DALAM kehidupan, kita sering kali merasa kecewa ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapan. Ada impian yang belum tercapai, rencana yang gagal, hubungan yang tidak sesuai keinginan, atau keadaan yang memaksa kita menjalani sesuatu yang sebenarnya tidak pernah kita pilih.
Pada saat seperti itu, hati mudah bertanya, “Mengapa harus aku yang mengalami semua ini?” Tanpa disadari, kita terlalu sibuk membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.
Baca Juga: Ketahui Tips Membersihkan Kompor Gas Tanam di Sini
Belajar Ridha dengan Peran yang Allah Berikan
Padahal, jika direnungkan, kehidupan di dunia ini sebenarnya seperti sebuah panggung. Setiap orang memiliki peran masing-masing. Ada yang mendapatkan kehidupan penuh kemudahan, ada pula yang harus melewati banyak ujian. Ada yang terlihat bahagia dari luar, sementara diam-diam sedang berjuang menghadapi masalah yang tidak diketahui siapa pun.
Seorang pemain sinetron mampu menjalankan peran sedih dalam sebuah adegan. Ia bisa menangis, kecewa, bahkan terlihat sangat terpukul. Namun setelah adegan selesai, ia kembali menjadi dirinya sendiri. Mengapa ia mampu melakukannya? Karena ia memahami bahwa semua itu hanyalah peran yang harus dijalankan. Ia tahu kapan adegan dimulai dan kapan semuanya berakhir. Bahkan, ia mendapatkan bayaran dari peran yang dijalaninya.
Lalu, bagaimana dengan kehidupan kita? Bukankah dunia juga hanya sementara? Kita pun sedang menjalankan peran yang telah Allah tetapkan. Bedanya, kehidupan ini bukan sekadar permainan tanpa tujuan. Setiap kejadian memiliki pelajaran dan setiap ujian dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Sayangnya, terkadang kita terlalu serius dengan dunia. Kita menganggap masalah sebagai akhir dari segalanya. Ketika kehilangan sesuatu, kita merasa tidak akan mampu bahagia lagi. Ketika keinginan tidak terpenuhi, kita mengira hidup sedang tidak berpihak kepada kita. Padahal, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, atau menunjukkan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih baik di balik kejadian tersebut.
Ridha bukan berarti berhenti berusaha atau menerima keadaan tanpa melakukan apa-apa. Ridha berarti tetap berikhtiar, tetapi menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Kita boleh menangis ketika terluka, boleh merasa kecewa ketika harapan tidak terwujud, tetapi jangan sampai rasa kecewa membuat kita lupa bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan kita.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mungkin hari ini kita belum memahami alasan di balik sebuah kejadian. Namun suatu saat nanti, kita bisa melihat bahwa setiap perjalanan ternyata memiliki maksud. Karena itu, jalani peran kita sebaik mungkin, perbanyak sabar, belajar menerima ketetapan-Nya, dan percaya bahwa tidak ada satu pun kejadian yang sia-sia di hadapan Allah. [DW]
Sumber: Ustadz Oemar Mita





