JAKARTA Culture Cinema (JCC) hadir sebagai ruang edukasi budaya berbasis film bagi pelajar, keluarga, dan generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya Jakarta.
Upaya memperkenalkan budaya kepada generasi muda kini hadir dalam kemasan yang lebih kreatif dan edukatif. Program JCC resmi diluncurkan melalui acara kick-off di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Rabu (15/4/2026).
Program yang digagas oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bersama Yayasan Kampung Sinema Budaya ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan edukasi budaya berbasis keluarga dan pelajar melalui media film.
Dalam konteks pendidikan keluarga, Jakarta Culture Cinema membuka ruang bagi anak-anak, remaja, hingga orang tua untuk bersama-sama mengenal, memahami, dan melestarikan budaya Jakarta melalui karya audio visual yang relevan dengan zaman.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menegaskan bahwa program ini menjadi jembatan penting antara budaya dan generasi muda.
“Jakarta Culture Cinema menjadi langkah konkret dalam mendorong pemajuan kebudayaan melalui pendekatan kreatif berbasis film. Kami berharap program ini membuka peluang luas bagi generasi muda untuk mengenal dan mempromosikan budaya Jakarta,” ujarnya.
Baca juga: Perjalanan Panjang Tokoh Seniman Betawi, Benyamin Suaeb
Jakarta Culture Cinema Mendorong Literasi Budaya dan Kreativitas Anak Muda
Jakarta Culture Cinema menghadirkan tiga program utama yang tidak hanya berorientasi pada industri kreatif, tetapi juga memiliki nilai edukasi tinggi bagi keluarga:
1. Jakarta Culture Cinema Fund (JCCFund)
Program ini memberikan pelatihan sekaligus pendanaan bagi masyarakat, termasuk pelajar dan komunitas, untuk memproduksi film pendek bertema budaya Jakarta. Sepuluh kelompok terbaik akan mendapatkan dukungan produksi hingga Rp50 juta per tim.
Menariknya, program ini juga menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang dapat melatih kreativitas, kerja tim, serta literasi budaya anak dan remaja.
2. Jakarta Culture Cinema Fest (JCCFest)
Kompetisi film pendek yang terbuka secara nasional dan internasional ini dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan keluarga untuk mulai berkarya di dunia film, sekaligus memperluas wawasan budaya lintas daerah dan negara.
3. Bioskop JCC
Program pemutaran film yang akan digelar di berbagai wilayah Jakarta ini dapat menjadi alternatif aktivitas edukatif keluarga. Orang tua dapat mengajak anak untuk menonton sekaligus mendiskusikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam film.
Peran Keluarga dalam Menanamkan Nilai Budaya
Ketua Yayasan Kampung Sinema, Ade Maulana Sidik, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai ekosistem yang mendukung sineas muda sekaligus memperkuat peran keluarga dalam pendidikan budaya.
“Kami ingin menghadirkan wadah di mana budaya Jakarta dapat ditransformasikan menjadi karya audio visual yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi generasi muda,” ujarnya.
Melalui program ini, keluarga diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari proses kreatif—baik sebagai pendukung, inspirator, maupun pelaku dalam produksi karya.
Menguatkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya
Jakarta Culture Cinema menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan karakter berbasis budaya dapat dikemas secara menarik di era digital. Film sebagai media pembelajaran dinilai efektif dalam menanamkan nilai identitas, kearifan lokal, serta rasa bangga terhadap budaya sendiri.
Dengan melibatkan generasi muda, komunitas, dan keluarga, program ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya berkualitas secara artistik, tetapi juga mengandung pesan moral dan edukasi yang kuat.[ind]





