JAKARTA Islamic School (JISc) dipercaya menjadi salah satu Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Provinsi DKI Jakarta.
Hal ini disahkan pada Rabu (24/6/2026) di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penetapan tersebut menjadi bagian dari program pengembangan satuan pendidikan yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat kualitas pembelajaran di era transformasi digital.
Program School Model Implementation Deep Learning, Coding and Artificial Intelligence DKI Jakarta menjadi langkah strategis dalam mendorong sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih mendalam sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi, termasuk koding dan kecerdasan artifisial.
Berdasarkan dokumen penyampaian data sasaran Sekolah Model Implementasi PM dan KKA dari Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, program ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial yang dilaksanakan pada 19 Januari 2026.
Baca juga: Siswi JISc, Andi Alifa Taqiya Adnan Wakili Indonesia di HIPPO Olympiad 2026 di London
Sah, SD JISc Ditunjuk jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial Se-Jakarta
Dalam proses penentuan calon sekolah model, terdapat sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan, di antaranya sekolah telah mengikuti pelatihan PM dan KKA, memiliki akreditasi minimal B, serta memenuhi capaian tertentu dalam Rapor Pendidikan dan literasi serta numerasi.
Untuk Sekolah Model Implementasi KKA, satuan pendidikan juga telah menerapkan mata pelajaran KKA sebagai mata pelajaran pilihan.
Sebagai sekolah model, JISc tidak hanya diharapkan menerapkan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial dalam proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi contoh praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh satuan pendidikan lainnya.
“Dunia terus berubah dan sekolah harus mampu mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi masa depan. Pembelajaran mendalam, coding dan artificial intelligence bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana anak-anak belajar berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah dan menggunakan teknologi secara bijak,” ujar Fifi P. Jubilea atau yang akrab dipanggil Mam Fifi selaku Principal Jakarta Islamic School (JISc) saat diwawancarai oleh tim ChanelMuslim.com pada Jumat (21/8/2026) di JISc Kodam.
Dalam dokumen komitmen Sekolah Model, satuan pendidikan model diarahkan untuk mengintegrasikan PM dan KKA ke dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) serta mengimplementasikannya dalam praktik pembelajaran dan tata kelola sekolah.
JISc juga memiliki peran untuk mengembangkan berbagai projek serta praktik baik yang sesuai dengan fokus program, mendokumentasikan proses implementasi, dan melaporkan capaian secara berkala.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Status sebagai sekolah model juga membawa tanggung jawab untuk menjadi contoh penerapan pembelajaran mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial yang utuh, konsisten, dan berkualitas.
“Teknologi harus berjalan bersama karakter. Kami ingin siswa JISc memiliki kemampuan digital yang kuat, tetapi tetap memiliki nilai-nilai Islam, tanggung jawab, empati, dan etika dalam menggunakan teknologi. Karena kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kualitas manusia yang menggunakannya,” ujar Mam Fifi.
Sekolah model diharapkan menyediakan ruang bagi pendidik, pemangku kepentingan, maupun satuan pendidikan lain untuk mengamati, mempelajari, dan mengadopsi praktik baik yang telah dikembangkan.
Selain itu, sekolah model didorong membangun kolaborasi dengan satuan pendidikan lain, komunitas pendidik seperti KKG/MGMP, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat penerapan PM dan KKA secara berkelanjutan.
Bagi JISc, kepercayaan sebagai School Model Implementation Deep Learning, Coding and Artificial Intelligence DKI Jakarta menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Melalui implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial, JISc diharapkan tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan teknologi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.
Dengan demikian, keberadaan JISc sebagai sekolah model bukan hanya menjadi pencapaian bagi institusi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi praktik baik dan ikut mendorong transformasi pendidikan di Provinsi DKI Jakarta. [Din]





