DESAINER Eko Tjandra menghadirkan koleksi bertema “Skyline” dalam ajang Fashion Nation yang digelar pada Minggu (20/9/2026) di Senayan City, Jakarta. Koleksi tersebut mengeksplorasi garis batas antara langit dan kota melalui tampilan city look yang modern dan smart casual.
Berbeda dari koleksi sebelumnya, Eko Tjandra kali ini menghadirkan seluruh modelnya sendiri dengan karakter tubuh plus size. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan melalui koleksinya, yakni menunjukkan bahwa perempuan plus size tetap dapat tampil stylish, modern, dan percaya diri dengan pilihan busana yang sesuai.
“Untuk koleksi kali ini, temanya adalah Skyline. Saya mengambil tema sesuai dengan tema fashion show kali ini adalah skyline. Jadi garis batas antara langit dan kota ceritanya,” ujar Eko Tjandra saat ditemui dalam acara Fashion Nation, Minggu (20/9/2026).
Menurut Eko, penggunaan model plus size bukan sekadar pilihan visual dalam peragaan busana. Ia ingin memberikan ruang bagi para perempuan dengan tubuh plus size untuk melihat bahwa bentuk tubuh bukan menjadi penghalang untuk tampil bergaya.
“Untuk koleksi kali ini, intinya adalah gimana saya bisa membuat client-client saya atau customer-customer saya yang plus size itu bisa tampil stylish, bisa tampil modern, bisa bergaya, tanpa mereka harus merasa bahwa berbadan gemuk atau plus size itu mengurangi rasa percaya diri,” katanya.

Eko Tjandra Hadirkan Koleksi Skyline dengan Model Plus Size, Bawa Pesan Empowering Woman
Mengikuti tema “Skyline”, Eko mempertahankan karakter city look dengan sentuhan smart casual. Palet warna yang dipilih pun merepresentasikan nuansa perkotaan, yakni putih, abu-abu muda, dan abu-abu tua.
Untuk memperkuat cerita tentang lanskap kota, Eko menambahkan sejumlah detail pada busana. Elemen bordir berbentuk bangunan dan gedung menjadi salah satu detail utama, kemudian dipadukan dengan representasi bunga serta taman kota.
“Untuk mempertegas koleksi kali ini, aku menambahkan detail embroidery, bentuk-bentuk bangunan, gedung-gedung, terus juga bunga-bunga, taman kota,” ungkapnya.
Tidak hanya menghadirkan unsur arsitektur kota, Eko juga memberikan sentuhan mutiara pada sejumlah rancangan. Detail tersebut menjadi simbol perpaduan dua karakter yang ingin disampaikan dalam koleksinya, yakni kekuatan dan kelembutan.
“Saya juga menambahkan detail mutiara sebagai perlambang bahwa kekuatan dan kelembutan itu ada,” tutur Eko.
Koleksi “Skyline” tersebut kemudian membawa tema yang lebih luas, yaitu “Empowering Woman”. Kehadiran model-model plus size di atas panggung diharapkan dapat menjadi pesan bagi perempuan plus size bahwa mereka juga dapat tampil stylish melalui busana yang dirancang sesuai kebutuhan dan karakter tubuh mereka.
“Jadi ini ceritanya koleksinya adalah Empowering Woman. Jadi plus size as a model itu saya berharap membawa message untuk perempuan-perempuan plus size di luar sana, bahwa plus size itu ternyata bisa stylish dengan baju-baju yang sesuai,” ujar Eko.
Selain persoalan tampilan, Eko juga menyoroti pentingnya kenyamanan dalam memilih material busana, khususnya bagi perempuan plus size. Menurutnya, kenyamanan perlu menjadi pertimbangan utama agar busana dapat dikenakan dengan baik sekaligus menunjang penampilan.
“Tips dari saya adalah yang paling penting itu komposisinya. Ketika kita memilih satu bahan, ini khususnya untuk yang plus size, itu harus yang nyaman untuk digunakan. Karena kenyamanan itu nomor satu kalau untuk plus size,” jelasnya.
Ia menyarankan untuk menghindari bahan yang terlalu tebal dan kaku. Sementara untuk pemilihan warna, menurut Eko tidak ada batasan tertentu selama komposisinya ditempatkan secara tepat dalam keseluruhan tampilan.
“Kita nggak bisa menggunakan bahan yang terlalu tebal, kaku. Terus tentunya kalau untuk warna, menurut saya warna itu bebas selama kita bisa memposisikan komposisinya itu jadi kelihatan tepat,” katanya.
Melalui koleksi “Skyline”, Eko Tjandra tidak hanya menerjemahkan lanskap perkotaan ke dalam busana, tetapi juga membawa pesan tentang kepercayaan diri dan pemberdayaan perempuan. Representasi model plus size menjadi bagian dari narasi tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan gaya dan karakter dirinya. [Din]




