PARAGONCORP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta resmi menghadirkan Paragon Empties Station (PES) di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah nyata dalam mendorong edukasi sekaligus perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya kemasan produk kecantikan.
Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan seharusnya sejalan dengan perhatian terhadap penampilan diri.
“Kalau sama penampilan saja kita peduli, apalagi dengan tempat tinggal kita. Kami berharap kehadiran Paragon Empties Station ini bisa membantu masyarakat yang sebelumnya bingung atau bahkan belum menyadari bahwa sampah kosmetik itu bisa bermanfaat,” ujarnya.
Menurutnya, PES dihadirkan di ruang-ruang publik strategis seperti halte, kampus, hingga masjid agar mudah diakses masyarakat di tengah aktivitas sehari-hari. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembalikan kemasan bekas pakai agar dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
Paragon Empties Station Hadir Menjadi Langkah Nyata dalam Mengelola Sampah Kemasan Produk Kecantikan
Suci juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi dalam PES diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus memudahkan masyarakat dalam berpartisipasi. “Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Dengan dukungan teknologi, semoga inisiatif ini semakin mudah digunakan dan bisa dijalankan bersama-sama,” tambahnya.
Senada dengan itu, Head of Commercial Division Transjakarta, Yungki Syailendra, menyebut kehadiran PES sebagai bagian dari inovasi layanan yang memberikan pengalaman baru bagi pelanggan transportasi publik.
“Hari ini telah lahir salah satu solusi berbasis inovasi teknologi hasil kolaborasi berbagai pihak, yaitu DLH dan ParagonCorp. Ini menjadi pengalaman baru bagi pelanggan Transjakarta, khususnya saat mereka beraktivitas di halte,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Transjakarta dan ParagonCorp sebelumnya telah terjalin melalui penyediaan fasilitas air minum gratis di halte. Kehadiran PES menjadi kelanjutan dari upaya bersama dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perilaku ramah lingkungan.
“Ini merupakan bentuk solusi dan inovasi yang tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mendukung program keberlanjutan. Ke depan, kami berharap akan ada lebih banyak inisiatif lanjutan yang mendukung Jakarta sebagai kota global,” tambahnya.
Paragon Empties Station sendiri merupakan smart drop box berbasis teknologi yang dikembangkan ParagonCorp bersama PlasticPay. Fasilitas ini mampu menerima berbagai jenis kemasan kosong produk kecantikan dari berbagai brand, mulai dari plastik, kertas, kaca hingga material campuran.
Lebih dari sekadar tempat pembuangan, PES dirancang sebagai sarana edukasi yang mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh ParagonCorp dalam pengelolaan kemasan, mulai dari desain ramah lingkungan hingga sistem pengumpulan kembali dan daur ulang pascakonsumsi.
Kolaborasi antara ParagonCorp dan DLH DKI Jakarta juga menandai langkah awal pembangunan ekosistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang lebih terstruktur. Tidak hanya menghadirkan infrastruktur, kerja sama ini turut mengintegrasikan edukasi serta pelibatan aktif masyarakat.
Inisiatif ini dilandasi pemahaman bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan menambah fasilitas semata, tetapi memerlukan perubahan perilaku. Dari implementasi di sejumlah titik sebelumnya, terlihat antusiasme masyarakat tidak hanya dalam membuang kemasan, tetapi juga memahami proses pengelolaannya.
Dengan pendekatan edukatif yang terus diperkuat, kehadiran Paragon Empties Station diharapkan mampu menjadi pemicu gerakan kolektif dalam menciptakan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jakarta. [Din]





