• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 10 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Empat Tingkatan Manusia dalam Menghadapi Musibah

20/07/2025
in Khazanah
Empat Tingkatan Manusia dalam Menghadapi Musibah
93
SHARES
718
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

APA saja tingkatan manusia dalam menghadapi musibah? Ketika musibah datang menghampiri, bagaimana respons kita? Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata :

اﻟﻨﺎﺱ ﺇﺯاء اﻟﻤﺼﻴﺒﺔ ﻋﻠﻰ ﺩﺭﺟﺎﺕ:

Dalam menghadapi musibah, manusia terdiri dari beberapa derajat:

اﻷﻭﻟﻰ: اﻟﺸﺎﻛﺮ. اﻟﺜﺎﻧﻴﺔ: اﻟﺮاﺿﻲ. اﻟﺜﺎﻟﺜﺔ: اﻟﺼﺎﺑﺮ. اﻟﺮاﺑﻌﺔ: اﻟﺠﺎﺯﻉ.

Pertama: Orang yang bersyukur,
Kedua: Orang yang ridho,
Ketiga: Orang yang bersabar,
Keempat: Orang yang berkeluh Kesah

Baca Juga: Kalau Kamu Masih Berpikir Musibah itu Hukuman, Kamu Harus Baca Ini

Empat Tingkatan Manusia dalam Menghadapi Musibah

ﺃﻣﺎ اﻟﺠﺎﺯﻉ: ﻓﻘﺪ ﻓﻌﻞ ﻣﺤﺮﻣﺎ، ﻭﺗﺴﺨﻂ ﻣﻦ ﻗﻀﺎء ﺭﺏ اﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ اﻟﺬﻱ ﺑﻴﺪﻩ ﻣﻠﻜﻮﺕ اﻟﺴﻤﻮاﺕ ﻭاﻷﺭﺽ، ﻟﻪ اﻟﻤﻠﻚ ﻳﻔﻌﻞ ﻣﺎ ﻳﺸﺎء.

Adapun orang yang berkeluh kesah, maka dia telah melakukan sesuatu yang diharamkan dan kecewa dengan ketentuan Robb semesta alam yang di tangan-Nya lah kerajaan langit dan bumi. Dia memiliki kekuasaan, Dia melakukan apa yang Dia kehendaki.

ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺼﺎﺑﺮ: ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻡ ﺑﺎﻟﻮاﺟﺐ، ﻭاﻟﺼﺎﺑﺮ: ﻫﻮ اﻟﺬﻱ ﻳﺘﺤﻤﻞ اﻟﻤﺼﻴﺒﺔ، ﺃﻱ ﻳﺮﻯ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﺮﺓ ﻭﺷﺎﻗﺔ، ﻭﺻﻌﺒﺔ، ﻭﻳﻜﺮﻩ ﻭﻗﻮﻋﻬﺎ، ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻳﺘﺤﻤﻞ، ﻭﻳﺤﺒﺲ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻦ اﻟﺸﻲء اﻟﻤﺤﺮﻡ، ﻭﻫﺬا ﻭاﺟﺐ.

Adapun orang yang bersabar, maka sungguh dia telah menunaikan kewajiban. Orang yang sabar adalah orang yang memikul musibah tersebut, yaitu dia melihat bahwa musibah itu pahit, berat, sulit, dan dia tidak menyukai terjadinya musibah itu.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Namun, dia tetap memikulnya dan menahan dirinya dari sesuatu yang diharamkan. Dan ini adalah wajib.

ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺮاﺿﻲ: ﻓﻬﻮ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻬﺘﻢ ﺑﻬﺬﻩ اﻟﻤﺼﻴﺒﺔ، ﻭﻳﺮﻯ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﻋﻨﺪ الله ﻓﻴﺮﺿﻰ ﺭﺿﺎ ﺗﺎﻣﺎ، ﻭﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﺗﺤﺴﺮ ﺃﻭ ﻧﺪﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ؛ ﻷﻧﻪ ﺭﺿﻲ ﺭﺿﺎ ﺗﺎﻣﺎ، ﻭﺣﺎﻟﻪ ﺃﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺣﺎﻝ اﻟﺼﺎﺑﺮ. ﻭﻟﻬﺬا ﻛﺎﻥ اﻟﺮﺿﺎ ﻣﺴﺘﺤﺒﺎ، ﻭﻟﻴﺲ ﺑﻮاﺟﺐ.

Adapun orang yang rida, maka dia adalah orang yang tidak mempedulikan musibah ini, dan dia melihat bahwa musibah ini dari sisi Allah, lalu dia rela-menerima dengan kerelaan yang sempurna, dan tidak ada dalam hatinya rasa sedih atau penyesalan terhadap musibah itu karena dia rela-menerima dengan kerelaan yang sempurna.

Dan tingkatannya lebih tinggi dari tingkatan orang yang sabar. Oleh karena inilah, sikap ridho itu disukai (mustahab) dan bukan wajib.

ﻭاﻟﺸﺎﻛﺮ: ﻫﻮ ﺃﻥ ﻳﺸﻜﺮ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﺼﻴﺒﺔ. ﻭﻟﻜﻦ ﻛﻴﻒ ﻳﺸﻜﺮ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﺼﻴﺒﺔ ﻭﻫﻲ ﻣﺼﻴﺒﺔ؟

Dan orang yang bersyukur adalah orang yang bersyukur kepada Allah atas musibah ini. Namun, bagaimana bisa dia bersyukur kepada Allah atas musibah ini padahal itu adalah penderitaan?

Maka, jawabannya ada dari dua sisi:

اﻟﻮﺟﻪ اﻷﻭﻝ: ﺃﻥ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﺃﺻﻴﺐ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﻋﻈﻢ، ﻓﻴﺸﻜﺮ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺼﺐ ﻣﺜﻠﻪ، ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬا ﺟﺎء اﻟﺤﺪﻳﺚ:

SISI PERTAMA : Hendaknya dia memandang kepada orang yang diberi musibah yang lebih besar, maka dia bersyukur kepada Allah karena dia tidak ditimpa musibah yang seperti itu. Dan atas hal ini, ada sebuah hadits:

ﻻ ﺗﻨﻈﺮﻭا ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﻫﻮ ﻓﻮﻗﻜﻢ، ﻭاﻧﻈﺮﻭا ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﻫﻮ ﺃﺳﻔﻞ ﻣﻨﻜﻢ، ﻓﺈﻧﻪ ﺃﺟﺪﺭ ﺃﻻ ﺗﺰﺩﺭﻭا ﻧﻌﻤﺔ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻜﻢ

“Janganlah kalian melihat pada orang yang diatas kalian, dan lihatlah pada orang yang dibawah kalian, karena itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (HR. Bukhori dan Muslim)

اﻟﻮﺟﻪ اﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﺤﺼﻞ ﻟﻪ ﺑﻬﺬﻩ اﻟﻤﺼﻴﺒﺔ ﺗﻜﻔﻴﺮ اﻟﺴﻴﺌﺎﺕ، ﻭﺭﻓﻌﺔ اﻟﺪﺭﺟﺎﺕ ﺇﺫا ﺻﺒﺮ، ﻓﻤﺎ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻤﺎ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﻴﺸﻜﺮ اﻟﻠﻪ

SISI KEDUA : hendaknya dia mengetahui bahwa dengan sebab musibah ini, akan dihapus kejelekan-kejelekan dan ditinggikan derajat jika bersabar, kemudian apa yang ada di akhirat itu lebih baik dari yang ada di dunia, sehingga dia bersyukur kepada Allah.

ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺃﺷﺪ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﻼء اﻷﻧﺒﻴﺎء، ﺛﻢ اﻟﺼﺎﻟﺤﻮﻥ، ﺛﻢ اﻷﻣﺜﻞ ﻓﺎﻷﻣﺜﻞ، ﻓﻴﺮﺟﻮ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﻬﺎ ﺻﺎﻟﺤﺎ، ﻓﻴﺸﻜﺮ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ اﻟﻨﻌﻤﺔ.

Dan juga, orang yang paling keras musibahnya tiada lain adalah para nabi, kemudian orang-orang shalih, lalu yang semisal itu, lalu yang semisal itu.

Maka dia berharap agar dijadikan sebagai orang shalih dengan sebab musibah itu, sehingga dia bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat ini.

[Cms/Sdz]

Syarhul Mumti’ shahihfiqih

t.me/bimbingansyariah

Tags: Tingkatan manusia dalam menghadapi musibah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kiprah Politik Muslimah di Masa Awal Islam

Next Post

Belajar Melihat Niat Baik Orang

Next Post
Salamatush Shadr

Belajar Melihat Niat Baik Orang

Allah Mudahkan Jalan Penuntut Ilmu Menuju Surga

Allah Mudahkan Jalan Penuntut Ilmu Menuju Surga

Anis Byarwati Hadirkan AB Community dalam Meaningful Participation bersama BSOJK

Anis Byarwati Hadirkan AB Community dalam Meaningful Participation bersama BSOJK

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    227 shares
    Share 91 Tweet 57
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9285 shares
    Share 3714 Tweet 2321
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4206 shares
    Share 1682 Tweet 1052
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4788 shares
    Share 1915 Tweet 1197
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11746 shares
    Share 4698 Tweet 2937
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2468 shares
    Share 987 Tweet 617
  • Kemendiktisaintek Gandeng BAZNAS Perluas Akses Beasiswa dan Pemberdayaan Masyarakat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga