SETIAP orang tentu ingin dicintai. Kita merasa bahagia ketika dicintai oleh keluarga, sahabat, atau orang-orang di sekitar. Namun, ada cinta yang jauh lebih berharga daripada seluruh cinta manusia, yaitu cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika Allah telah mencintai seorang hamba, maka hidupnya akan dipenuhi keberkahan, pertolongan, dan ketenangan hati.
Lalu bagaimana cara meraih cinta Allah? Salah satu jalannya adalah dengan memperbanyak berbuat baik kepada siapa saja tanpa memandang latar belakang, status, maupun kedekatan hubungan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran: 148)
Baca Juga: Orang Tua Tidak Sempurna, Tetapi Mereka Tetap Pantas Dihormati
Allah Mencintai Hamba yang Gemar Berbuat Baik
Ayat ini memberikan kabar gembira bahwa setiap amal baik tidak pernah sia-sia. Bahkan, Allah menjanjikan dua balasan sekaligus, yaitu kebaikan di dunia dan pahala yang besar di akhirat. Tidak hanya itu, Allah juga memberikan sesuatu yang lebih tinggi nilainya, yakni cinta-Nya kepada orang-orang yang gemar berbuat ihsan.
Berbuat baik tidak selalu membutuhkan harta yang banyak. Kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang sering kita anggap sepele. Misalnya, tersenyum kepada orang lain, membantu tetangga yang kesulitan, menyingkirkan benda yang mengganggu jalan, menghibur teman yang sedang sedih, atau sekadar mengucapkan kata-kata yang lembut kepada orang tua.
Sering kali kita menunda berbuat baik karena merasa belum mampu melakukan sesuatu yang besar. Padahal, Islam mengajarkan bahwa amal yang kecil tetapi dilakukan dengan ikhlas tetap memiliki nilai di sisi Allah. Bahkan, bisa jadi satu kebaikan sederhana menjadi sebab datangnya rahmat yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Ketika kita menolong orang lain, sebenarnya kita juga sedang menolong diri sendiri. Mungkin balasan itu tidak datang dari orang yang kita bantu, tetapi Allah mampu menghadirkannya melalui jalan yang sama sekali tidak kita bayangkan. Bisa berupa kesehatan yang terjaga, rezeki yang dipermudah, urusan yang dilancarkan, atau hati yang dipenuhi ketenangan.
Berbuat baik juga membuat hubungan antarmanusia menjadi lebih indah. Lingkungan yang dipenuhi kepedulian akan melahirkan rasa saling percaya dan saling menguatkan. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, sikap saling membantu menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Namun, satu hal yang perlu dijaga adalah niat. Jangan sampai kita berbuat baik hanya karena ingin dipuji atau mendapatkan balasan dari manusia. Jadikan setiap kebaikan sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Ketika niat kita lurus, maka sekecil apa pun amal tersebut akan memiliki nilai yang besar di sisi-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jika suatu hari kebaikan kita tidak dihargai, jangan kecewa. Tidak semua orang mampu membalas kebaikan yang diterimanya. Yang terpenting, Allah mengetahui setiap niat, usaha, dan pengorbanan yang kita lakukan. Tidak ada satu pun amal yang luput dari pengawasan-Nya.
Mari biasakan diri menebarkan manfaat di mana pun berada. Jadilah pribadi yang ringan tangan, mudah memaafkan, dan senang membantu sesama. Semoga setiap langkah kebaikan yang kita lakukan menjadi jalan untuk meraih cinta Allah, karena tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada dicintai oleh Sang Pencipta.
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





