KETIKA mendengar kata rezeki, banyak orang mungkin langsung membayangkan uang, pekerjaan, keuntungan, rumah, kendaraan, atau berbagai hal yang bisa dimiliki. Padahal, rezeki memiliki makna yang jauh lebih luas. Ada banyak bentuk pemberian Allah yang sering kali hadir dalam kehidupan sehari-hari, tetapi baru terasa berharga ketika kita kehilangannya.
Kesehatan adalah salah satu rezeki yang sering terlupakan. Saat tubuh sehat, kita dapat bekerja, beraktivitas, bepergian, berkumpul dengan keluarga, bahkan beribadah dengan lebih leluasa. Namun, kesehatan terkadang baru disadari nilainya ketika tubuh mulai sakit. Karena itu, memiliki tubuh yang sehat seharusnya menjadi alasan untuk memperbanyak rasa syukur.
Baca Juga: Ini Dia 5 Rekomendasi Kuliner di Banyumas
Berbicara Rezeki Artinya Bukan Hanya Soal Materi
Keluarga yang menyayangi juga merupakan rezeki yang tidak ternilai. Tidak semua orang memiliki tempat untuk pulang, seseorang yang bersedia mendengarkan cerita, atau keluarga yang selalu memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan. Kehadiran orang-orang yang tulus di sekitar kita merupakan bentuk kasih sayang Allah yang patut dijaga.
Begitu pula dengan teman yang baik. Memiliki sahabat yang mengingatkan ketika kita salah, mendukung saat sedang jatuh, dan ikut bahagia ketika mendapatkan kebahagiaan adalah karunia yang tidak bisa diukur hanya dengan materi. Pertemanan yang sehat bahkan dapat menjadi salah satu jalan seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ada pula rezeki yang bentuknya tidak terlihat, tetapi sangat berharga, yaitu hati yang tenang. Memiliki banyak harta belum tentu membuat seseorang merasa damai. Sebaliknya, seseorang yang sederhana bisa saja memiliki ketenangan karena mampu menerima ketetapan Allah dan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.
Kesempatan untuk beribadah juga merupakan rezeki. Masih diberi umur untuk menjalankan shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, dan memperbaiki diri merupakan nikmat besar. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk terus mendekat kepada Allah.
Sayangnya, manusia sering terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum dimiliki. Kita melihat kehidupan orang lain, membandingkan pencapaian, lalu merasa hidup sendiri masih kurang. Keinginan untuk memiliki lebih banyak memang tidak selalu salah, tetapi jangan sampai membuat kita lupa menghargai nikmat yang sudah ada.
Bersyukur bukan berarti berhenti berusaha. Kita tetap boleh memiliki cita-cita, bekerja keras, dan berharap kehidupan yang lebih baik. Namun, dalam proses mengejarnya, jangan sampai lupa menoleh sejenak dan menyadari betapa banyak nikmat yang sudah Allah berikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebab, bisa jadi sesuatu yang hari ini kita anggap biasa justru merupakan doa yang pernah kita panjatkan di masa lalu. Rezeki tidak selalu datang dalam bentuk uang. Terkadang, rezeki hadir dalam bentuk kesehatan, keluarga, sahabat, ketenangan, dan kesempatan untuk terus beribadah. [DW]
Sumber: Ustadzah Halimah Alaydrus



