SETIAP manusia pasti pernah bertanya, mengapa kehidupan di dunia dipenuhi dengan berbagai peristiwa yang silih berganti? Ada saatnya seseorang merasakan kebahagiaan, namun di waktu lain harus menghadapi kesedihan.
Hari ini seseorang bisa hidup berkecukupan, tetapi esok hari ia diuji dengan kesulitan. Ada yang diberi kesehatan, sementara yang lain harus berjuang melawan penyakit. Semua itu menunjukkan bahwa dunia memang merupakan tempat terjadinya berbagai kejadian yang telah Allah tetapkan.
Dalam pandangan Islam, dunia bukanlah tempat untuk menikmati kesenangan tanpa batas. Dunia adalah tempat ujian, tempat manusia membuktikan keimanan, kesabaran, rasa syukur, dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Allah menciptakan kehidupan di dunia dengan berbagai peristiwa agar manusia memiliki kesempatan untuk memilih jalan yang benar dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Baca Juga: Membuka Pintu Maaf Artinya Membuka Jalan Pertolongan Allah
Alasan Mengapa Dunia Tempat Terjadinya Berbagai Kejadian
Rasululloh ﷺ bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu baik baginya.”
(HR. Muslim no. 2999)
Salah satu alasan mengapa dunia dipenuhi berbagai kejadian adalah agar manusia mengenal sifat-sifat Allah. Ketika seseorang memperoleh rezeki yang melimpah, ia akan mengenal Allah sebagai Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki.
Saat menghadapi kesulitan kemudian memperoleh pertolongan, ia akan merasakan kasih sayang Allah Yang Maha Penolong. Begitu pula ketika memohon ampun atas dosa-dosanya, ia akan memahami bahwa Allah adalah Al-Ghafur, Maha Pengampun.
Berbagai peristiwa juga menjadi sarana untuk menguji kualitas keimanan seseorang. Tidak sulit bersyukur ketika hidup sedang nyaman, tetapi ujian sesungguhnya adalah apakah seseorang tetap bersabar dan berprasangka baik kepada Allah ketika menghadapi cobaan.
Sebaliknya, ketika memperoleh nikmat, seseorang juga diuji apakah ia tetap rendah hati atau justru menjadi sombong dan melupakan Sang Pemberi Nikmat.
Selain sebagai ujian, berbagai kejadian di dunia mengajarkan manusia bahwa tidak ada sesuatu yang bersifat kekal selain Allah. Jabatan, kekayaan, kecantikan, bahkan usia hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat berubah.
Kesadaran ini membuat seorang mukmin tidak terlalu larut dalam kegembiraan ketika memperoleh nikmat, dan tidak pula berputus asa ketika kehilangan sesuatu yang dicintainya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dunia yang penuh dengan perubahan juga menjadi tempat manusia belajar. Dari kegagalan, seseorang belajar memperbaiki diri. Dari musibah, ia belajar bersabar. Dari keberhasilan, ia belajar bersyukur. Semua pengalaman itu membentuk pribadi yang lebih matang dan lebih dekat kepada Allah.
Karena itu, seorang muslim hendaknya memandang setiap kejadian dengan penuh hikmah. Ketika memperoleh kebahagiaan, ia mengucapkan syukur. Ketika ditimpa kesulitan, ia bersabar dan terus berikhtiar. Ia yakin bahwa tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi tanpa seizin Allah dan tanpa mengandung pelajaran bagi hamba-Nya.
Pada akhirnya, dunia hanyalah persinggahan sementara. Berbagai kejadian yang kita alami merupakan bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang abadi di akhirat. Oleh sebab itu, jangan sampai kesibukan menghadapi dinamika dunia membuat kita lupa pada tujuan utama kehidupan, yaitu beribadah kepada Allah dan mengumpulkan amal saleh sebagai bekal untuk bertemu dengan-Nya.
Dengan cara pandang seperti ini, setiap peristiwa, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, akan menjadi jalan untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Adi Hidayat





