• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 26 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

DPR AS Tolak Perang dengan Iran

05/06/2026
in Berita
Hikmah Perang 40 Hari di Timteng

Ilustrasi, foto: kabarjakarta.net

71
SHARES
549
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DPR AS memutuskan untuk membatasi kewenangan Trump dalam perang melawan Iran. Dengan begitu, Trump tidak bisa mengambil keputusan sendiri untuk melanjutkan perang dengan Iran tanpa persetujuan DPR.

Keputusan ini diambil melalui voting, Rabu (3/6). Perbedaan suara tergolong tipis: 215 tolak keputusan Trump dan 208 setuju keputusan Trump.

Bahkan dikabarkan ada sebanyak 4 anggota DPR dari Partai Republik yang ‘lompat’ mendukung Partai Demokrat untuk menolak keputusan Trump. Partai Republik merupakan partai yang mendukung Trump dalam Pilpres lalu.

Dari hasil keputusan ini, landasan hukum Trump dalam perang terhadap Iran semakin tidak jelas. Jika terus dilanjutkan, maka Trump terancam akan mengalami pemecatan.

AS dan Israel

Perang AS terhadap Iran sebenarnya ulah Israel. Israel terus melakukan desakan terhadap Trump untuk melakukan penyerangan terhadap Iran. Alasannya macam-macam. Mulai dari isu nuklir, terorisme, dan kebebasan hak sipil.

Semua tuduhan itu terbukti tak mendasar. Dengan begitu, posisi AS dalam perang ini menjadi sangat naif. Kecuali sebagai pihak yang ‘diperbudak’ Israel.

Ketidakjelasan posisi AS dalam perang Israel dan Iran inilah yang akhirnya memunculkan konflik luar biasa di tubuh pemerintahan Trump. Mereka mempertanyakan, atas dasar apa AS ikut dalam perang brutal Israel terhadap Iran, Gaza, dan Lebanon.

Sementara, kerugian yang harus dipikul pihak AS begitu besar. Hal ini karena sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara teluk hancur total. Belum lagi korban jiwa yang terus berjatuhan dari tentara AS.

Maju Kena, Mundur Kena

Awalnya karena salah prediksi. AS termakan informasi yang salah dari Israel tentang Iran. Ternyata, Iran tidak selemah yang dibayangkan AS dan Israel. Bahkan, kalau tidak ada gencatan senjata dari AS, kehancuran militer AS di teluk tak lagi bisa tertolong.

Iran menyambut upaya gencatan senjata, boleh jadi, lebih karena ingin mempersilakan umat Islam dunia untuk menunaikan ibadah haji. Hal itu merupakan hukum yang tidak tertulis dalam masyarakat Islam dunia: haji harus dalam keadaan damai.

Tapi kini, ibadah haji sudah usai. Sebagian besar jamaah sudah kembali ke tanah air masing-masing.

Mestinya, momen ini dimanfaatkan AS untuk benar-benar menghentikan perang. Dengan begitu, AS tak kehilangan muka karena mengalami kerugian besar.

Tapi, lagi-lagi Israel menyabotase gencatan senjata itu. Hanya beberapa jam keputusan gencatan senjata dilakukan, Israel menyerang Lebanon dengan sangat brutal.

Selain Israel, kini lembaga politik besar AS ikut nimbrung dalam perang ini: Kongres. Dan di tengah kebingungan Trump untuk berkelit antara tuntutan Israel dan kenyataan ketidakmampuan, konsekuensi politik di dalam negeri begitu besar jika perang dilanjutkan.

Seolah-olah, DPR AS meminta Trump untuk mundur dari ‘basa-basi’ perundingan dan menjadi pembenaran bahwa AS memang sudah kalah dalam perang yang sangat merugikan dunia ini.

Inilah posisi sulit Trump: meneruskan perang, ia akan berhadapan dengan rakyat AS, dan mundur dari perang menjadi bukti kalau ia sudah gagal.

Israel Terus Melakukan Provokasi

Sejumlah pengamat militer sebelumnya terheran-heran dengan terdeteksinya pangkalan militer Israel di wilayah Irak di tengah kisruh perang ini. Apa kepentingannya?

Boleh jadi, dari pangkalan inilah segala ‘manuver’ provokasi Israel dilakukan dari pangkalan ini. Yaitu, serangan terhadap Iran yang seolah-olah berasal dari AS. Begitu pun sebaliknya: serangan terhadap negara-negara teluk yang seolah-olah dilakukan oleh Iran.

Kasus terakhir adalah hancurnya bandara internasional Kuwait yang dituduhkan dilakukan oleh Iran. Padahal, Iran sudah menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyasar aset-aset sipil termasuk bandara Kuwait.

Sebelumnya, pihak Uni Emirat Arab juga memprotes Iran karena menyerang instalasi minyaknya. Dan, Iran kembali menegaskan bahwa serangan itu bukan dilakukan oleh pihaknya.

Jika Perang Diteruskan

Jika AS terus menjadi ‘budak’ Israel dalam perang melawan Iran ini, maka konstelasi akan meluas. Diketahui, Rusia sudah kembali mengokohkan pangkalan militernya di Suriah baru-baru ini.

Bahkan, dikabarkan Rusia tengah menjalin kerja sama dengan militer Turki. Di sisi lain, AS sudah memanaskan Jepang dan Filipina untuk bereaksi terhadap manuver Cina.

Tidak tertutup kemungkinan, perang besar bukan hanya terjadi di wilayah Hormuz dan timur tengah, melainkan juga merembet ke wilayah lain yang lebih luas. Semoga ini tidak terjadi. [Mh]

 

 

Tags: DPR AS Tolak Perang dengan Iran
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perubahan Itu Dimulai dari Dirimu Sendiri

Next Post

Menyoal Kesahihan Hadits Makan Garam

Next Post
Ini Resep JSR Atasi Sakit Kepala dan Haus Berlebihan saat Berpuasa

Menyoal Kesahihan Hadits Makan Garam

Indonesia Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanian dengan China

Indonesia Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanian dengan China

Yakinlah Doamu Pasti Dikabulkan Allah di Waktu yang Tepat

Yakinlah Doamu Pasti Dikabulkan Allah di Waktu yang Tepat

  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9185 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1955 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Hijrahfest 2024 Hadirkan Puluhan Influencer, Begini Kata Ikram Afro

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Tips Sukses Memelihara Ikan Koi bagi Pemula

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Sedekah Diam-diam yang Menjadi Naungan di Padang Mahsyar

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Siswa JISc, Ainun Nadhifia Jalil Torehkan Prestasi Taekwondo, Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia Korea

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga