca Al-Qur’an masih terasa berat. Baru membuka mushaf beberapa menit saja pikiran sudah ke mana-mana. Tidak apa-apa. Mulailah dengan satu halaman, bahkan beberapa ayat. Yang Allah cintai bukan banyaknya amalan yang dilakukan sekaligus, melainkan amalan yang terus dijaga dengan istiqamah.
Begitu juga dengan shalat. Ada kalanya kita berdiri menghadap kiblat, tetapi hati belum benar-benar khusyuk. Jangan jadikan itu alasan untuk meninggalkannya. Khusyuk bukan syarat agar kita boleh shalat, melainkan buah dari shalat yang terus diperbaiki. Semakin sering kita hadir memenuhi panggilan Allah, semakin lembut pula hati yang selama ini terasa keras.
Lalu bagaimana jika dosa terasa terlalu banyak? Jawabannya tetap sama: perbanyak istighfar. Setan ingin kita percaya bahwa dosa kita lebih besar daripada ampunan Allah. Padahal, rahmat Allah jauh lebih luas daripada kesalahan hamba-Nya. Selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat, pintu taubat masih terbuka.
Perubahan besar hampir selalu dimulai dari langkah yang kecil. Satu ayat yang dibaca hari ini, dua rakaat yang tidak ditinggalkan, satu istighfar yang diucapkan dengan tulus—semuanya adalah tanda bahwa kita sedang berjalan pulang menuju Allah.
Jadi, jangan menunggu menjadi sempurna untuk beribadah. Tidak ada manusia yang benar-benar tanpa dosa. Datanglah kepada Allah dengan segala kekurangan yang kita miliki, karena Dia tidak menunggu kita suci untuk menerima taubat. Dia hanya menunggu kita mau kembali.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)


