• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Hakikat Sebuah Merdeka

29/07/2025
in Khazanah, Unggulan
Hakikat Sebuah Merdeka

foto:pixabay

86
SHARES
659
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HAKIKAT sebuah merdeka. Seorang dikatakan merdeka bila dia telah menghambakan diri kepada Sang Penciptanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ۝٥٦

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.

Itulah misi yang dibawa oleh Islam. Sebagaimana disampaikan dalam kisah heroiknya Rib’iy Bin Amir saat menghadap Rustum Raja besar Persia.

Orang yang diperbudak oleh dunia, oleh harta, wanita, tahta, narkoba, dan sebagainya sama saja dengan menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya.

Tercatat dalam kitab-kitab tarikh, cuplikan dialog level tinggi berikut ini antara Rib’iy utusan tentara Islam dengan Rustum raja Persia menjelaskan kepada kita tentang hakikat merdeka.

Sebelum terjadi peperangan Qadisiyah antara tentara muslimin pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash dengan tentara Persia pimpinan Rustam, Sa’ad terlebih dulu mengirim utusan kepada Rustam beberapa kali.

Di antara utusan tersebut adalah Rib’iy bin ‘Amir Ats-Tsaqifi.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Maka Rib’iy pun segera masuk menemui Rustam sementara mereka telah menghiasi pertemuan itu dengan bantal-bantal yang dirajut dengan benang emas, serta permadani-permadani yang terbuat dari sutera.

Mereka mempertontonkan kepadanya berbagai macam perhiasan berupa yaqut, permata-permata yang mahal, dan perhiasan lain yang menyilaukan mata, sementara Rustam memakai mahkota dan sedang duduk di atas ranjang yang terbuat dari emas.

Berbeda dengan keadaan Rib’iy, beliau masuk dengan hanya mengenakan baju yang sangat sederhana, dengan pedang, perisai, dan kuda yang pendek.

Rib’iy masih tetap di atas kudanya hingga menginjak ujung permadani.

Kemudian beliau turun serta mengikatkan kuda tersebut di sebagian bantal-bantal yang terhampar.

Setelah itu beliau langsung masuk dengan senjata, baju besi, dan penutup kepalnya.

Mereka berkata, “Letakkan senjatamu!” Beliau menjawab, “Aku tidak pernah berniat mendatangi kalian tetapi kalianlah yang mengundangku datang kemari. Jika kalian memerlukanku maka biarkan aku masuk dalam keadaan seperti ini. Jika tidak kalian izinkan, maka aku akan segera kembali.”

Rustum berkata, “Biarkan dia masuk.”

Maka Rib’iy datang sambil bertongkat dengan tombaknya dalam keadaan posisi ujung tombak ke bawah sehingga bantal-bantal yang dilewatinya penuh dengan lubang-lubang bekas tombaknya.

Beliau berkata, perhatikan baik-baik perkataan ini.

“Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari penghambaan terhadap sesama hamba kepada penghambaan kepada Allah, dari kesempitan dunia kepada keluasannya, dari kezaliman agama-agama kepada keadilan Al-Islam. Maka Dia mengutus kami dengan agama-Nya untuk kami seru mereka kepadanya. Maka barangsiapa yang menerima hal tersebut, kami akan menerimanya dan pulang meninggalkannya. Tetapi barangsiapa yang enggan, kami akan memeranginya selama-lamanya hingga kami berhasil memperoleh apa yang dijanjikan Allah.”

Rustum bertanya, “Apa yang dijanjikan Allah (kepada kalian)?”

Baca juga: Abu Bakar Ash-Shiddiq di Masa Jahiliyah

Hakikat Sebuah Merdeka

Beliau menjawab, “Surga bagi siapa saja yang mati dalam memerangi orang-orang yang enggan dan kemenangan bagi yang hidup.”

Rustum pun berkata, “Sungguh aku telah mendengar perkataan-perkataan kalian. Tetapi maukah kalian memberi tangguh perkara ini sehingga kami mempertimbangkannya dan kalian pun mempertimbangkannya?”

Beliau menjawab, “Ya, berapa lama waktu yang kalian sukai? Sehari atau dua hari?”

Rustum menjawab, “Tidak, tetapi hingga kami menulis surat kepada para petinggi kami dan para pemimpin kaum kami.”

Maka beliau pun menjawab, “Rasul kami tidak pernah mengajarkan kepada kami untuk menangguhkan peperangan semenjak bertemu musuh lebih dari tiga (hari). Maka pertimbangkanlah perkaramu dan mereka, dan pilihlah satu dari tiga pilihan apabila masa penangguhan telah berakhir.”

Rustum bertanya, “Apakah kamu pemimpin mereka?”

Beliau menjawab, ” Tidak, tetapi kaum muslimin ibarat jasad yang satu. Yang paling rendah dari mereka dapat memberikan jaminan keamanan terhadap yang paling tinggi.”

Maka (akhirnya) Rustum mengumpulkan para petinggi kaumnya kemudian berlata, “Pernahkah kalian melihat (walau sekali) yang lebih mulia dan lebih benar dari perkataan lelaki ini?”

Mereka menjawab, “Kami minta perlindungan Allah dari (supaya engkau tidak) terpengaruh kepada sesuatu dari (ajakan) ini dan dari menyeru agamamu kepada (agama) anjing ini. Tidakkah engkau melihat pakaiannya?”

Rustum menjawab, “Celaka kalian! Janganlah kalian melihat kepada pakaian. Akan tetapi lihatlah kepada pendapat, perkataan, dan jalan hidupnya! Sesungguhnya orang Arab menganggap ringan masalah pakaian dan makanan. Tetapi mereka menjaga harga diri mereka.”

Peperangan Al-Qadisiyah terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Ketika dua pasukan saling berhadapan, maka Rustum mengirim seorang pasukannya kepada Sa’ad dan meminta mengirim padanya seorang yang piawai untuk diajak berdialog.

Maka Sa’ad segera mengutus Al-Mughirah bin Syu’bah.

Namun mereka menolak tawarannya. Maka diutuslah Rib’iy bin ‘Amir.

Setelah Rib’iy, mereka kembali meminta satu utusan kaum muslimin untuk datang.

Maka Sa’ad mengutus Huzaifah bin Mihshan.

Pada akhirnya mereka memilih untuk berperang, dan dengan izin Allah, menanglah tentara kaum muslimin.

Sumber: Kultum 100 Judul – Ust. Lathief Abdallah

[Sdz]

Tags: Hakikat Sebuah Merdeka
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hati-hati dalam Berbagi Rasa

Next Post

Fenomena Rojali, Anis: Cermin Melemahnya Daya Beli dan Perubahan Fungsi Mal

Next Post
Jaga Kepercayaan Publik, Anis Byarwati Minta Kasus DSI Diselesaikan Secara Bertanggung Jawab

Fenomena Rojali, Anis: Cermin Melemahnya Daya Beli dan Perubahan Fungsi Mal

Pasanganmu Bukanlah Kompetitormu

14 Tips Hindari Perselisihan dalam Rumah Tangga

Awal Mula Kesuksesan Pendidikan Bermula dari Memilih Pasangan

Awal Mula Kesuksesan Pendidikan Bermula dari Memilih Pasangan

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1910 shares
    Share 764 Tweet 478
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7990 shares
    Share 3196 Tweet 1998
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2933 shares
    Share 1173 Tweet 733
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5009 shares
    Share 2004 Tweet 1252
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3516 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Fadkhera Tancap Gas Perkuat Produksi Tawarkan Sukuk Musyarakah di Urun-RI, Proyeksi Imbal Hasil 15,01 persen

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1669 shares
    Share 668 Tweet 417
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1738 shares
    Share 695 Tweet 435
  • Hukum Anak Laki-Laki Memandikan Jenazah Ibunya

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga