• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Cermin Ukhuwah

22/06/2026
in Khazanah, Unggulan
Serial Muslim Jepang #1, Islam Itu Menjadikan Hidup Lebih Mudah

Serial Muslim Jepang #1, Islam Itu Menjadikan Hidup Lebih Mudah (foto: Britannica)

92
SHARES
710
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Cermin ukhuwah. Sifat khas orang Jepang, yang menunjukkan semangat profesionalisme dalam bekerja, satu cermin yang sangat baik untuk saya tiru.

Baca Juga: Cermin Hati Itu Ada di Sini

Cermin Ukhuwah

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed., (Ketua Hikari Parenting School)

Hari masih menunjukkan pukul 9.00 pagi ketika saya dan anak-anak sampai di stasiun Tokyo.

“Assalamu’alaikum..,” sapa satu suara yang diiringi dengan senyum ceria. Wajah khas jepang dengan mata sipit tertutup kaca mata, dan kulit putih yang tertutup abaya plus jilbab.

Tampak kerut-kerut di wajahnya yang menunjukkan usianya yang sudah tidak muda lagi. Sambil menjawab salam, saya ajarkan anak saya untuk menjabat tangan muslimah tersebut.

Bergegas kami menuju peron yang disediakan khusus untuk shinkansen (kereta cepat).

Saat itu, saya dan kedua anak saya berencana untuk menuju tempat kelahiran Khodijah san di Iwate, sekitar 400 km di sebelah utara Tokyo.

“Alhamdulillah..finally we can go to Iwate..” seru saya sambil mengambil tempat duduk yang sudah dipesankan.

Khodijah san tersenyum dan mulai membuka bekal yang dibawanya, dan membagikannya kepada saya dan anak saya. Satu sifat yang saya sukai dari Khodijah san, sangat pemurah.

Mau membagi apa yang ia miliki kepada orang lain. Memang ketika kami janjian untuk berangkat bersama-sama ke Iwate, Khodijah san meminta saya untuk tidak membawa bekal makanan,

karena dia yang akan membuat semacam onigiri untuk sarapan saya dan anak-anak. Mungkin Khodijah san kasihan melihat saya yang harus berangkat pagi-pagi sekali sambil membawa kedua anak balita saya.

Karena tempat tinggal saya sekitar dua jam dari Tokyo eki. Sambil tersenyum dan mengucapkan jazaakillah khoiron, saya menyantap sarapan bersama anak-anak.

Suasana tenang yang berbeda dari kota metropolitan Tokyo segera menyergap ketika kami sampai di Iwate.

Baca Juga: Takaran Ukhuwah Kita

Perbedaan Prinsip Tak Mengeruhkan Hubungan Keluarga

Di stasiun Iwate, Kakak dari Khodijah san sudah siap dengan mobil jemputan yang akan membawa kami ke rumahnya, tempat kami menginap selama di sana.

Saat itu, saya dan anak-anak diterima dengan sangat ramah oleh keluarga Khodijah san. Meskipun keluarganya belum muslim, tapi dari keakraban yang mereka tunjukkan,

saya bisa menangkap hubungan yang baik di antara anggota-anggota keluarga yang berbeda keyakinan tersebut.

Khodijah san tetap bisa menyampaikan perbedaan-perbedaan prinsip hidupnya kepada keluarganya, tanpa membuat jarak yang bisa mengeruhkan hubungan di antara mereka.

Ini menunjukkan kematangan pribadi dan kelembutan dalam bersikap. Satu hal lain yang saya kagumi dari saudari saya ini.

Hari masih gelap ketika kami menunaikan sholat subuh di rumah itu. Kali ini, saya meminta Khodijah san sebagai tuan rumah untuk menjadi imam sholat.

Terdengar lantunan bacaan qur’an yang dilafalkan dengan sangat baik dan tajwid yang benar. Dan juga yang membuat saya terharu adalah surat pilihan yang dibacanya.

Bukan surat pendek dari juz amma seperti yang saya kira, tetapi petikan beberapa ayat terakhir dari surat Al-Hasyr. Masya Allah.

Baca Juga: Kenalan Yuk dengan Fahima Jepang, Komunitas Muslimah Indonesia di Jepang

Karakteristik Muslimah Jepang

Saya mengenalnya baru sekitar empat tahun yang lalu. Masa yang singkat memang. Karena pada saat itu, Khodijah san baru kira-kira dua atau tiga tahun sebelumnya menjadi seorang muallaf.

Saat itu, dia datang ke mesjid Otsuka untuk belajar membaca al-qur’an.

Khodijah san mulai belajar dari a ba ta tsa. Sampai saat ini, ia sudah lancar mengaji dan banyak menghafal surat-surat di dalam al-Qur’an.

Kegigihan dan semangatnya untuk terus menerus belajar adalah sifat yang paling saya kagumi dari Khodijah san.

Meskipun di usia yang sudah tidak bisa dibilang muda, ditambah dengan lafal bahasa Arab sebagai bahasa asing yang sangat sulit untuk ditiru oleh kebanyakan orang Jepang, Khodijah san adalah pengecualian.

Ia mampu melakukannya.

Alhamdulillah, betapa banyak pelajaran dari saudari saya ini. Keramahan, kelembutan hati, sifat pemurah dan sikap pantang menyerah menjadi cermin dalam perbaikan diri saya.

Saya banyak juga mengenal muslimah muallaf nihonjin yang lain. Rata-rata mereka memiliki sifat pantang menyerah dalam mempelajari hal-hal baru.

Muslimah Jepang juga rata-rata sangat serius dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Apa pun yang mereka lakukan, harus sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an dan hadist.

Baca Juga: Ukhuwah yang Cantik

Cermin Ukhuwah dari Masyarakat Jepang

Sifat khas orang Jepang, yang menunjukkan semangat profesionalisme dalam bekerja. Satu cermin yang sangat baik untuk saya tiru.

Meskipun demikian, budaya Jepang cenderung kaku dan terkesan ‘dingin’ bila dilihat oleh orang asing.

Tetapi sejalan dengan interaksi yang dalam dengan Al-Islam, sedikit demi sedikit sifat-sifat mereka bisa lebih disempurnakan lagi oleh akhlak Islam.

Saya sering berangan-angan, ah andai masyarakat Jepang suatu saat bisa menerima Islam.

Tentu perpaduan antara sifat-sifat baik mereka dengan kehalusan pekerti dalam Islam akan mampu memberikan banyak kemajuan berarti bagi peradaban Islam. Semoga suatu saat, harapan itu bisa terwujud…amin.

note: nihonjin = orang Jepang; Shinkansen = kereta super cepat; eki = stasiun; onigiri = nasi kepal yang biasanya dibungkus dengan rumput laut yang sudah dikeringkan, didalamnya bisa diisi daging atau ikan.[ind]

Tags: cermin ukhuwah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

5 Bahan Herbal yang Dapat Mendukung Kesehatan Otak Anak Sejak Dini

Next Post

Seni sebagai Sarana Berpikir Kritis, Siswi SMA JISc Tembus Pameran Nasional di Galeri Nasional Indonesia

Next Post
Seni sebagai Sarana Berpikir Kritis, Siswi SMA JISc Tembus Pameran Nasional di Galeri Nasional Indonesia

Seni sebagai Sarana Berpikir Kritis, Siswi SMA JISc Tembus Pameran Nasional di Galeri Nasional Indonesia

Mengenal 4 Bahan Herbal yang Kerap Digunakan untuk Membantu Mengontrol Diabetes

Mengenal 4 Bahan Herbal yang Kerap Digunakan untuk Membantu Mengontrol Diabetes

Wanita Bukan untuk Ditelanjangi, Kasus Miss Universe Indonesia 2023

Sarah Perempuan Tercantik Sejagat

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8928 shares
    Share 3571 Tweet 2232
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3490 shares
    Share 1396 Tweet 873
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5437 shares
    Share 2175 Tweet 1359
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4026 shares
    Share 1610 Tweet 1007
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11609 shares
    Share 4644 Tweet 2902
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1111 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4696 shares
    Share 1878 Tweet 1174
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2371 shares
    Share 948 Tweet 593
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga