• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 26 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Cerita tentang Polisi dan Maling

17/07/2022
in Khazanah
Belajar Gaul dengan Tetangga (3)

Ilustrasi, foto: braincharm.com

103
SHARES
791
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

POLISI dan maling itu tidak pernah damai. Polisi berada di barisan kebenaran. Sementara maling ada di barisan kejahatan.

Dalam film-film jaman baheula, polisi dan maling tidak pernah berdamai. Keduanya saling bermusuhan. Di mana ada polisi, di situ tidak ada maling.

Film pun terus berkembang. Bukan hanya teknologinya, tapi juga bagaimana ceritanya. Semakin era keterbukaan bergulir, cerita dalam film lebih mendekati kenyataan aslinya.

Dalam film kekinian pula, akhirnya publik bisa menyaksikan sosok polisi dan maling dalam wajah yang lain. Ada yang disebut kemasan sindikat, mafia, dan lainnya.

Dalam kemasan sindikat dan mafia, polisi dan maling tidak selalu bermusuhan. Seperti halnya politik, ada adagium yang dipegang, ‘Tidak ada musuh abadi. Yang ada, kepentingan abadi.’ Begitu pun cerita film tentang polisi dan maling.

Polisi dan maling, diceritakan, bersatu dalam satu kepentingan yang sama: kepentingan atau keuntungan. Bentuknya apalagi kalau bukan uang.

Jadi, film menggambarkan seolah ada institusi dalam institusi. Ada institusi resmi, ada yang tidak resmi. Yang resmi seperti yang dipahami publik atau penonton, sementara yang tidak resmi itulah yang menarik.

Dalam institusi yang tidak resmi, anak buah bisa berfungsi sebagai atasan dan atasan menjadi bawahan. Tergantung dari kesepakatan dengan pihak kedua, yaitu maling. Karena dunia maling tidak peduli dengan pangkat, yang penting loyalitas atau kesetiaan.

Film juga menceritakan tentang dinamikanya. Antara lain, polisi diuntungkan dengan setoran yang besarnya bisa berlipat-lipat dari gaji resmi. Sementara maling diuntungkan dengan adanya keamanan dan kenyamanan dalam nyolong.

Ya, namanya juga film. Ada awalnya, ada ketegangannya, dan ada juga cerita akhirnya. Cerita akhirnya biasanya dengan aksi tembak-tembakan.

Siapa yang dimenangkan dari cerita akhir itu? Nah, ini tergantung lagi dengan versi filmnya. Kalau film yang edisi lama, biasanya klise: yaitu polisi baik yang menang dan para maling pun kalah.

Namun di versi terbaru, ceritanya lebih kreatif. Tidak ada polisi baik yang menang, dan tidak juga para maling yang kalah. Yang menang adalah pihak ketiga yang sejak awal memang ‘memainkan’ kebobrokan itu untuk kepentingan diri dan kelompoknya yang lebih besar.

Siapakah pihak ketiga itu? Dalam film Hollywood yang berlatar belakang Amerika, pihak ketiga itu biasanya para politisi licik. Bisa dari kalangan parlemen yang merupakan perpanjangan partai, bisa juga top eksekutif yang haus kekuasaan.

Semua itu hanya dalam cerita film. Semoga tidak pada cerita aslinya. [Mh]

 

Tags: Cerita tentang Polisi dan Maling
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Layakkah Sifat Pelupa Sebagai Alasan Tidak Menghafal Al-Quran?

Next Post

DPRD Jawa Barat Siap Advokasi Penerimaan Siswa Baru Jenjang SMA

Next Post
DPRD Jawa Barat Siap Advokasi Penerimaan Siswa Baru Jenjang SMA

DPRD Jawa Barat Siap Advokasi Penerimaan Siswa Baru Jenjang SMA

Hukum Imam Membaca Mushaf dalam Shalat

Hukum Imam Membaca Mushaf dalam Shalat

Salimah Kabupaten Bogor Gelar Sekolah Pranikah Usia Remaja

Salimah Kabupaten Bogor Gelar Sekolah Pranikah Usia Remaja

  • Begini Cara Membuat Tekwan Khas Palembang yang Gurih di Rumah

    Begini Cara Membuat Tekwan Khas Palembang yang Gurih di Rumah

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    152 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8500 shares
    Share 3400 Tweet 2125
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2159 shares
    Share 864 Tweet 540
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    516 shares
    Share 206 Tweet 129
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4349 shares
    Share 1740 Tweet 1087
  • Mengharap Keberkahan Zulhijjah, Salimah Jakarta Adakan Forsil MT

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Daftar Sunscreen Halal MUI yang Perlu Kamu Ketahui

    2162 shares
    Share 865 Tweet 541
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1373 shares
    Share 549 Tweet 343
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga