KEDEWASAAN sejati adalah ketika kamu membiarkan seseorang menceritakan kisah palsu tentangmu, karena kamu tahu bahwa kebenaran tidak membutuhkan pembelaan.
Biarkanlah orang bercerita buruk tentangmu dan tidak perlu engkau membelanya. Sebab seseorang tidak akan pernah jatuh karena mulut orang lain, tetapi ia terpental karena mulut dan perbuatannya sendiri.
Kita tidak menjadi hina karena dihina orang lain, tetapi kita menjadi hina karena melakukan hal yang nista. Dalam hidup ini, kita tidak pernah bisa lepas dari ucapan manusia. Maka sikapilah dengan sabar dan bijak.
Inilah Tanda-tanda Kedewasaan Sejati
Allah berfirman:
وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا
“Bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.”
(QS. **Al-Muzzammil 73:10)
Tidak semua hinaan harus kita balas, karena terkadang jawaban terbaik adalah diam ketika komentar tidak lagi bisa menyelesaikan apa pun.
Tidak perlu khawatir selama engkau berada dalam kebenaran. Kebenaran itu akan menemukan jalannya sendiri. Ia tidak membutuhkan pembelaan, karena ada tangan Allah yang selalu membelanya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ia seperti emas yang tidak perlu memberi tahu bahwa dirinya mahal. Emas tetap bernilai walau berada di dalam lumpur.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Hajj 22:38)
Siapa yang selalu memikirkan ucapan manusia, maka ia tidak akan memiliki keteguhan sikap. Siapa yang selalu memikirkan komentar manusia, maka ia tidak akan bisa bergerak ke depan. Siapa yang selalu memperhatikan ucapan manusia, maka ia tidak akan merasakan manisnya keikhlasan dalam beramal.
Imam Al-Syafi’i berkata:
مَنْ رَاقَبَ النَّاسَ مَاتَ هَمًّا
“Siapa yang terlalu memikirkan ucapan manusia, ia akan mati dalam kegelisahan.
Memikirkan ucapan orang lain kepada kita tidak akan pernah ada habisnya, biarkan saja orang lain berkata apa pun tentang diri kita, karena sejatinya yang tahu kualitas diri sendiri hanyalah diri sendiri dan Tuhan kita, Allah SWT.
Tidak perlu takut akan penilaian manusia, karena cukup dengan penilaian Allah saja, maka hati kita akan selalu fokus beribadah kepada-Nya. [DW]
Sumber: Ustadz Faisal Kunhi





